masih ku ingat pertemuan pertama kita,
saat itu diumur 5 th kau dengan senyum manis, menghampiriku dengan berbagai omong yang polos.
Padahal begitu jelas aku mengatakan jangan menggangguku
tapi kau yang belum begitu tahu gelapnya dunia, hanya menggembulkan kedua pipimu begitu lucu
dan kedua mata bulat berbinar milikmu
yang terlihat jelas untukku.
aku menghela napas panjang
dan saat itu juga
hari-hari dengan kehadiranmu dimulai.
tepatnya di taman dg rerumputan halus
satu pohon berdiri kokoh
untuk menghalangi cahaya matahari
aku duduk dibawahnya dengan satu buku terbuka.
membaca setiap tulisan yang ada
ditemani bunga-bunga berwarna-warni tertiup angin
Dan kau dengan langkah kaki melompat² mendekatiku
Saat telah berdiri didepanku
tanpa undanganku kau duduk begitu saja
dengan wajah ceria yang tak cocok untukku.
aku hanya menggelengkan kepala kecil pasrah.
Pagi hari kau membawakan coklat
siang hari membawakan boneka beruang punyamu
Untuk bermain disampingku
Sore hari membawa roti panggang yang kau buat
Entah bagaimana itu perlahan menjadi sesuatu
yang begitu sulit ku lupakan
seolah telah menjadi aktivitas harianku begitu saja
ditengah keramaian lingkungan.
ceritamu yang panjang dan banyak
yang dulunya begitu berisik ditelingaku
perlahan tak begitu menggangguku lagi
seolah perlahan aku mulai nyaman.
Kau yang terus dan tak bosan menceritakan
tentang betapa cantik dan anggunnya para penari
awalnya ku kira karena kau tak memiliki topik lain
tapi perlahan tanpa kau beritahu
aku menyadari bahwa itu adalah impianmu.
Hari bulan dan tahun berlalu begitu cepat
tak terasa kini ulangtahunku yang ke-18.
dipesan megah dengan berbagai kue tersaji
para tamu mengucapkan selamat padaku
aku hanya membalas dg anggukan kecil khas pangeran.
langkah kaki ku berhenti dibalkon
dengan segala jus merah seperti darah
menanti kehadiranmu dengan hati sedikit cemas
jam terlewat terus menerus.
tapi sosokmu tak kunjung terlihat.
Untuk pertama kalinya
aku merasa sedikit kecewa
meneguk habis jus merah itu
dengan hati yang hampa.
Esoknya aku kembali kecewa
saat mendapat kabar bahwa
kau telah pindah ke kota
merasa sedikit kesal karena perlakuan seperti ini
aku langsung menyebrangi setiap kota
untuk menemui mu
setidaknya untuk menjawab pertanyaan dihati ku
“kenapa kau tak memberi tahu atau menemuiku ?”
telah begitu lama mencarimu
akhirnya aku menyerah dan kembali kekediaman
pagi hari yang ditemani lamunan
siang hari meminum teh yang terasa hambar
sore hari ditemani, dengan pandangan lelah secara mental
ibunda yang merasakan keputusasaan ku
segera menyodohkan ku diumur 24
tentu aku tak menolak
toh aku tak memiliki siapapun dihatiku
pikiranku berkata demikian
tapi kenapa rintikan air mata lolos dikelopak mataku?
dan saat itupun tiba
dia adalah gadis manis tapi aku sadar bahwa ia manipulatif
aku tak masalah selama ia tak merugikanku
dua kursi mewah begitu jelas untuk aku dan dia
kami duduk bersebelahan dengan topeng senyum palsu
yang menipu para penonton.
Begitu lucunya pikirku.
Berbagai acara penyambutan dirayakan
membuatku mati kebosanan karena tak tertarik
Hingga acara terakhir
Seketika aku akhirnya fokus seperti terkena sihir
saat menyadari bahwa itu adalah acara tarian.
