Siang itu, Hyuna sedang berjalan santai menelusuri pantai. Tengak-tengok kanan dan kiri mamandang pesona indah langit yang dihiasi cahaya sunset pertanda hari mulai gelap. Hyuna tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berfoto. Dia mencari orang yang akan dimintai tolong untuk memotret dirinya. Tanpa Hyuna sangka sebelumnya, Hyuna menendapati seseorang. Lalu dia mendekati seseorang itu dengan langkah anggunnya.
Hilihh anggun katanya😂
"Annyeong, bolehkah saya meminta bantuan Anda?" Ucap Hyuna dengan sopan.
"Ya, Anda ada perlu apa?" Balas pria itu lalu menoleh ke arah Hyuna sembari tersenyum ramah.
"Eohhh, kau?" Ucap Hyuna terkejut merasa mengenalnya.
"Iya, ada apa?" Balas pria itu lagi tidak lupa dengan senyuman mautnya.
"Woojin? Ahh kau Woojinn ya?" Ucap Hyuna sedikit rusuh tidak lupa dengan lompatan-lompatan kecil.
"Iya, memang benar aku Woojin. Kenapa kau tahu namaku?" Tanya pria itu yang kini lupa dengan senyumannya dan digantikan dengan kedua alis yg mengerut.
"Yakk, kau tega sekali melupakan mantanmu ini" Ucap Hyuna dengan wajah cemberut.
"Kyaaa, kau, kau Hyuna? kenapa kau jadi langsing begini? Berapa lama kau tidak makan hahh?" Ucap pria itu tak kalah rusuh dan langsung memeluk Hyuna. Hyuna refleks membalas pelukan Woojin.
"Yakk, kau ini, aku ini sekarang berubah, Hyuna sudah dewasa dan cantik, kan kan kan?" Ucap Hyuna dengan menaik turunkan halisnya.
"Aniyoo, kau sama saja seperti dulu, karung goni" Ledek Woojin yang disertai kekehan.
"Pletakk" Hyuna mendaratkan jitakan di kepala Woojin.
"Kyaa, sakit hyun" Woojin meringis merasakan sakit di kepalanya.
Sementara itu, Hyuna berjalan menghindari kejaran Woojin. Woojin berlari mengejar Hyuna dan terjadilah mereka saling kejar-kejaran. Tidak lupa mereka berfoto bersama dengan background sunset. Hyuna kelelahan karena dikejar oleh Woojin. Lalu tanpa aba-aba Woojin berjongkok di depan Hyuna.
"Eohh, apa ini?" Ucap Hyuna sedikit heran.
"Cepatlah naik, jangan banyak tanya" Ucap Woojin sedikit memaksa.
Hyuna senang bukan main. Dia langsung naik ke punggung Woojin, jangan lupakan lompatan kecil yang membuat Woojin sedikit terdorong ke depan.
"Yakk, Kim Hyuna, jangan mentang-mentang kau langsing sekarang, kau seenak jidat main lompat-lompat ke punggungku, sakit" Ucap Woojin sedikit kesal.
"Pletak" lagi-lagi jitakan Hyuna mendarat di kepala Woojin.
"Cepatlah, ayo jalan" Perintah Hyuna sambil mengacak pelan rambut Woojin dan tak menghiraukan ocehannya.
Merasakan Hyuna yang sedang mengacak-acak rambutnya, seketika ada yang menyengat seperti sengatan listrik di diri Woojin. Ditambah lagi Hyuna yang mengeratkan pelukannya di leher Woojin. Sepanjang perjalanan, suasana menjadi canggung dan hening. Akhirnya Woojin lah yang membuka pembicaraan.
"Yakk, Hyuna, beginikah sikapmu pada mantanmu hmm?" Ucap Woojin canggung yang merasakan erat pelukan dari Hyuna. Lalu Woojin menurunkan Hyuna dari gendongannya.
Hyuna heran dengan perkataan Woojin barusan.
"Eohh, apa maksudmu Woo?" Tanya Hyuna sambil mengerutkan kedua alisnya.
Woojin tersenyum dan mensejajarkan Hyuna sehingga berhadapan lurus dengannya. Manik mereka beradu dengan tatapam yang sulit diartikan. Lalu dia memegang pundak Hyuna.
"Hyun, apa kau tahu..." Ucap Woojin yang langsung terpotong oleh Hyuna.
"Tidak" Ucap Hyuna memotong ucapan Woojin.
"Dengarkan dulu, aku belum selesai" Ucap Woojin kesal tapi masih tetap sabar.
"Ya sudah apa?" Ucap Hyuna dengan wajah polosnya.
"Hyun, sebenarnya aku masih suka padamu" Ucap Woojin serius sambil memegang kedua tangan Hyuna.
"Hmm terus kenapa Woojin putusin Hyuna?" Tanya Hyuna dengan wajah cemberut. Haisshh memang ya Si Hyuna agak sedikit polos, teman-teman. Dan itu membuat Woojin gemas.
"Ya mana Woojin tahu, Woojin kan ikan" Ucap Woojin sambil mencubit pipi Hyuna dengan gemasnya. Suasana hening seketika.
"Hyuna juga masih suka sama Woojin" Ucap Hyuna lirih.
Lalu Woojin dengan sigap merangkul Hyuna, mendekap kepala Hyuna ke dada bidangnya.
"Mian Hyun, aku udah nyakitin kamu. Aku sadar sekarang, bahwa fisik bukan segalanya, fisik mudah berubah, tapi hati sulit untuk berubah, waktu itu mulutku berkata putus tapi hatiku tidak, Hyun. Aku kalah dengan kegengsianku, Hyun. Hiks, hiks hiks. Mianhae" Ucap Woojin disertai air mata penyesalan.
"Udah, udah yah, Woojin jangan sedih lagi, Hyuna udah maafin Woojin kok" Ucap Hyuna sambil mengelus pucuk kepala Woojin.
"Hiks...hiks...benarkah? Berarti kamu maukan jadi pacarku lagi?" Tanya Woojin penuh harap sambil mengelap air matanya.
Hyuna hanya mengangguk mengiyakan. Lalu Woojin pun kembali mengeratkan dekapannya. Cukup lama mereka berpelukan.
"Ya sudah sayang, kita pulang yuk, udah malam juga" Ajak Woojin sambil menoel-noel dagu Hyuna.
"Ihh geli tau, ya udah ayok pulang, tapi gendong lagi yaaa" rengek Hyuna.
"Iya, iya tapi ini dulu" Ucap Woojin sambil menjukkan pipi kanannya.
"Haissshh, cuppp" Hyuna mencium pipi Woojin sekilas.
Woojin terdiam seketika merasakan kecupan di pipinya.
"Ayo Woo" Ajak Hyuna.
"Woojin" Panggilnya.
"Sayang ayooooo" Hyuna memanggil dengan keras.
"Eh, eh, i..iya ayo naik" Ucap Woojin terbata-bata lalu jongkok di depan Hyuna.
"Giliran dipanggil sayang aja Woojin sadarr" Ucap Hyuna sambil naik ke punggung Woojin.
"Hehe mian sayang" Ucap Woojin cengengesan.
Akhirnya Woojin pun mengantar Hyuna atau lebih tepatnya sang kekasih hati. Mereka terlihat bahagia setelah berhasil melepas rindu yang kini berujung temu, berlabuh pada dua sosok insan yang kini sedang berbunga-bunga. Oh indahnya taman cinta...
Sekian. Makasih yang udah baca ya.
Sonia>_<