Aku Cia, dan pasangan ku Nico. Kami sudah berpacaran sejak 3 tahun yang lalu. Nico adalah seorang pria yang sangat baik dan pengertian namun terkadang ia juga sering menyakiti perasaanku. Namun meski begitu, aku tetap mencintainya tanpa syarat apapun. Kami adalah salah satu dari banyaknya pasangan yang menjalani LDR, bukan karena pekerjaan, tetapi memang rumah kita berjarak sangat jauh.
Teringat dahulu, satu bilang pertama kita menjalin hubungan, ia berpamitan untuk pergi bekerja lebih jauh. Hari itu bertepatan dengan hari sabtu malam minggu, aku mengizinkannya untuk pergi bekerja, karena untuk apa aku melarang ia bekerja, selama ia tidak berbohong. Malam itu aku hanya sendirian memandang ponselku tanpa kabar darinya. Semalaman aku hanya diam tanpa ada kabar darinya. Keesokan harinya tepat pada hari minggu bulan September sore hari, ia tiba-tiba membuat story di sosmednya. Saat itu aku sedang bermain sosmed dan aku mendapatkan notifikasi bahwa ia memposting story, aku pun langsung melihat storynya. Aku melihat storynya dengan perasaan terkejut sekaligus sedih, karena isi dari story nya itu adalah video dirinya bersama wanita lain dan sedang berada di pantai. Aku yang melihat itu merasa sangat terpukul karena ia telah berbohong kepadaku.
Aku yang sedih sekaligus terkejut pun langsung membalas storynya detik itu juga "Apa maksudnya ini?!!", balasku dengan penuh emosi dan kesedihan. Tak lama ia membalas " itu hanya kakakku jangan salah paham" balasannya terlihat begitu santai tanpa ada rasa bersalah. Aku pun membalas lagi "dimana ada seorang kakak memanggil adiknya dengan panggilan sayang?!!!" balasku lagi sambil menangis, pesanku yang kali ini tidak dibalas olehnya, tetapi hanya di lihat sekilas. Aku yang merasa sangat marah memutuskan untuk keluar mencari suasana. Sepanjang jalan, aku hanya menangis dibalik kaca helm ku. Setelah beberapa jam aku diluar, aku pun pulang dan melihat ponselku dimana Nico sudah memberiku kabar bahwa ia sudah pulang dari luar kota. Aku yang melihat pesannya hanya membaca sekilas dan hanya kubalas dengan satu kata "ya".
Waktu terus berlalu, dua bulan terlewati. Aku sudah mencoba melupakan apa yang pernah ia lakukan, namun hal itu sangat susah karena sudah sangat membekas dipikiran ku. Hari hari hari terlewatkan, kini hubungan ku dengan Nico sudah berjalan 2 tahun. Waktu itu saat aku bertemu dengan dirinya, aku iseng bertanya tentang mantannya. Nico menceritakan semua tentang mantannya, Aku pun bertanya lagi "Aku penasaran bagaimana wajahnya dan siapa namanya? " tanyaku dengan santai, ia pun menjawab "Namanya Novi, dan wajahnya yang waktu itu ada di storyku saat aku berada di pantai" jawabnya dengan santai. Aku yang mendengar jawabannya langsung teringat dengan storynya 2 tahun lalu, lalu aku kembali bertanya kepadanya "Apakah dia wanita yang waktu itu ada distory mu", " iya itu dia" jawabnya tanpa ada rasa bersalah. Aku yang mendengar jawabannya itu langsung merasa sangat sedih seolah-olah semua memori kembali terulang. Mataku berkaca-kaca dan air mataku mulai menggenang. "Sayang, kamu kenapa, kenapa kamu menangis? " tanya Nico dengan khawatir, aku hanya diam dan menggelengkan kepala sambil menunduk. Nico tidak bertanya lagi aku kenapa, ia hanya berusaha menenangkan diriku dengan mengusap punggungku beberapa kali. Aku yang masih menangis mulai bersuara "kenapa?! Kenapa waktu itu kamu berbohong kepada ku?! Kamu bilang itu kakakmu, tapi ternyata itu mantanmu" tanyaku sambil menangis tersedu-sedu. Nico pun menjawab pertanyaanku dengan mata sayu "Maaf sayang, aku berbohong, karena aku tidak mau kehilanganmu" jawabnya. Aku hanya diam dan langsung pergi dari tempat itu.
Nico yang melihat ku pergi langsung mengejarku. Saat aku tertangkap olehnya aku hanya diam sambil menangis, sedangkan ia berlutut didepanku sambil meminta maaf dan memohon agar aku tidak meninggalkan dirinya. Aku yang melihat nya seperti itu merasa sedikit iba dan tidak tega untuk meninggalkannya, sedangkan selama berpacaran ini ia sangat baik kepada ku dan selalu mengusahakan apapun untukku. "Baiklah, tapi tolong jangan seperti ini lagi, karena aku hanya memberikan satu kesempatan terakhir untukmu, jadi tolong yakinkan aku bahwa kamu adalah pria yang baik dan tidak pernah membohongi ku" jawabku dengan mata sembab akibat menangis.
Setelah masalah tersebut selesai, aku dan Nico kembali seperti biasanya dan kamu juga tidak pernah membahas hal itu. Tetapi ada masalah yang selalu ku pendam dan tidak pernah kuceritakan ke Nico. Masalah itu sebenarnya sudah ada sejak lama dan aku hanya berusaha diam tanpa bercerita ke Nico. Kini hubungan ku dengan Nico sudah berjalan 3 tahun, bahkan kita juga akan tunangan. Tetapi apa yang pernah kulihat tetap abadi dipikiran dan di hatiku,tak hanya itu dan sampai saat ini aku masih trauma dan masih sangat sedih saat pergi ke pantai atau mendengar kata pantai, karena masalah kala itu yang menjadi trauma besar dalam hidupku.