Pesawat garuda yang ku tumpangi mendarat dengan mulus di bandara Adi socipto.. mengantarkan kakiku menuruni tangga ke
lapangan dan memasuki pintu utama keluar.
Aq menghela nafas kasar sambil menunggu
bagasi yang hendak kubawa pulang. rasa hati
ku begitu kacau untuk saat ini. sesudah koper
ku terlihat aq pun menurunkannya .lalu pergi
meninggalkan ruang bagasi.
Aq berhenti sejenak untuk mengambil dan
menormalkan ponselku dari mode pesawat.
sambil melihat lihat disekelilingku.
Deg.........
Darahku berdesir ketika sosok pria yang kukenal
berdiri tak jauh dariku sedang menelpon seseorang.
" adi ......." gumanku..pelan apa mungkin kami
satu pesawat.
Kaki ku hendak melangkah ketika tiba tiba.
" rarra......" panggil sebuah suara menghenti
kan langkahku.
" benar rara kan " katanya ketika aq berbalik.
" iya " kataku lirih seraya menatapnya sambil
tersenyum.
" tahu kamu kesini, kenapa ngak bilang kita
satu pesawat" kata adi.
" aq ngak tahu kalo kamu juga pulang" kataku
" yah berarti kita kebetulan dong " kata adi.
" iya .. " jawabku pelan.
" mau mampir kerumahku " katai adi menawariku.
" ngak di aq langsungan " jawabku lirih tak ingin
memberi harapan.
" ya sudah gak pa pa" kata seraya tersenyum.
Kami pun bercerita sambil menunggu bisi untuk
menuju rumah. bercerita tentang pekerjaan
kantor. ya....aq dan adi satu kantor disebuah
perusahaan swasta di kalimantan. kami
bertemu disana sama sama sebagai staf kantor.
Kalau aq sebagai akuntan adi sebagai surveyor
lapangan yang menjadi staff bagian geologi
di perusahaan kontraktor alat berat.
Sesaat aq mengingat moment romantis bersama
adi yang pandai bergitar dan aq beryanyi
menikmati malam bersama sambil berkumpul dengan teman teman.
" aq pernah bercanda untuknya ketika kami
makan bersama, dan ketika itu aq sedang memasak indomie .
" ra wah masakan mu enak wah bisa dijadikan
istri nih." katanya bercanda.
" boleh tapi turunin tuh berat badan terlalu
gendut bikin aq ngak kuat" kataku membalas.
Karna memang adi rada tambun dan gemuk.
sedang kan aq kecil dan mungil. bisa gepeng
tuh bila gulat berdua.
"ra mau kemana emang " tanya adi.
" ke kota magelang " kataku lirih.
" kabari ya nanti kalo pulang sehabis cuti"
kata adi ketika mengantarku masuk bis
jurusan semarang
" insyaallah " jawabku lirih lalu melambai kan
tangan kepadanya.itu terakhir aq bertemu adi
dan tak pernah akan bisa bertemu lagi.
Bis perlahan menjauh ketika aq melihat senyum
adi untuk terakhir kalinya waktu itu.
Aq duduk tenang di kursi dekat pintu masuk
tak lama kemudian seorang pengamen masuk
membawa gitar dan duduk didepanku menyanyi
kan sebuah lagu yang sangat aq sukai.
Aku ingin menjadi..... mimpi indah
dalam tidurmu.....
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa
kau rindu ....
karena langkah merapuh tampa dirimu ooooo....
karena hati tlah lletih.....
Aku ingin menjadi sesuatu yang bisa kau sentuh...
aku ingin kau tahu bahwaku slalu memujamu.....
tampamu sepinya waktu merantai hati....oooo
bayangmu....seakan akan...
Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang
memanggil rinduku padamu......
kau seperti udara yang hela.....kau selalu ada .....
oooooo......
oooooo......
Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang.....
Tampa dirimu aku merasa hilang........
dan sepi.......dan sepi........
Hatiku rasa bergetar mendengarnya dan matamu
berkaca kaca.....
kini semuanya hanya tinggal kenangan ...
ya.....yang pernah dicintai adalah yang terlewatkan
bahkan saat itu kita pernah berjanji ingin untuk
melanjutkan kuliah bareng di Jogya.
kini semuanya hilang dan terbang bersama waktu.
seandainya waktu itu ibu tak menerima mas gaza
mungkin aq masih bisa kuliah dan bisa bersama
adi. padahal aq sudah putus dengan mas gaza.
tapi takdir menulis lain cerita hidupku.
Setelah cinta pertamaku hilang aq hanya fokus
pada sekolah, kuliah dan kerja. keinginanku untuk
kuliah lagi ku pendam hanya sebagai mimpi
yang tak pernah sampai.dulu berharap adi cinta
keduaku yang datang tapi sayang......
namun kisah itu hanya llewat saja.sebenarnya aq
menyukainya tapi kutepiskan karna tak mungkn
kini ada orang lain yang memiliki diriku
pria yang menikahiku pria yang sudah pernah
menyakiti ku. pria yang slalu egois.
Setelah 8 tahun berlalu aq mendapatkan mensos
adi di duni maya, hanya sekedar untuk menyapa
dan say hello. lewat fb.
" hai ra gimana khabarmu " sapanya padaku.
" alhamdulilah sehat mas" kataku.
" lama ngak ketemu kamu dimana" kata adi tetap
ramah.
" di magelang mas" jawabku seadanya.
" wah dulu aku sebenarnya suka kamu ra tapi...
" maksud nya naksir " kataku.
" iya sih ngak salah " kata adi.
" ngak salah naksir tapi takut ditolak" kekehnya
tertawa.
Aq hanya tersenyum dan menghela nafas.
terlambat mas andai saya sejak awal ketika aq bercanda kau serius mungkin waktu itu aq sudah
bisa bersamamu dan mengejar mimpiku" bathinku.
Tapi itu hanya kenangan yang terlewatkan.
ya .. ..kenangan masa laluku....bersama orang yang pernah singgah dihatiku. setelah kepergian Audi
ke jepang cinta pertama ku yang lost cantac
begitu saja membuatku kini hanya bisa menjalani
hidup dengan bersyukur.......
Kadang cinta tak harus memeliki.tapi cukup
sebagai penguat jiwa sebagai pemanis hidup
agar bisa dibingkai sebagai kenangan.
forever for you ...
Tamat.