Awan berarak-arak di lembah bebukitan. Istana itu terlihat nyata dibalik awan putih yang menggumpal. Istana yang tidak bisa dilukiskan dalam angan-angan dan pikiran manusia biasa. Semua begitu indah dalam mata hati yang suci tak bernoda.
Istana itu dikelilingi oleh sungai - sungai yang mengalir tiada henti. Airnya jernih seperti cermin yang memantulkan cahayanya ketika kita didekat nya. Terasa sejuk dan menyejukkan jiwa.
" Bolehkah aku meminum air ini?" tanya Marlina pada seorang pemuda tampan yang maha sempurna fisiknya.
" Itu adalah air kehidupan! Jika kamu meminumnya, kamu akan hidup sepuluh ribu tahun. Apakah kamu tidak akan bosan hidup selama itu?" tanya pemuda tampan itu kepada Marlina.
" Tidak! Sesungguhnya aku selalu menanti kedatangan jodohku yang selama ini belum mendekat kepadaku." ucap Marlina.
" Siapa yang kamu nanti?" tanya pemuda gagah itu.
" Pemuda yang bisa membina aku kejalan kebajikan. Menjadikan aku sebagai permaisuri di istananya. Dan terakhir bisa mengantarkan aku masuk ke istana ini bersamanya." cerita Marlina.
" Berarti laki - laki itu sudah mendekati kamu saat ini." ucap pemuda gagah itu sambil tersenyum.
" Siapa? Dekat kan aku padanya!" sahut Marlina.
" Sesungguhnya kamu sudah dekat dan lebih dekat di sini." ucap pemuda gagah itu sambil menunjuk jarinya tepat ke jantung nya.
" Apakah itu kamu?" tanya Marlina.
" Kamu jangan lagi bercanda dengan aku!" tambah Marlina.
" Kemari lah! Dan berjanji lah agar kamu bisa menyatu dalam diriku." kata pemuda itu.
" Siapa namamu?" tanya Marlina.
" Aku adalah Dewa mu!" ucap pemuda tampan itu.
" Apakah kamu bisa dipercaya?" tanya Marlina.
" Tentu saja! Garis tanganmu sudah tertulis berjodoh dengan aku. Kamu akan menjadi permaisuri ku disini. Menemani aku dalam kebahagiaan sejati." ucap pemuda tampan itu.
" Apa buktinya?" tanya Marlina.
" Buktinya? Selama kamu di bumi. Kamu selalu berbakti dengan suamimu. Selalu ikhlas dalam menjalani tugas kamu sebagai istri. Tidak banyak mengeluh dan selalu taat akan perintah suamimu. Dan aku adalah suami kamu yang sudah disempurnakan oleh Tuhanku." cerita pemuda tampan dan gagah itu.
" Apakah kata - kata kamu bisa dipercaya? Apakah kamu adalah Jodohku? Apakah kamu suamiku dulu? Kenapa kamu begitu sempurna?" tanya Marlina.
" Minumlah air kehidupan ini! Bahwasanya kamu akan disempurnakan seperti aku dan hidup kekal di istana cinta ini." ucap pemuda gagah itu.
" Oh benarkah?" tanya Marlina sambil mengambil air kehidupan itu dengan gelas yang terbuat dari perak.
" Air ini sangat menyejukkan dahagaku." ucap Marlina.
Tiba - tiba Marlina berubah wujudnya menjadi lebih muda dan segar. Keriput di wajahnya seketika menghilang. Kulitnya bercahaya. Rambut - rambut yang memutih itu berubah warna menjadi hitam yang lebat. Kesempurnaan yang terlihat nyata tanpa cacat.
Marlina mulai mendekati air sungai yang tenang itu. Ada pantulan wajahnya yang terlihat cantik dan anggun. Marlina terpesona dengan wujudnya sekarang. Berkali-kali Marlina mencubit dirinya sendiri. Apakah yang dia alami adalah mimpi setelah kematian nya kemarin. Kini, Marlina bertemu dengan suaminya yang sebelumnya tidak ia kenali.
" Apakah aku menjadi cantik?" tanya Marlina.
" Tentu saja! Kamu adalah permaisuri aku yang paling cantik diantara dayang - dayang di istana cinta ini. Dan aku adalah Dewa mu." ucap pemuda itu.
" Apakah kamu adalah suami ku?Jika benar siapa nama kamu waktu hidup di bumi?" tanya Marlina.
" Aku adalah Dewa!" jawab pemuda itu.
"Baiklah kalau begitu aku adalah Dewi mu!" sahut Marlina.
"Masukkan ke istana ku! Sesungguhnya aku sangat bersyukur memiliki istri kamu yang bisa membawa aku ke istana cinta ini." ucap pemuda itu sambil menggandeng tangan Marlina masuk ke istana cinta yang megah tak terlukiskan.