"aku mohon sayang, kamu harus makan. walaupun hanya sesuap saja tidak apa-apa— aku tidak ingin kamu sakit." titah lelaki itu dengan nada penuh permohonan.
"Nggak mau! Lepasin aku sekarang dasar bajingan gila!!" Bentak wanita yang berada di depannya.
"Apapun akan aku lakukan untukmu sayang, namun tidak untuk melepaskan mu dari milikku."tegas lelaki itu.
"Aku bukan milik kamu, keparat sialan! Aku mohon Lepasin aku hiks... hiks.. hiks.."
....
Semua itu bermula, di saat deline seorang wanita muda cantik berambut hitam panjang,kulit kuning cerah,badan bagus dan tinggi nya 160cm berusia 23 tahun pindah ke kontrakan baru, yang jaraknya lumayan dekat dengan tempat ia bekerja.
Wanita itu memiliki tingkah laku yang sangat di luar nalar saat berada di kontrakan nya sendirian, seperti— masak nyambi mandi,berbicara sendiri,suka menghayal, terkadang tiba-tiba nangis,tiba-tiba ketawa dan gemar mendengarkan lagu pop rock sambil bergoyang-goyang kegirangan pokoknya kegiatannya seperti orang gila saat berada di dalam rumah— namun disaat sudah berada di luar, kepribadiannya sangat berbeda 99% dari sebelumnya.
Di luar ia terkenal introvert dan jarang bersosialisasi bahkan teman pun tak punya, yahh tapi dia sangat menikmati kehidupannya yang sekarang.
Di belahan tempat lain.
Rayyan seorang lelaki matang berusia 30 tahun berpawakan tinggi(190cm), gagah, kulit sedikit coklat,tampan sempurna dan tentunya dia sangatlah kaya.
Namun di Balik semua itu, tersimpan sebuah rahasia gelap yang selama ini ia simpan rapat.
Ternyata selama ini, beberapa kamera kecil terpasang di setiap sudut rumah deline, dan pemilik kamera itu adalah Rayyan.
Sebenarnya awalnya Rayyan tidak berniat untuk menguntit deline, karena kamera itu sudah terpasang jauh sebelum deline pindah dirumah tersebut— Rayyan hanya gabut lalu memasang kamera² kecil itu di kontrakan deline, yang merupakan rumah milik Rayyan.
Namun waktu itu Rayyan sungguh lupa kalo ada kamera yang masih terpasang, dan akhirnya di biarkan begitu saja, deline pun juga tak menyadari bahwa selama ini semua kegiatannya— terekam kamera cctv.
Suatu hari di saat Rayyan sedang mengecek semua cctv di laptop, ia tak sengaja menemukan sebuah rekaman cctv yang memperlihatkan seorang wanita sedang berjoget sembari bernyanyi kegirangan seperti tak mempunyai beban sama sekali.
Dia terkejut, lalu seketika teringat bahwa masih ada kamera tersembunyi yang terpasang di dalam salah satu rumahnya yang saat ini sudah dikontrakan.
Disaat Rayyan hendak menghubungi asisten nya untuk melepas semua kamera itu— tiba-tiba wanita itu(deline) menunjuk ke arah salah satu kamera,
Lalu Seketika wajahnya pucat pasi. Napasnya tak beraturan, dan ia hanya diam terpaku melihat wanita itu. Rasanya semua yang ia sembunyikan tertangkap basah, bahkan sebelum ia sempat membereskannya.
Tak lama kemudian wanita itu berkata..
"Woi, cicakk sialan! kamu kok demen banget si ngeliatin aku setiap hari, mana ngga pindah-pindah lagi— apakah aku secantik itu sampe-sampe kamu gamau ninggalin aku dari sini hmm..😌😚" ucap deline dengan gaya centil nya yang luar biasa cringe.
Mendengar itu nafas Rayyan terdengar lega, dan tanpa sadar ia cekikikan sendiri melihat tingkah laku cringe deline.
"Hahaha,lucu." Ucap nya singkat— sembari memandangi kelakuan deline di kamarnya.
Seperti biasanya deline, beraktivitas layaknya orang gila di kamarnya— saat menonton Drakor tiba-tiba ia lompat-lompat sendiri sampai jungkar balik setiap ada adegan romantis, lalu setelah itu— memutar musik galau sampe menangis dan belum selesai menangis tiba-tiba dia mengambil cermin lalu bercermin dengan gaya ala-ala anggunly😭.
Semua itu sangat aneh, namun yang lebih aneh— Rayyan justru menikmati nya, entah kenapa rasanya sangat terhibur melihat kegilaan deline.
Sampai-sampai dia mengurungkan niatnya untuk segera melepaskan cctv di kontrakan deline.
Hari demi hari berganti, dan setiap hari kehidupan deline terus diawasi oleh Rayyan.
Setiap pulang kerja, yang dicari Rayyan hanya ruangan khusus cctv lengkap dan yang boleh menginjakan kaki di sana hanyalah dia seorang.
Dan rekamann di hari itu menunjukkan bahwa deline, tengah berada di dapur dan terlihat sedang memasak sesuatu, tak lama dari itu— ia menuju ke arah toilet yang letaknya lumayan dekat dengan dapur— namun kompor nya masih menyala.
terdengar suara shower yang dinyalakan, ternyata dia sedang mandi dan kompornya masih menyala dengan masakan yang masih bleketup-bleketup di dapur.
"Cih, dasar wanita ceroboh.." ucapnya dingin namun wajahnya terlihat sedikit khawatir.
Beberapa saat kemudian, Deline muncul lagi di dapur. Kali ini Rayyan terbelalak— Deline keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan sehelai kain pun, dan dengan santai mulai mengaduk masakannya.
Mata Rayyan membelalak seketika. Cepat-cepat ia memalingkan wajah, tapi sudah terlambat. Wajahnya seketika memerah, dari pipi hingga ke telinga. Jantungnya berpacu kencang, campuran antara kaget, malu, dan sesuatu yang tak sanggup ia ucapkan. Ia berusaha menenangkan diri, namun detak jantungnya tak kunjung melambat — bayangan sosok Deline itu masih jelas terbayang di pikirannya.
"Sial, wanita itu benar-benar mengusik pikiran ku." menelan ludah kasar, lalu bergegas mematikan layar cctv dengan posisi membelakangi.
Di rumah deline.
"Ih, kok tiba-tiba merinding ya?😢" Posisi masih mengaduk masakan dengan keadaan bugil.
Udah dulu yaww, kalo mau lanjut cus like& comment "lanjutt" karna itu adalah suatu penyemangat untuk seorang penulis hehehe😭😭🙏