Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, aku masih senang dengan kesendirianku, aku masih merasakan trauma, entah kenapa trauma itu masih melekat diingatanku.
Pada hari ini umurku menginjak kepala empat yang menurut sebagian orang sudah tidak muda lagi, tapi aku masih merasakan jiwa mudaku yang entah dari mana rasa itu selalu aku banggakan, karena menurutku tubuh serta wajahku tak ada yang berubah, aku rajin berolahraga agar tubuhku selalu sehat dan atletis, mungkin itu salah satu kenapa aku selalu merasa muda.
***************
"Kenapa kamu masih setia ngejomblo sih gio" kata sahabatku Rio yang tiba-tiba datang kekantorku
"Enak ngejomblo dari pada punya istri ribet lihatnya" jawabku
"Kelihatannya aja yang ribet, tapi enak lo punya istri" kata rio
"Enak dari mananya, aku lihat kamu aja pusing kalo udah nyangkut urusan istri kamu" kataku
"Pokoknya enak lah, gak bisa dijelasin dengan kata-kata" jelas rio
"Enggak ah, aku masih ingin sendiri aja" kataku
"Kalo gak nikah, terus siapa yang mau nerusin bisnis lo?" tanya rio
"Ya anak aku lah, siapa lagi" jawabku
"Masak citra aku suruh nerusin bisnisku, citra kan uda punya bisnis sendiri" jelasku
"Terus kalo kamu gak nikah, mau punya anak dari mana, jangan ngehalu" ucap rio
"Ribet banget sih" gerutuku
"Ada urusan apa kamu kesini?" tanyaku
"Biasalah pengen nyariin jodoh buat yang masih jomblo" jelas rio
"Gak usah nyindir-nyindir aku, aku gak akan terima dijodoh-jodohkan lagi, pergi sana bikin aku negh lihat muka kamu" kataku kesel
"bercanda kali, jangan suka marah-marah, nanti tambah tua" kata rio
"Yang tua situ kok ngomongin aku tua, gak ngaca banget sih kamu" ucapku
"Kan kita seumuran ya kita sama-sama tua lah"jawab rio
"Situ aja yang tua aku mah masih muda" ucapku lagi
"Huuhh berat kalo ngomong sama kamu tentang umur, gak ada putusnya" sungut rio
"Aku mau kasih tau aja kalo besok kita ada meeting besok siang di cafe depan kantor sama pak ruslan" jelas rio
Tiba-tiba kakak iparku datang dikantorku
"Kenapa wajah kamu dilipat gitu dek?jelek banget" tanya kak adi suami kak gea
sebelum aku menjawab pertanyaan kakak iparku, rio lebih dulu menjawab pertanyaan kak adi
"Biasalah kak si gio kalo disuruh nikah tuh susah amat, bilangnya masih muda lagi, gak ingat umur banget kan" cerocos rio
"Bisa diem gak sih kamu" ucapku
"Gak bisa" ejek rio sambil menjulurkan lidahnya
aku melihat kak adi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kita berdua, dan akhirnya kak adi memberiku nasihat
"Bersyukurlah bisa merasakan nikmatnya hari tua, karena mereka yang mati muda tidak merasakan nikmatnya hari tua" kata kak adi
"Tuh dengerin, jangan sampai kamu mati belum merasakan nikmatnya nikah" kata rio
"kurang asem banget sih kamu" sungutku sambil melempar bantal sofa ke arah rio dan yang dilempari hanya bisa lari
pergi kamu nambah moodku berantakan....
"Do'akan aku biar cepat menemukan jodohku ya kak" ucapku
"Kakak selalu mendo'akanmu, itu tergantung kamunya aja, kamu sendiri tidak bisa membuka hatimu, padahal setiap hari ada orang yang selalu menunggumu membuka hatimu untuknya, tapi sepertinya dia hanya sia-sia" jelas kak adi
"Siapa kak" tanyaku
"Jangan tanya kakak, kamu jelas sudah tau, hari ini dia akan meninggalkan kota ini, mungkin dia sudah lelah berkorban banyak padamu" jelas kak adi lagi
"Cika" ucapku dan segera bangkit untuk menyusulnya dibandara
Setiba dibandara aku bergegas masuk, beberapa menit mencari akhirnya aku melihat cika berjalan, akupun berteriak memanggil namanya
"Cika" teriakku
"Maafkan aku, mau kah kau menikah denganku?" tanyaku langsung to the point tanpa basa-basi
"Iya, aku mau" jawabnya
Aku sangan bahagia dengan jawaban cika, mungkin ini takdirku menikah diusia yang sudah matang, kata orang menikah diusia yang sudah tua, tapi menurutku aku masih muda..... 😂
TAMAT