Anak gadis yang selalu minder di keluarga nya sendiri, mereka selalu membanggakan prestasi, Pekerjaan, jabatan yang tinggi, harta benda yang mentereng, sekolah favorit , namun aku ? apa yang bisa aku banggakan.? aku berbeda . .
===
sebut saja Kristin, dari keluarga Raharjo, cucu dari anak paling tua, mempunyai wajah paling cantik di antara keluarga yang lain, nilai akademiknya tergolong pas pas an, tidak punya prestasi menonjol, dia selalu di olok olok oleh keluarga yang lain.
"Marlina, dapet rangking satu pararel lagi" ucap bibi pertama Kristin dengan bangga nya.
"Laila di terima di universitas negeri jurusan paling sulit" ucap bibi kedua Kristin dengan gembira
"Kamu, Kristin berapa nilai ujian mu saat ini? pasti memalukan lagi" ucap kedua bibi Kristin dengan ketus nya
perasaan ini campur aduk, aku pengen membalas mereka semua namun aku bisa apa, aku tidak punya apa apa, aku tidak punya prestasi, ibu dan ayahku juga cuma seorang pedagang biasa dengan penghasilan pas pas an. aku harus bagaimana ?
===
"Kudengar anakmu sedang kuliah ya kak?" tanya bibi kedua ke ibu Kristin
"Iya dia kuliah sepulang kerja, jurusan ekonomi" jawab ibu Kristin
"Kalau lulusan ekonomi di kampung kita ini kan Uda banyak, Laila dong jurusan dokter bedah, masuknya susah biayanya mahal, tapi Laila dapat beqsiswa" ucap bibi kedua Kristin dengan bangganya
"Oh syukurlah bagus," jawab ibu Kristin
Ibu menceritakan apa yang di katakan bibi kedua ke kristin. sakit hati ini mendengarnya kenapa selalu aku di cemooh, saat ini aku masih belum belum bisa membalas mereka semua.
Ya aku memang berbeda dengan mereka semua, mereka pandai, dapat kerjaan layak, mertua kaya, lulusan universitas terkemuka. aku. .?? sementara aku hanya mempunyai wajah cantuk, itu menurut mereka.
Aku ingin balas dendam tapi aku belum mampu, aku ingin mereka tidak meremehkan ku lagi. tapi bagaimana ?? aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, Mengapa aku berbeda dengan mereka?? itu yang selalu ada dalam pikiranku, cuma satu ingin balas dendam.
===
Aku selalu berusaha semampuku, Namun aku selalu gagal dan gagal lagi. .
"Marlina, tahun depan menikah dengan seorang tentara" ucap bibi pertama Kristin dengan bangganya
"Laila sang dokter kesayanganku, mau dilamar seorang pengusaha kaya" ucap bibi kedua Kristin
Aaahh aku muak mendengar ocehan mereka setiap saat, yang selalu membanggakan apa yang mereka punya. sementara aku?? aku selalu terpojok dan terhina, mengapa mereka selalu mendapat yang terbaik kenapa aku tidak. .oh Tuhan mengapa aku berbeda . .