"Apa kita akan kencan?" tanya Yuzu pada Yuto.
"Apa kaka akan membawa ku ke tempat yang romantis? Atau kaka mau ajak aku makan? Kaka iiiiiih, jawab dong, nanti aku mati penasaran nih, dari tadi di tanya malah diem aja." gerutu Yuzu.
Bukannya di jawab, Yuto terus saja berjalan sambil menggenggam tangan kiri Yuzu.
"Hei ka Yuto, kau ini tuli apa budeg sih? Aku dari tadi bertanya looooh." keluh Yuzu sambil menggaruk kepalanya dengan tangan kanannya.
"Pak, pesen 2 porsi makan di sini." ujar Yuto yang langsung duduk di kursi yang tersedia.
Yuzu pun duduk di samping Yuto, dengan menatap heran pada Yuto.
"Aku tidak salah kan, ini ka Yuto kan?" Yuzu mencubit pipi Yuto. Pasalnya kekasihnya ini palung tidak mau makan di pinggir jalan sudah terbiasa makan di resto.
"Kau cerewet sekali ya." Yuto menjiwil hidung Yuzu dengan tatapan dinginnya.
"Ih kaka... kaka tampak aneh waktu pertama kali kita kesini. Tapi sekarang kaka yang mengajak ku."
"Itu karena kau menyukai makan di pinggir jalan." ujar Yuto.
"Mana pelangi ya ka?" tanya Yuzu sambil menatap awan.
"Pelanginya di hadapan ku."
"Mana ada, pelangi itu di awan." tunjuk Yuzu ke arah langit.
"Kau ini, nanti orang mengira kita pasangan bodoh, menunggu pelangi di saat tidak ada hujan."