Di sebuah ruangan 02 yang begitu luas dan penuh jeruji besi. Di sana ada seorang gadis duduk di pojok dengan mata yang tertutup kain. lalu mulai lah ada sesosok yang menghampirinya *Hei ngapain kau duduk di pojok situ,* sesosok itu mengelurkan tangannya ke arah gadis tersebut *nama mu siapa yuk kita kenalan* gadis itu pada awalnya terdiam lalu mau mulai bicara *nama ku yuna * tiba tiba sesosok itu menarik tangan yuna untuk berdiri *Oooh yuna ya nama ku kaymi yuk akan ku ajak kamu keluar dari ruangan ini* *hah kemana? Aku tidak bisa melihat* *tenang saja aku akan menuntut mu kok mulai sekarang kita teman ya* yuna tersenyum tipis mendengar ucapan kaymi, kaymi pun mulai menutun yuna ke sebuah tempat rahasia* kita mau kemana ini kaymi?* *ada deh pokoknya yang penting kamu ikutin saja langkah ku dan gegamlah tangan ku yang erat agar tidak terlepas* mereka berjalan terus dan sampai ke sebuah tempat yang indah di sana ada banyak lukisan tembok yang indah buatan kaymi dan juga ada kelinci milik kaymi. Mereka pun duduk dan kaymi mulai menutun tangan yuna untuk menyentuh kelinci nya *coba kamu menyentuh ini lucu tau* *menyentuh apa?* tangan yuna mulai ragu ragu untuk menyentuh kelinci tersebut *nggak apa apa kok gak gigit kamu * tangan yuna mulai menyentuh bulu kelinci tersebut rasanya lembut dan kelinci itu menjilat jilat tangan yuna *rasanya geli apa dia menjilat jilat tangan ku?* *iya dia ini sebuah hewan kelinci * *oh* yuna mulai tertarik dengan kelinci tersebut karena ia belum pernah melihat atau pun menyetuhnya. Kaymi tersenyum bahagia lalu mulai menujuk sebuah gambarnya di tembok sambil menceritakan diteal gambarnya bentuk dan warna, yuna pun mendengarkan itu semakin penasaran tentang gambar yang kaymi lukis di tembok *wah pasti lukisan mu indah aku ingin sekali melihatnya * *hehe mungkin suatu harinya kamu bisa melihatnya kok* *apa iya suatu harinya aku bisa melihat dunia * *ya tentunya pasti kamu bisa melihat dunia suatu hari nanti dan pasti hidup mu akan bahagia bukan* yuna terdiam mendengar perkataan kaymi lalu bergumam dalam hati *bahagia...itu bukan lah kehidupan ku* *kok diam aja kenapa ada yang kamu pikir kan* *hmm...bukan apa apa kok* *oooh ok kamu mau aku lanjutin bercerita atau kita pergi ke ruang makan nomor 0034 soalnya aku laper nih* terdengar perut yuna berbunyi juga *sepertinya aku juga laper* *Yaudah ayuk kita pergi ke ruang makan nomor 0034* *baiklah* kaymi pun mulai menutun yuna berjalan menuju ruang makan nomor 0034. Sesampainya di sana kaymi menutun yuna untuk duduk *kau mau apa biar sekalian ku pesankan* *aku mau roti isi saja * *ooh ok tunggu ya* *iya* yuna mulai menunggu dengan sabar, dan gak sengaja mendengar perkataan orang orang di depannya "eh lihat dia bukannya dia di kurung di ruangan nya sendiri kenapa dia ada di sini" "heh pastinya dia di sini cuman ingin di kasihani dasar buta" "bukannya hidupnya dulu bahagia ya kok jadi sengsara kayak gitu pfft " "ya pasti dia di latarkan bagaikan hewan Hahaha" yuna bergumam dalam hati sambil mengempalkan tangannya *bahagia...hidup ku bukanlah bahagia* lalu kaymi datang *hey berhentilah bicarakan orang lain dan juga jangan merendahkannya dia itu sahabat ku dan kalian tidak melihat diri kalian hah..kalian juga sama bukan, jangan asal membicarakan orang lain hanya tampak di mata kalian pergi sana* orang orang itu pun mulai pergi merasa malu atas perkataan mereka terhadap yuna tanpa meminta maaf, lalu kami menghampiri yuna dengan nampan berisi makanan*jangan dengar kan mereka yuna mereka saja tidak tau kehidupan mu bukan* *hmmm..iya * *nih makanan nya * *Terimakasih* *sama sama habiskan ya* *tentu*
{Lanjut apa nggak nih tulis di komentar yak kalo penasaran kehidupan yuna }
(。・ω・。)