Ini perjalanan pertamaku ke kota, panggilan kerja yang mengharuskan ku merantau. Demi rupiah, demi emak bapak dan kedua adikku.
Singkat cerita, aku menaiki bus malam antar kota. Jam 20.00 WITA bus yang ku tumpangi mulai melaju dengan kecepatan sedang. Rintik hujan menemani perjalanan kami, sebagian penumpang tertidur.
Namun aku tak dapat memejamkan mataku, hingga bus berhenti di sebuah rumah makan. Aku memilih turun, menukar kupon makan.
Disinilah ceritaku dimulai, kulihat kursi sebagian sudah penuh oleh penumpang lain. Aku melirik kiri kanan, sampai mataku tertuju pada bangku kosong didepan seorang gadis, dia tersenyum padaku, begitupun aku.
Aku terpesona, senyumnya memperlihatkan lensung pipi disebelah kanan. Cantik sekali, rambutnya hitam panjang kulit putih, bulu mata lentik, namun wajahnya sedikit pucat.
Kami makan dalam diam, sesekali kulirik dia. Aku sangat ingin mengenalnya.
"Ehmmm, bolehkah aku tahu namamu?" kataku mengulurkan tangan.
" Tentu, namaku mawar" jawabnya, tapi ada yang aneh, tangannya sangat dingin.
"Apa kau kedinginan?" tanyaku.
"Tidak aku hanya memegang gelas es" kata mawar, benar saja didepannya ada segelas es teh yang masih utuh.
"Kamu naik bus mana?"
"Itu" tunjuknya pada bus yang kutumpangi.
"Berarti kita satu bus, tapi aku tak melihatmu naik?" Mawar hanya diam saja.
"Kamu dari mana mau kemana?" tanyaku lagi.
"Aku dari desa A, mau ke kota C, aku kerja disana" jawabnya.
"Oh ya? Aku juga ada tes kerja disana" kataku antusias.
"Selamat yah, tetap hati hati kerja disana" ucap Mawar. Dia pergi kekasir.
Lama aku menunggu, aku masih ingin mengobrol dengannya. Ah, mungkin dia ketoilet, pikirku.
Aku pun menunggunya didepan pintu masuk bus, namun tak juga kutemui gadis itu. Aku kemudian masuk bus, kulirik satu demi satu penumpang. Tak juga kudapati wajah cantik itu. Hingga bus diberangkatkan, tak juga gadis itu terlihat.
Aku mulai bertanya tanya, siapa kah gadis itu? Aku teringat, pemuda yang duduk disampingku, mungkin dia tahu gadis itu.
"Bang" sapaku.
"Ya" jawabnya singkat.
"Apa kau melihat gadis yang tadi bicara denganku saat makan?" tanyaku, pemuda ini duduk selang satu meja sederet dengan ku.
"Gadis?" pemuda itu mengernyit.
"Yah, yang tadi didepanku".
"Aku tak melihat siapapun, malah aku heran kau bicara dengan siapa?" dia menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan.
Deggg
Seketika aku merinding, siapa sebenarnya gadis itu?
Kernet bus menyalakan televisi, disana menyiarkan berita kecelakaan yang baru saja terjadi, sekitar 30 menit yang lalu di sebuah jalan tol yang ku lewati.
Disana juga ada nama- nama korban, 'Mawar' menjadi salah satu penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan maut itu.
Aku buru-buru mengambik ponselku, berselancar dengan mbah guling. Berita terbaru, disana terpampang jelas nama beserta foto KTP korban. Namun momor dan tanda tangan diblok hitam.
Badanku langsung lemas, mendapati fakta yang baru saja aku ketahui.
"Ini tidak mungkin" gumamku, tanganku gemetar. Bahkan untuk memegang ponsel pun tak sanggup. Setelah itu gelappppp, aku dengar sayup sayup orang disebelahku menyebut namaku.
"Mas, permisi aku mau turun" ucap pemuda disebelah kiriku.
"Ah ya, silahkan" kataku sambil berdiri dari tempat duduk ku.
"Aku dimana?" tanyaku pada diri sendiri. Mencoba mengumpulkan nyawaku, yang berkelana entah kemana.
"Alhamdulillah, aku berucap syukur, ternyata aku tertidur. Dan hanya mimpi, karena aku sekarang berada diterminal bus kota C.