Malam hari yang dipenuhi kabut ada seorang gadis sedang berjalan menelusuri malam yang penuh dengan teriakan orang-orang. Dirinya berjalan dengan santai menuju rumahnya tapi tanpa disengaja ada seorang pria tampan menambrak dirinya.
"Aduh, Maaf Mbak saya tidak sengaja," kata pria tersebut.
Gadis tersebut hanya tersenyum lalu ia melajutkan perjalanannya meninggalkan pria tersebut. Pria tersebut diam mematung karena dirinya bingung kenapa gadis tersebut tidak mengucapkan apa pun padanya.
Pria tersebut menggelengkan kepalanya lalu ia melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya yang terletak di kaki gunung desa kabut. Sesampainya di rumahnya ia membaringkan tubuhnya di kasurnya.
"Cantik tapi kenapa aku tidak pernah bertemu dengannya," gumam Reno.
Reno yang sudah sangat lelah perlahan matanya mulai menutup dan ia terlelap dalam tidurnya.
Malam hari yang begitu serem perlahan berganti dengan pagi hari yang menampilkan sinar matahari yang masuk melalui sela-sela jendela. Reno merasa terganggu dengan sinar matahari yang mengenai mukanya perlahan membuka matanya.
"Aku harus pergi bekerja," gumam Reno.
Reno bangkit dari tidurnya lalu ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai membersihkan dirinya ia langsung keluar dari kamar mandi lalu ia memakai pakaiannya.
Setelah selesai siap-siap ia berjalan keluar menuju motornya yang terparkir di halaman rumahnya. Reno naik keatas motornya lalu ia mulai mengendarai motornya dengan kecepatan sedang menuju kantornya.
Di perjalanan tanpa sengaja matanya menangkap rumah yang berbentuk kastil. rumah tersebut terlihat sangat indah dan sepertinya orang yang memiliki rumah itu merupakan bangsawan.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Reno sampai di depan kantornya. Reno memarkirkan motornya lalu setelah itu ia melangkahkan kakinya menuju kantor.
Reno yang sudah sampai di dalam kantor menghampiri temannya.
"Hey bro apa kabar?" tanya Reno.
"Baik bro, oh iya lu tau kastil yang didekat sini kan?" tanya Josh.
"Kayaknya tadi gw lewat," jawab Reno.
"Gw punya ide kalau lu bisa deketin cewek pemilik kastil itu gw bakal kasih lu duit sebesar 2 juta, gimana bro mau?" tanya Josh.
"Mau bro siapa sih yang nolak uang," jawab Reno.
Josh tersenyum licik karena dirinya berhasil menjembak sahabatnya dan bisa membuat pemilik kastil itu senang.
Hari semakin sore dan Reno yang sudah selesai mengerjakan tugasnya membereskan peralatannya. Reno yang sudah selesai membereskan barang-barangnya langsung berjalan menuju motornya meninggalkan Josh sendirian.
Reno mengendarai motornya dengan kecepatan sedang menuju kastil tua itu. Tidak lama Reno akhirnya sampai di depan kastil.
Reno turun dari motornya lalu ia berjalan menuju pintu kastil. Sesampainya di depan pintu kastil Reno mengetuk pintu tersebut.
Tok Tok Tok
Tidak lama muncul seorang gadis cantik dihadapanya. Gadis tersebut menyuruh Reno untuk masuk kedalam kastil. Saat sudah berada didalam kastil Reno menatap gadis dihadapannya.
"Pasti kamu bertanya-tanya kenapa aku langsung mengijinkan kamu langsung masuk," kata gadis tersebut.
Reno menganggukkan kepalanya karena ia sangat penasaran dengan gadis didepannya.
"Pasti kamu disuruh Josh untuk mendekati pemilik kastil ini kan?" tanya gadis tersebut.
"Iya Josh yang menyuruh ku untuk mendekati mu dan dia menjanjikan ku sejumlah uang," ucap Reno dengan polos.
Tiba-tiba gadis tersebut berada dibelakangnya lalu gadis tersebut membelai leher Reno dengan lembut.
"Kamu mau lebih dari itu tidak, tapi ada syaratnya?" tanya gadis tersebut.
"Mau tapi apa syaratnya?" tanya Reno.
"Kamu akan menjadi kekasih ku dan kamu tidak boleh berselingkuh dariku, tiap malam kamu harus ke sini untuk menyerahkan darah mu padaku," jawab gadis tersebut.
"Untuk apa kamu meminta darahku?" tanya Reno dengan penasaran.
Gadis tersebut membuka mulutnya lalu ia menancapkan giginya ke leher Reno dan ia mulai menghisap darah Reno.
Reno meringis kesakitan lalu ia menatap gadis tersebut setelah gadis tersebut selesai menghisap darahnya.
"Kamu vampire?" tanya Reno dengan gemetar.
"Iya aku Vampire dan karena aku sudah menghisap darahmu kamu resmi menjadi ke kasih ku," jawab gadis tersebut.
Reno awalnya bergetar ketakutan tapi karena dirinya sangat membutuhkan uang dan sekaligus akan mendapatkan cinta gadis didepannya akhirnya ia menerima permintaan gadis di hadapannya.
Setelah hari itu tiap malam Reno selalu pergi ke kastil untuk memberikan kekasihnya darah milihnya dan sesekali ia membawa mangsa berupa hewan untuk dihisap darahnya oleh kekasihnya.
Hari-hari Reno berjalan mulus tanpa harus memikirkan uang karena semuanya sudah tersedia sedangkan Josh yang sudah dianggap tidak berguna oleh gadis tersebut dibunuh di hutan.