Di sebuah kota di pinggiran Korea Selatan, tinggallah sepasang kekasih yang belum resmi menjadi suami dan istri. Mereka tidur di kamar terpisah dan saling menjaga kesucian masing-masing. Perempuan itu cantik jelita. Kekasihnya tampan sekali. Mereka saling mencintai dan akan menikah setelah pandemi berakhir.
Nama perempuan itu, Rin Hae dan cowoknya Park Gu.
Suatu hari mereka jalan-jalan ke Gangnam. Secara kebetulan, mereka melewati sebuah toko gaun pengantin. Banyak gaun yang terpajang di manekin begitu indah dan menarik simpati Rin Hae. Dia langsung masuk tanpa berpikir panjang. Park Gu cuma mengekorinya masuk juga ke dalam. Di toko itu seorang nenek yang menjaganya. Dia menyambut Rin Hae dengan penuh keramahan.
"Nek, bolehkah saya tes gaun yang itu?" Rin Hae menunjuk sebuah gaun yang terpajang paling sudut dengan warna putih susu, bertatakan mutiara indah dan berlian asli. Nenek itu menggeleng dengan muka cemberut.
"Itu tidak dijual, nak. Itu sudah ada pemiliknya. Dia tidak ingin menjual miliknya."
Rin tetap memaksa. Ia ingin memakainya saja baru memulangkan kembali di pajangan. Nenek itu juga berkeras dan melarangnya menyentuh gaun itu. Park Gu turun tangan dan menasihati pacarnya.
"Nenek bilang tidak boleh. Jadi nggak usah yang itu, ya. Biar yang lain saja yang kamu pakai. semua cantik kok. Yang ini lebih bagus, gimana?" bujuk Park Gu. Rin Hae menggeleng. Ia berkeras hati mau memakai gaun pengantin yang tidak dijual itu.
Akhirnya nenek menyerah. Ia berkata, "Oke, tapi ingat hanya mencoba sekali dan langsung membukanya. jangan pakai lagi!"
Begitu kawatirnya nenek itu sampai dia terus memperhatikan dan menjaga Rin Hae.
"Nek, saya tidak akan mencuri gaunmu. Jadi tenang saja, ya. Jangan mengawasiku!" ucap Rin tidak enak hati melihat tatapan mata nenek yang seperti menusuk itu.
"Oke. Jangan terlalu lama dengan gaun itu!"
Satu jam kemudian, Rin memakai gaun pengantin itu dan merasa sangat kesakitan. Gaun itu seperti melilitnya dan membuat dia sesak nafas. Aura gelapnya semakin berbahaya dan menyerap darahnya sampai kering.
end