"Hooaammm....(menguap) lelah sekali hari ini, bikin males saja. huh mana lagi ini kantuk kok datangnya sekarang huh gak pas sekali" Adriana itulah namaku yang kerap disapa dan di kenal Riana atau Nana kini aku telah selesai memenuhi tugas dari guruku, aku yang sudah sibuk dari tadi pagi hingga siang bolong sekarang baru merasakan begitu lelahnya di dalam tubuh ini karena aktivitas yang begitu padat di sekolahku sekarang ini, dikarenakan acara ini begitu panjang dan lama. Hingga tanpa ku sadari mata ini terlelap menuju mimpi, dan tersadar pula aku dari mimpiku ketika ada seseorang yang menyentuh pundak ku.
"maaf nona mengganggu, boleh saya duduk disini?" sapanya padaku yang setengah terkejut, dan langsung duduk di kursi sebelah ku yang kebetulan kosong dan tanpa menunggu izinku dia langsung ambil posisi wenaknya sendiri.
apa-apaan ini, gak ada akhlak ya? jujur batin ku namun bohong lidahku
"eh iya kak ngak kok gak ganggu, monggo saja, gak papa kok ini bebas untuk dimana saja asal kosong"
"sepertinya kamu lelah sekali?" bertanya sok akrab padahal gak kenal sama sekali, jangankan kenal ketemu aja baru sekarang. dia langsung menyodorkan minuman berasa jeruk padaku, yah mau gimana lagi aku ambil mubazir.
"eh buatku kak?" dia mengangguk "makasih kak" langsung ku buka tutup botolnya dan ku tegguk hingga sisa separuh. ahh segarnya, tau aja ini orang aku lagi panas dan haus saat ini apalagi minumannya masih dingin segar sekali.
Dia menatapku sambil tersenyum, "uhuk uhuk" aku kesedak minuman ini, karna kaget pas meliahat siapa dia, ternyata dia laki-laki di bawah pentas tadi yang sedang memandangiku di pentas tadi.
"pelan-pelan minumnya jangan sampai keselek gitu" ujarnya padaku. apa benar dia memandangiku tadi ya, atau ini hanya halu ku saja. tapi dia tadi senyumkan padaku. uhh.. manisnya, jadi tambah tampan sekali.
"hey nona apa kau tidak apa-apa, apa di wajahku ada sesuatu, atau kenapa kamu diam saja" dia menyadarkan lamunanku...
"eh maaf kak, tadi aku cuma bertanya-tanya apa ini mimpi atau bukan" eh kok jawab nyerocos gitu ya, ntar jawabnya apa dong.
"maaf maksud nona apa ya?". tuhkan betul seperti dugaan ku, "ngak kok kak bukan apa-apa kok. lupakan saja. oh iya memang kita pernah ketemu ya kak, kamu kok seperti pernah kenal sama aku saja" aku penasaran ini cowok emang sokrab orangnya atau gimana sih.
"iya pernah lah" jawabanmu itu loh kak buat aku tambah gak ngerti. "emang dimana ya kak, maaf aku lupa"
"tadi di aula gedung acara, kamu yang pas lagi baca puisi, kita ketemunya disana"
"eh iyakah kak" bingung aku ini orang ada benernya tapi kok aku gak faham maksudnya ya, bener sih aku baca puisi di atas panggung dan melihat dia di bawah panggung, tapi emang itu bisa di bilang bertemu?, ah udahlah gak penting itu, yang penting sekarang dia siapa, maunya apa itu yang utama.
"hemm. oh iya maaf kak kalau boleh tau kakak siapa ya, dan juga ada berkenan apa denganku?"
"oh iya lupa kenalan yuk" sambil menjulurkan tangannya, dan kusambut pula dengan tanganku.
"aku Dika Ardian, panggil aku senyaman mu saja"
"eh iya salam kenal kak Dika, saya Indra Andriana, biasa dipanggil Riana dan kadang singkatnya Nana"
"nama yang bagus Nana"
"terimakasih kaka" huh tulus gak sih mujinya.