Naya adalah gadis SMP yang tomboy. Lebih senang bermain dengan teman cowok dari pada teman cewek karena laki - laki berpikir menggunakan logika sedangkan perempuan menggunakan perasaannya.
Basket adalah ekskul pilihannya. Baseball cap dengan visor di belakang adalah favoritnya. T-Shirt dan celana pendek di atas lutut dengan jaket yang melingkar di pinggang adalah pakaian sehari - harinya saat keluar rumah. Naya hanya memiliki 3 rok saja yaitu Rok pendek untuk seragam sekolah.
Ke sekolah tanpa make up meski sekedar bedak wajah. Jangan salah, dia bukanlah wanita lesbian yang suka pada sesama jenis.
Naya hanya ingin menjadi wanita tegar yang tidak ingin dipermainkan oleh laki - laki.
Fatma datang menjemputnya untuk berangkat bersama ke sekolah karena sore itu adalah jadwal mereka untuk kegiatan ekskul. Fatma memilih ekskul Tari sedangkan Naya memilih ekskul Basket yang jadwalnya sama dengan ekskul Tari.
Masih ada waktu untuk mereka duduk dan bertukar pendapat karena instruktur mereka sama - sama belum hadir di sekolah.
Naya menanyakan perihal pakaian Fatma. Fatma menjawab pertanyaan Naya dan menjelaskan bahwa dia terinspirasi oleh pemeran Tina dalam Film Kuch Kuch Hota Hai.
Karena rasa penasaran terhadap Tina, Naya meminta Fatma agar meminjamkan kaset CD film yang dimaksud oleh Fatma.
Naya mengambil kaset CD ke rumah Fatma setelah selesai mengikuti ekskul dan menontonnya di rumah. Naya menemukan potret dirinya dalam Film India tersebut. Ya, Anjali sahabat Rahul.
Naya semakin terobsesi pada Anjali, penampilannya hampir 100% menyerupai Anjali saat kuliah. Hampir 100% karena Naya masih setia dengan rambut panjangnya.
"Nay, Kamu itu perempuan!" Tante Sari berbicara sambil menepuk lembut pundak Naya
"Aku memang perempuan, Tante. Siapa bilang aku laki - laki?" Jawab Naya dingin.
"Perempuan itu seharusnya menggunakan makeup, meski hanya sekedar bedak karena kamu masih remaja untuk menggunakan makeup yang lain!" Tante Sari panjang lebar mengingatkan Naya.
"Aku adalah aku, Te!" Jawab Naya tersenyum tanpa mengurangi rasa hormat pada tantenya.
"Nanti kalau sudah menikah, aku akan merubah penampilanku selayaknya wanita, te!" Naya melanjutkan kalimatnya. "Tapi untuk sekarang, aku ingin bergerak bebas menikmati masa remajaku. Menyalurkan bakat dan hobi ku bermain basket"
Tante Sari tidak melanjutkan nasehatnya pada keponakannya itu karena Naya akan tetap pada pendiriannya. Tante Sari paham akan sifat Teguh pendirian yang dimiliki oleh Naya yang memang sama dengan ayahnya yaitu kakak kandung Tante Sari.
~~~SELESAI~~~