Ruby seorang anak manja yang selalu menyakiti adik nya, membuat orang tuanya repot dan membuat pacar nya kualahan untuk mengurus nya setiap hari untuk berjalan-jalan, bisa dianggap anak manja.
Ketika pacar nya membelikan sebuah boneka beruang imut dan besar untuk nya, Ruby menerima pemberian boneka itu dari pacar nya.
Setelah Ruby menatap boneka itu dikamar nya ia melihat ada kejanggalan di dalam boneka itu.
"Boneka ini ko ada yang aneh ya?" gumamnua sambil membolak-balikan bonekanya.
"Aku tidak apa-apa ko..."
"Si-si-siapa itu!!" teriak Ruby dan membuang boneka itu ke lantai.
"Aku... tedy bear mu"
"Ahahahaha!!"
"Jangan takut padaku ok"
"Ka-ka-kau bisa bicara!!"
"Ya tentu saja aku bisa... aku ada di dalam tubuh boneka ini..." tersenyum lebar dan mulai mendekati Ruby dengan keadaan yang masih ketakutan.
"PERGI!!!"
"Tenanglah aku tidak akan menyakiti mu..."
"Bohong!!! pergi dari sini!!!"
Seketika boneka beruang itu duduk di samping Ruby dengan wajah ketakutan beserta kaki dan tangan yang gemetaran.
"Jangan takut aku ini baik" ucapnya yang menyentuh tangan Ruby sontak membuat Ruby semakin ketakutan.
"Ja-jangan sentuh..."
"Aku hanya ingin memberi tahu tentang keluarga mu, adik mu dan juga pacar mu saja..."
"Tentang apa emang!"
"Tentang mereka tersiksa karena ulah mu selalu..."
"Ma-maksudnya?"
"Iya... aku tahu kau pasti tidak menyadari bahwa kau telah berulah tanpa kau sadari"
"Tapi aku tidak pernah melakukan apa-apa!"
"Saat kamu kuliah kamu harus diskoring 1 minggu, karena kamu selalu terlambat tetapi kamu tidak mempermasalahkan itu"
"Dan sebab itu keluarga mu sudah capek buat didik kamu, dan yang kedua adik kamu hanya ingin menaruh bedak mu saja di kamar mu, tetapi kamu menganggap nya ingin memakai bedak mu"
Sontak membuat Ruby terdiam dan mengingat semua kejadian yang diceritakan oleh tedy bear nya tersebut.
"Dan yang terakhir adalah pacar mu, ia selalu membuat mu bahagia, ia selalu mendengar semua isi hatimu dan curhatan mu pun didengar nya, tetapi ketika ia ingin bercerita tentang isi hatinya kamu selalu malas mendengarkan nya, dan langsung menganti topik untuk membeli makanan"
"Padahal ia mempunyai masalah berat setiap harinya, ia harus banting tulang untuk keluarga nya, karena Ibunya mengalami patah tulang, dan adiknya harus sekolah"
"Be-benarkah... kenapa selama ini aku tidak tahu dan mengapa kau tahu"
"Itu karena kamu tidak memikirkan apa yang mereka rasakan, dan soal aku tahu itu kan aku hantu jadi bisa pergi dan melihat orang dengan sekejap mata"
"Oh... gitu ya... Terima kasih telah memberi tahu soal ini"
"Aku akan membiarkan pacar ku untuk bekerja sampingan dan aku akan berjalan-jalan denganya pas hari libur aja deh kalo gitu..."
"Dan aku akan rajin belajar dan bangun setiap pagi untuk bisa berangkat kuliah dan bisa mewujudkan cita-cita ku"
"Dana ku akan membiarkan adik ku untuk memakai make up ku yang penting tidak banyak"
"Nah... gitu dong... tetap lakukan hal baik itu"
"Tapi kenapa kamu memberi tahu soal ini ke aku?"
"Sebenarnya aku ingin memukul otak mu karena tidak bisa memahami perasaan orang lain"
"Tetapi tidak apa-apa lah... yang penting kamu sadar bahwa orang disekitar mu itu sedang kesusahan"
Tedy bear itu pun turun dari kasur, ia meminta pelukan terakhir dari Ruby.
"Tolong peluk aku... ketika kamu peluk aku akan pergi"
"Be-benarkah padahal aku susah senang kalau kamu selalu ngomong kaya gini"
"Tadi bukanya kamu ngusir?"
"I-iya sih... tapi pas aku lihat kamu baik, jadi gak tega kalo kamu pergi"
"Tenang aku akan kesini 1 minggu sekali ok"
"Be-benarkah yeyeyeye... asikk dan ketika kamu datang langit tolong beri tahu apa kesalahan ku yang pernah ku lakukan ya..."
"Ya... kalo ada ya, sekarang ayo peluk aku..."
"Terimakasih ya..." ucap Ruby yang langsung mengambil boneka itu dan memeluknya, seketika boneka itu pun kembali seperti boneka bisanya kembali.
TAMAT...
Jangan lupa mampir buat baca novel ku ya ^^