Satu gadis berdiri seorang diri dipanggung
dengan pakaian biru muda tipis berhiaskan pernak-pernik
kedua mata bulat, helai rambut dan senyum lembut
mengingatkanku pada seseorang
gadis itu mulai menari dengan senyum lembut
semua mata tertuju padanya
kata-kata pujian dari para penonton
berbeda denganku yang duduk kaku
Saat tarian penutup
musik akhirnya berhenti
terdengar jelas tepuk tangan memekikkan telinga
aku berdiri, seketika mengambil satu langkah
dan begitu cepat kesadaranku hilang
dibawah alam sadarku
ya, alam mimpiku
aku berdiri di padang rumput yang begitu luas
bunga indah menghiasi sekeliling
satu pohon rindang berdiri kokoh dengan
dedaunannya yang kekuningan jatuh perlahan
seolah menandakan musim gugur.
Lingkungan yang asing
dan cukup familiar
ditengah kebingunganku
ke-2 mataku perlahan berkaca-kaca
menumpahkan air bening dikelopak mata
Saat sekian lamanya
aku melihatmu
ingin ku sebut namamu
tapi semua itu ku urungkan
Karena kau yang kini menari
Tariannya sangat sama dg yang dibawakan
gadis penari itu, hanya tarianmu lebih indah
sangat menyejukkan mata.
Kau menari dengan sangat anggun
seperti merpati yang akhirnya bebas dari sangkar
terbang dengan begitu lincah.
melihatmu yang muncul
membuat sesuatu yang aku lupakan
akhirnya mekar kembali
kau menari dengan senyum lembut dan wajah ceria itu
aku ikut tersenyum
rasanya ini adalah senyum terbaik dari sekian lamanya
aku memetikkan setangkai mawar merah
yang sangat mirip dengan helai rambut lembutmu
Bola mata birumu yang berbinar indah
begitu memenangangkan seperti cahaya rembulan
kau berhenti menari lalu mendekatiku
kedua mataku terbelalak mendapati kau memelukku erat
yang membuatku terpana yaitu karena
pelukan itu terasa terlalu menegangkan
Seolah mengucapkan selamat tinggal.
Didalam pelukanku kau gemetaran pelan
dengan isak tangis, kau berbisik betapa kau mencintaiku
air mataku ikut menetes dan aku juga mengatakan
perasaanku yang sama denganmu.
Tapi detik berikutnya kau kembali menyakitiku
Saat aku terbangun dari tidur
menyadari semua itu mimpi
Pada pagi hendak berbersih, aku menemukan
seputik surat di jas aku dengan kutulisan 'taman cinta'
tanpa pikir panjang aku segera berlari keluar
bahkan sebelum otakku dapat memproses
tubuhku bergerak sendiri menuju taman penuh kenangan kita
kakiku bergerak sendiri untuk berhenti dibawah pohon
yang pernah menjadi saksi dan kedua tanganku sibuk menggali tanah dibawahnya.
Setelah beberapa menit menggali, terdapat peti kecil
aku segera membuka nya
didalam peti itu terlihat dipenuhi
lukisan tanganmu tentang kita berdua
dan tulisan yang makin menghancurkanku.
Itu adalah tulisan selamat tinggal
karena kau yang akhirnya diambil oleh dunia
hancur..saya benar-benar hancur
saat aku sadar betapa bodohnya aku
tak menyadari lebih awal.
Setelahnya, saya membatalkan perjodohan
dan kini aku berdiri di makammu
Foto kau yang tersenyum manis terpajang
aku menarik nafas dalam menguatkan diri.
aku mendekati makammu
lalu aku berjongkok di depan matamu
memandang foto kau yang tersenyum manis
aku mengeluarkan kotak kecil berwarna merah
yang berisi dua cincin berlian indah.
“Lea... cincinnya sudah ada, tapi...
malah kamunya yang ngga ada...
didunia lain, kamu harus menikah denganku, oke?"
ucapku dengan senyum manis. Meletakkan
Satu cincin yang muat untuk jari manismu
di depan fotomu, dan aku mengenakan
cincin lainnya. memandang fotomu dg senyuman tulus.aku meletakkan buket bunga anggrek kesukaanmu. di depanmu.
tahun terus berlalu kini aku sangat tua
Aku selalu dimakammu menceritakan
apa yang aku lakukan dengan semangat.
dan akhirnya di musim semi
disamping makamamu.
terdapat malam milikku.
Lea cantik, tunggu aku ya :)
aku akan menyusulmu.
Dari:Pria yang mencintaimu dg segenap cinta dan tarian indahmu
Tamat.