Kata orang pertengkaran antar teman itu bisa membuat kita semakin dekat dengan teman kita tersebut, haha awalnya aku tidak percaya. Teman terdekatku hanya satu, kita pun jarang bertengkar tetapi tetap dekat-dekat saja tuh hingga sekarang. Tapi pendapat ku berubah sejak bertemu 1 orang ini.
Hai, namaku Jen, aku perempuan yang awalnya pemalu dan kelihatan jutek tetapi rusuh dan ramah sebenarnya, walaupun perkata ku terkadang menusuk.
Sekarang aku sudah kelas 7 SMP, dari masa orientasi siswa aku duduk semeja dengan Kia, perempuan yang awalnya kelihatan seram tapi ternyata ramah dan kocak. Dari awal kenal dengan Kia aku merasa familiar dengan nya, ternyata dia teman TK ku, semakin dekat lah kami.
Dari awal aku dan Kia memang sudah sering bertengkar. Biasanya karna perbedaan pendapat, tetapi kita selalu cepat baikan, walau bukan dengan kata 'maaf'. Biasanya kita berantem saat pelajaran B. Indonesia atau pelajaran berkelompok lainnya, karena jawaban aku dan Kia berbeda dan kita berdua keras kepala alias kepala batu, jadinya saling ngambek hingga salah satu mengalah.
Terkadang aku lebih lebih dewasa, di lain waktu Kia yang lebih dewasa. Tetapi ada saat dimana aku dan Kia berantem hingga membuat satu kelas khawatir. Saat itu Aku dan Kia satu kelompok, seperti biasanya jawaban kami berdua ada yang berbeda, aku tidak mau kalah begitu juga Kia. Kita berantem hingga satu kelas mengetahui nya. Sungguh, waktu itu aku hilang akal, Kia pun tidak mau mengalah, hingga akhirnya sampai pulang sekolah kita tidak saling bicara, alias ngambek.
"Jen, kamu berantem sama Kia ya??" Tanya teman sekelas.
" Kia sama Jen kalau beranten serem ya.."
" Jarang loh mereka berantem sampai parah begini"
"Kia kelihatan marah banget, seram jadinya"
Timpal yang lain
Aku hanya terdiam, rasanya gak mood buat menjawab mereka. Saat pulang sekolah biasanya aku dan Kia barengan, dan saling berbincang, tapi kali ini rasanya canggung sekali.
"Jen, kamu sama Kia kenapa?" Tanya Ain, teman pulang bareng aku dan Kia
"Gak kenapa napa." Balas ku
"Ooo...biasanya kalian selalu barengan, tumben saling jauh jauhan begini"
Aku terdiam, malas menjelaskan. Keesokan harinya saat aku masuk ke kelas, melihat kursi kosong 'Kia belum datang...' batinku, aku langsung keluar kelas untuk bertemu teman yang ada dikelas lain. Saat balik ke kelas aku melihat Kia sedang duduk dikursinya, entah ada apa aku dan Kia langsung saling teriak.
"EH JEN!" Teriak Kia
"OH KAU SUDAH DATANG RUPANYA." Balasku
"KEMARIN KAU SALAH, JAWABANKU BENAR LOH!!" Sombong Kia
"EH KATA SIAPA? NIH, JAWABAN KU YANG BENAR TAU!" Balas ku, gak terima dibilang salah
"EE... KAU JUGA BENAR, BERARTI GAK ADA YANG SALAH DONG!!"
"HAHA, MARAHAN KITA GAK GUNA DONG"
"YAUDAH KITA BAIKAN NIH??" Seru Kia
"YAUDAH IYA, HAHAHAHA." Balasku
Akhirnya aku dan Kia menjadi tontonan kelas pagi itu, semuanya memang sudah pada tau kalau aku dan Kia pasti bakal baikan lagi, tetapi saat itu adalah pertama kalinya kami marahan hingga membuat satu kelas bingung. Pertemanan kami pun semakin erat sejak saat itu, aku mulai berusaha bersikap lebih dewasa, begitu juga Kia. Kita pun mulai jarang bertengkar lagi.
Pendapatku mulai berubah, semua pertemanan itu berbeda, ada yang memang harus bertengkar hebat dulu baru saling sadar, ada juga yang tidak perlu, ini semua tergandung diri kita sendiri. Aku tidak bisa menyamakan Kia dengan temanku yang lain begitu saja