"dasar kamu jalang!" teriak Dania sambil menarik rambut panjang Zahra
"apa kata kamu!?siapa yang jalang sebenarnya hah!?" teriak Zahra tak mau kalah sambil menarik rambut Dania
Namaku Zahra Tania mungkin aku tidak secantik Dania tapi aku cukup pintar, menjadi ketua OSIS dan bertahan juara 1 berturut turut di sekolah asrama ku
Namanya Dania Viora salah satu siswa populer di asrama kami sekaligus teman terbaikku walau awal mula bertemu kami cukup dikatakan kacau
Dania cantik memiliki kulit lembut dan putih seperti orang Jepang apalagi face wajahnya yang imut bak anak SMP, tidak aneh bagi pria menyukainya selain itu tubuhnya yang top markotop menjadi perbedaan besar bagi kami namun tidak ada yang bisa memisahkan hubungan persahabatan kami
saat Dania dan Zahra saling menarik rambut dan berteriak pengawas asrama datang menatap kami horor
"Dania tidur diluar!!" ketusnya dengan kelopak mata yang hitam mungkin karena kami yang bertengkar saat malam hari!
kenapa hanya Dania yang tidur diluar? itu karena status atau perbedaan kami.
Dania mempunyai wajah cantik namun tinggak di desa namun karena sangat ibu tidak ingin Dania merasakan kehidupan yang sama sepertinya Ibu Dania mengirim Dania ke asrama Sekolah Bekasi 1 menggunakan tabungannya
pagi harinya terdengar suara teriakan histeris di lorong meneriaki nama
"Dania!" padahal dania masih berada di tangga lantai 2
tiba tiba entah dari mana seorang pria datang memberikan bunga untuk dania dan Berjongkok
"Danua kau bagai matahari untukku bolehkah kau menjadi istri masa depanku?" ucapnya membuat seluruh siswa tertawa,
Aku berdecak kesal sambil tertawa "Cinta monyet" komentar ku
Dania menatapku (Zahra) dan menarik rambutku "jalang kembalikan pacarku!" ucapnya tak habis
habis
aku juga tidak mau kalah dan memegang tangannya melepaskan rambutku dari cengkraman nya
lagi lagi dan lagi ada saja kejadian yang buat kami bungkam saat bertengkar,
sepasang kekasih tampak mesara di terowongan sambil bergandengan tangan ditengah tengah kami Melewati Zahra dan Dania begitu saja
setelah sadar dari lamunan kami. aku dan Dania terkejut dengan apa yang kami lihat. Toh rupanya pria itu playboy atau buaya darat...
tak menunggu waktu lama aku dan Dania berlari memegang tas bersiap melempar kearahnya tak peduli apa di dalam isi tas itu sambil meneriaki namanya
sontak siswa yang melihat kelakuan kami hanya bisa menonton atau bahkan tertawa ada juga yang meledeki nasib sang pria