Jadikanlah aku pacarmu.
Kan kubingkai selalu indahmu.
Jadikanlah aku pacarmu.
Iringilah kisahku
Shella on 7
Lirik lagu ini mengalun dari audio speaker dikamar kakakku. Doni.
Ahhh...
Pas banget sieh dengan suasana hatiku yang sedang galau penuh harap.
Ohhh ya, aku Mila.
Siswa kelas dua SMA Bintang Harapan Jakarta.
Kakakku Doni, mahasiswa ekonomi di universutas Trisakti semester lima.
Kami tinggal didaerah Kebayoran lama, Jakarta Selatan.
Sejak setengah tahun yang lalu tepatnya waktu kenaikan kelas dua aku mengenal lebih dekat dengan Duta dalam rangka ospek anak kelas satu.
Aku yang waktu itu anggota OSIS baru memang tak begitu aktif ,sedangkan duta sendiri adalah ketua OSIS. Dia juga aktif dalam ekskul musik dan katanya dia ada dibagian vokal karena suaranya yang bagus.
Kok aku gak tahu ya???
Awalnya aku cuma kenal sekilas aja, wajahnya pun tak begitu aku perhatikan.
Sifat buruk yang selalu tak aku hiraukan, cuek!!!
Tapi ternyata setelah dekat Duta aku harus mengubah sifat cuek ini deh.
Selain ketos Duta juga pintar dan jago karate.
Komplit untuk sekedar dijadikan idola kan??
*****
Sabtu sore itu sepulang aku latihan pramuka .
Kakaku Doni gak sempet jemput seperti biasa, katanya ada pertemuan antar mahasiswa se-jabodetabek membahas demo apalah gitu.
Ihhh dengernya aja aku serem. Demo!!!
Aku sudah keluar gerbang sekolah menuju halte, nunggu angkutan atau seenggaknya berharap ada taksi lewat.
Aku yang sedikit kudet emg gak dibolehin punya aplikasi ojek online sama mama.
"Gak aman!" kata mama, mengingat berita-berita kejadian kriminal ojek online mungkin.
Mama terlalu khawatir.
Tin tin...
Aku mengalihkan pandangan dari layar hape ke arah jalan, didepan sudah bersandar sepeda motor sport dan pengendaranya.
Cowok tinggi dengan jaket kulit hitam dan helm full facenya.
"Huh... bukan kak Doni." pikirku dalam hati.
Tapi...
"Yuk naik!" teriak orang tersebut ke arahku.
Aku celingak-celinguk mencari orang sapa tahu bukan aku yang di maksud.
"Mil ... Buruan, magrip ni!!!" Teriak cowok itu lagi.
Aku tentu kaget kok dia tahu namaku.
Aku harus waspada ini, aku mencoba menelpon kakaku untuk minta bantuan.
Tunggu-tunggu, itukan...
Setelah lama aku gak bergeming cowok tersebut turun dari motornya yang dia sandarin.
Membuka helm dan... Duta!!!
"Gak ada yang jemput kan?"
"Yuk gue antar"
"Ehhh... Eghhh tapi..." Aku salah tingkah dan gak enak hati.
"Gak papa, gue sejalan ini mau kearah rumah loe kok."
Aku memicingkan mata, setahu aku rumah Duta ada didaerah Pejompongan dan kapan dia tahu rumah aku.
Seperti tahu apa yang aku pikirkan Duta akhirnya berkata
"gue mau kerumah sepupu gue, Vian."
"Tetangga loe kan?"
Akhirnya aku mengangguk, dan ikut apa kata Duta.
Dalam perjalanan aku berpikir sendiri dalam hati tanpa berani bertanya.
Semua aku simpan sendiri sampai dia mengehentikan laju motornya disebuah taman tak jauh dari komplek perumahku.
"Mil... Gue mau loe jadi pacar gue"
Aku cengo, maksudnya apa ini???
"Gue dah lama perhatiin loe kok, loe nya aja yang cuek." imbuh Duta.
"Gak perlu jawab sekarang, besok aja"
"Tapi gue gak nerima penolakan!"
Ehhh... Ehhh apaan lagi ini.
Maksa gitu??
"Ya gue maksa."
"Habisnya loe gak peka sie!"
Duh.... Gimana nie???
Tamat