Hari-hari berjalan seperti biasanya.
sera bekerja sebagai kasir di sebuah toserba, baginya tidak ada yang spesial di dalam hidupnya.. sampai ada suatu kejadian yang membuatnya hampir gila.
Jam 18.30
Sera pulang dari pekerjaan, namun ia sempat mampir ke warteg untuk makan karena ia sudah sangat lapar.
Kebetulan di warteg itu lumayan sepi hanya ada 5 orang yaitu sera dan 2 orang lainnya lalu 2 penjual.
Namun diantaranya ada seseorang yang membuat sera sangat tidak nyaman, yaitu bapak² cabuel yang berada di samping nya.. bapak itu terus melirik sera dengan lirikan yang sangat tidak sopan. hingga membuat sera sedikit kesal.
Karena sudah sangat tidak nyaman dan takut, sera pun memilih untuk membungkus makanan nya lalu bergegas pergi dari warung itu. Membawa motor
Sera berfikir sudah aman, namun ternyata tidak. Orang cabul itu malahan sengaja mengikutinya dari belakang dengan tatapan yang masih sama.
Ia berusaha untuk tetap tenang selagi masih di jalan raya, namun otaknya terus memikirkan cara untuk terlepas dari orang itu.
Ia berputar-putar melewati jalan yang ramai hingga tanpa terasa bensinnya sudah sangat mepet.
Karena tidak ada pilihan, sera pun mencari rumah random yang pintunya masih terbuka sedikit untuk mengelabui orang itu.
Dan beruntung nya ada.
Namun....
Rumah itu berwarna putih bersih dengan desain minimalis dan ada balkon,bertingkat lalu terlihat sangat elegan.
Hingga membuat sera berfikir dua kali untuk memasuki rumah itu, ia takut dikira maling dan di jebloskan ke penjara karena sembarangan memasuki rumah orang, apalagi orkay.
Tapi sayangnya bensinnya sudah mulai kehabisan hingga motornya terpenjal-penjal, alhasil ia pun terpaksa berbelok ke rumah itu karena memang sudah sangat kepepet.
Dan orang cabul itu juga berhenti di tepi jalan mengawasinya.
"MAMAH!.... AKU UDAH PULANG!.." ucapnya sedikit teriak untuk mengecohkan si cabul
Ia pun memberanikan diri untuk masuk rumah seolah-olah itu rumahnya sendiri dan sera berharap kalo penghuninya tidak mengusirnya.
"Permisi.."
Alangkah kagetnya saat dirinya melihat sebuah pemandangan yang jarang sekali ia lihat,
Ternyata di rumah itu terdapat 3 orang pria yang sangat seksi menurut sera
Satu pria yang terlihat paling muda sedang makan di ruang tamu sembari menonton tv(kael). lalu yang kedua terlihat sedikit lebih tua, seperti habis memasak dan masih mengenakan celemek(Arlan). dan yang ketigaa terlihat lebih tua&matang dari kedua pria itu, seperti habis mandi dan hanya mengenakan handuk kecil di bagian bawahnya, namun badannya sangat menggoda hingga membuat sera melongo saking terpesonanya.(Jacob)
Ketiga pria itu juga terlihat sangat kaget melihat sera yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah mereka.
"Siapa kamu?"ucap Arlant
"Iya, tiba-tiba nyelonong masuk rumah orang." Ucap kael
"m-maaf mas soalnya saya kepepet banget, tapi sumpah saya tidak bermaksud untuk berbuat kejahatan kok. Saya cuma nyari tempat perlindungan aja 😞"
"Perlindungan?" Ucap jacob
"I-iya pak.. saya diikuti orang mesum, dan orangnya masih disana" (menunjuk ke arah si cabul yang sedang mengawasi)
Seketika mereka bertiga kompak melihat ke arah orang itu.
Dan orang itu masih mengawasi di tepi jalan.
"Kalo gitu kita samperin aja orangnya biar kita kasih pelajaran!." Tegas jacob
"Bener, ayo kita gebukin Ampe kapok orang kaya gitu!." Sahut kael
Diikuti dengan anggukan Arlan.
"Wahhh iya, makasih banyak pak,mas sudah mau bantuin saya, ayo sekarang kita labrak orang mesum itu! 😊" ucapnya senang sembari berjalan memimpin ketiga pria itu.
......
Di saat orang mesum itu melihat sera yang berjalan bersama tiga orang pria tampan dengan postur gagah nan tinggi ke arahnya— seketika nyali orang itu menjadi ciutt, lalu mencoba untuk kabur.
"Woi! caboel!! Jangan kabur Lo!!" Teriak sera dan hendak mengejarnya namun di cegah oleh Arlan.
"Udah, biarin aja percuma kita ngejar dia udah naik motornya." Arlan
"Huh, dasar cabul sialan! giliran di samperin aja nyalinya ciut." gumam sera
"Ahh, gak seru.., orangnya malah kabur duluan padahal kita belum gebukin dia!" ucap kael
"Sudah-sudah, orangnya Uda ilang juga, sekarang ayo kita kembali dulu ke rumah dulu." Titah jacob
"Iya pah."jawab Arlan
"Eh, bang liat papah masih pake handuk saking Gedeg nya, hahahaha" ejek kael.