Beauty and the Beast❌ Handsome and the Beast⭕. Bagaimana seorang kentang bisa memikat Seekor Merak?
Bintik di wajah, Kaki pendek, tubuh gempal, rambut kribo, otak minus. Iuh.. Rika jijik melihat kaca yang ada di depannya.
"hah? jijik? nggak ngaca?" batin seluruh dunia.
"ini lagi ngaca wkwk" batin Rika.
Menurutnya dia adalah wanita paling kuat sejagad. Lebih kuat daripada atlet maupun para wanita cantik. Ya, hatinya memang sangat kuat sekuat baja. Dilahirkan ke dunia dengan keadaan seperti itu membuatnya kebal dengan segala kecaman, tantangan, rintangan, bahkan ulangan yang harus diulang-nya karena nilai yang rendah setiap hari.
Rika berangkat sekolah dengan sepatu kusut bekas kakak sepupunya. Dia duduk di meja depan guru dengan harapan bisa menjadi pintar. Haha. pasti itu akan menjadi meja incaran jika memang benar halnya.
Seettss... Serasa waktu bergerak lambat selambat slowmotion saat ibu guru membawa murid baru yang saaaangat tampan di belakangnya. Wajahnya bersinar secerah mentari pagi. Kakinya jenjang, se sexy kaki bangau. Tubunya besar, segagah kuda di pacuan.
"Idamanku!" Batin rika.
Namun, ada yang salah dengan murid baru itu. Pandangan matanya tak lepas dari Rika sedari dia masuk ke dalam kelas.
"Nama saya Tara, siswa pindahan dari Jakarta. Saya pindah kesini karena ayah saya dipindah tugaskan. Mohon bantuannya teman-teman." Kata Tara memperkenalkan diri.
Bu guru mempersilahkan Tara untuk duduk. Hanya bangku di sebelah Rika yang kosong. Yah.. tidak ada seorangpun teman yang mau duduk satu meja di samping Rika. Namun siapa sangka hal itu bisa memberikan Rika sebuah keberuntungan yang mungkin tak akan di dapatkannya lagi seumur hidup.
Darah Rika mulai berdesir. Bibirnya bergetar. Tangannya pun sampai dingin saking nervousnya. Tara mulai membuka sedikit pembicaraan.
"Halo, aku Tara" Sapanya sambil mengulurkan tangan
"Ha.. halo.. aku Rika"Jawabnya malu-malu.
Selama pelajaran mereka terlihat sangat akrab. Sesekali Tara mengajari Rika masalah aljabar yang hampir membuat kepala Rika berasap. Hal itu memicu rasa iri para gadis lain di kelas Rika. Para gadis itu merencanakan pembalasan dendam pada Rika sepulang sekolah nanti karena sok akrab dengan anak baru.
...
TENG!! TENG!! suara lonceng pertanda pulang sekolah sudah berbunyi. Tiba saatnya para murid untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
Rika sudah mengemasi barang-barangnya dan segera keluar dari kelas. Lain halnya dengan Tara yang masih menyelesaikan soal terakhir yang ditugaskan sebagai PR. Rajin sekali sampai-sampai PR pun hampir selesai di waktu lonceng pulang berbunyi.
Ketika Rika berjalan hendak keluar gerbang sekolah, sekelompok gadis menarik tangannya dengan kasar. Diseretnya tangan itu sampai mereka berada di belakang sekolah.
"Eh.. lo gak usah sok akrab sama Tara ya! gue nggak suka" Sentak seorang gadis.
"Lo mau gue hajar biar muka lo tambah ancur? Biar sekalian lo sadar kalau lo itu gaada apa-apanya dimata Tara!" Kata gadis yang lain.
Rikapun merasa sedih dengan ucapan gadis-gadis itu. Ia tak bermaksud sok akrab dengan Tara. Ia hanya ingin memiliki seorang teman. Ia juga ingin diperlakukan dengan lembut. hanya itu! batinnya.
Rika hanya bisa menunduk. Meski sudah tak asing dengan suasana seperti ini, bagaimanapun juga Rika masih memiliki hati yang bisa saja terluka. Sekuat-kuatnya baja juga masih bisa meleleh jika dipanaskan dengan suhu yang tinggi.
"Bawa sini!" Perintah seorang gadis kepada gadis yang lain.
Byurrrrr......
Basah sudah. Semuanya basah. Seketika waktu terasa berhenti. Keadaan menjadi sunyi tak bergeming. Sepersekian detik mata mereka terbelalk. Tangan diangkat menutupi mulut yang menganga. Bagaimana tidak? mereka kaget melihat Tara yang basah kuyup dibuatnya.
"OMG, gimana ini? kenapa malah Tara tang kena?" bisik para gadis
"kenapa dia ngelindungin Rika sampai segitunya.." bisik lainnya.
Tara mengusap wajahnya yang basah serta menepuk-nepuk bakunya yang basah.
"Kalian kekanak-kanakan banget sih! bisa-bisanya kalian bully sesama teman!" Kesal Tara.
Para gadispun bungkam tak menjawab. Kemudian Rena, peminpin dari gadis-gadis itu menjawab mewakili yang lain.
"Lagian kenapa sih kamu deket-deket sama dia? kenapa juga kamu belain dia? nggak salah kita dong kalau kamu jadi basah" Bantah Rena.
.
.
.
Terdiam sejenak. Tara tak bisa menjawab. Ia bingung, bagaimana bisa dia menyebutkan alasannya ingin selalu melindungi Rika. Sungguh berat untuk di katakan. Namun apa boleh buat, sekalian saja biar semua orang tahu. Mungkin kejujuran adalah hal yang terbaik.
"Gue suka sama Rika!"
Deg. semua menjadi diam. Selepas berbicara. Tara menarik tangan Rika untuk menjadi lebih dekan dengannya.
Cup. Bibir mereka bersentuhan. Tara mencium Rika dengan lembut, selembut kapas.
BRAKKKK!!!
Rika kaget bukan main, bagaimana tidak, ia mendengar suara keras tepat di depannya. Sungguh terkejutnya Rika saat menyadari ia masih berada di dalam kelas sambil menatap Tara yang telah selesai memperkenalkan diri.
"Sungguh Khayalan yang kurang ajar!!" batin seluruh dunia..