🛑‼️Disclaimer ini bukan asli buatan ku ini ada campur tangan google juga jadi dimohon jangan hujat🛑‼️
Berbeda total dengan ketenangan pasangan IPA, suasana di sisi Jasper dan Rosalie dipenuhi dengan atmosfer yang sangat kompetitif dan penuh tawa. Jasper berjalan dengan santai, satu tangannya dimasukkan ke dalam saku jaket kulit cokelatnya, sementara tangan lainnya sibuk memegang sekantong popcorn.
"Rosalie, lihat stan menembak sasaran di sebelah sana! Hadiah utamanya boneka rubah besar yang mirip denganku kalau sedang tersenyum," ujar Jasper dengan nada penuh percaya diri.
Rosalie melirik stan itu, lalu menatap Jasper dengan tatapan meremehkan yang khas.
"Mirip denganmu dari mana? Jangan kepedean, Jasper.
Lagipula, permainan seperti itu biasanya sudah dimanipulasi oleh pemilik stan agar sasarannya sulit jatuh. Itu namanya strategi ekonomi untuk mencari keuntungan maksimal dari pengunjung yang gampang tertipu seperti kamu."
Jasper tertawa renyah, sama sekali tidak tersinggung. "Wah, analisis ekonomimu tajam juga. Tapi bagaimana kalau kita taruhan? Kalau aku bisa menjatuhkan semua sasaran dan mendapatkan boneka itu untukmu, kamu harus menuruti satu permintaanku malam ini. Bagaimana?"
Mendengar tantangan itu, jiwa kompetitif Rosalie langsung tersulut. "Oke! Tapi kalau kamu gagal, kamu harus membelikanku es krim rasa matcha ukuran terbesar dan dilarang membual selama seminggu penuh!"
"Tawaran diterima!" Jasper langsung membayar tiga koin untuk tiga kali kesempatan menembak dengan senapan mainan.
Jasper mengambil posisi. Karismanya langsung terpancar saat ia memicingkan satu matanya yang berwarna jingga hangat, membidik sasaran botol di ujung sana. DOR! Tembakan pertama langsung menjatuhkan sasaran.
Rosalie sempat terbelalak kecil. DOR! Tembakan kedua kembali berhasil.
Pada tembakan ketiga, Jasper sengaja melirik ke arah Rosalie dan berbisik, "Perhatikan baik-baik ya, Rosalie."
DOR! Sasaran terakhir runtuh dengan sempurna. Pemilik stan dengan pasrah menyerahkan boneka rubah berukuran besar yang sangat lucu kepada Jasper.
Jasper menerima boneka itu, lalu menyerahkannya ke pelukan Rosalie dengan senyum lebarnya yang menawan. "Ini untukmu, hadiah dari anak IPS yang tidak gampang tertipu."
Rosalie menerima boneka besar itu, memeluknya erat untuk menyembunyikan wajahnya yang mendadak memerah padam karena detak jantungnya tiba-tiba berpacu cepat.
"K-Kebetulan saja anginnya sedang mendukung tembakanmu tadi!" gumamnya ketus, mencoba mempertahankan gengsinya sebagai cewek tsundere.
Jasper mendekatkan wajahnya sedikit, menatap Rosalie dengan pandangan jail yang hangat. "Ingat taruhan kita, Rosalie. Sekarang giliranku meminta sesuatu."
"A-Apa? Jangan meminta yang aneh-aneh ya!" ancam Rosalie sambil memundurkan langkahnya, memeluk boneka rubah itu semakin erat sebagai tameng.
Jasper tersenyum lembut, lalu dengan santai meraih tangan Rosalie yang bebas dan menggandengnya erat-erat di tengah keramaian pasar malam.
"Permintaanku sederhana saja. Mulai sekarang sampai kita pulang nanti, jangan lepaskan tanganmu dariku. Di sini sangat ramai, aku tidak mau sejarawan mudaku ini hilang terpisah dari petualangannya."
Rosalie tertegun. Ia menatap tangannya yang tenggelam di dalam genggaman tangan Jasper yang besar dan hangat. Meskipun bibirnya cemberut, Rosalie tidak melepaskan genggaman itu sama sekali. Ia justru berjalan beriringan di sebelah Jasper dengan langkah kaki yang terasa jauh lebih ringan dari sebelumnya.