NovelToon NovelToon

KEISTIMEWAAAN AZAM

BAB 1

" zam,Azzam !! " panggilan keras terdengar dari suara panggilan ibu wati yang kini sedang mencari keberadaan anaknya. di karenakan di waktu sore hari sang anak keluar bermain hingga larut menjelang maghrib tidak kunjung pulang.

" kemana lah anak itu dari sore sampai maghrib gak pulang-pulang " gumam ibu wati yang sedari tadi tak kunjung menemukan anaknya

di sisi lain si azam kini tengah duduk sendirian bermain dengan mobil mainannya di sebuah lapangan kecil. dan di saat bermain azam melihat anak kecil yang kepala plontos lewat di depannya dengan tidak memakai baju hanya menggunakan kolor.

"heii, kamu mau kemana?" tanya azam. mendengar panggilan itu si bocah plontos berhenti lalu menoleh ke azam dengan heran.

" di tanya kok malah diam aja " azam berbicara lagi.

" kamu bisa lihat aku ?? " tanya si tuyul.

" emang aku buta apa gak bisa liat orang " jawab azam. si tuyul pun keheranan, lah di kira dirinya orang.

" kamu emang gak tau aku ini siapa ?? " tanya si tuyul. azam malah keheranan juga mendengar jawaban si tuyul. " kalau aku tahu ngapain aku tanya kamu gundul " jawab azam. " terus kenapa kamu gak pakai baju, cuma koloran aja gak d marahin sama mamakmu apa ? "

" Aku gak punya mamak, emang dari sononya aku pakai beginian " jawab tuyul. " beneran kamu gak tau aku ni siapa ? jarang jarang loh manusia bisa liat aku".

" masa kamu gak punya mamak ? trus yang lahirin kamu siapa, kalau gak punya mamak " jawab azam.

" iya aku gak punya mamak, emang mamak tu apa ? jawab heran tuyul

si azam pun bingung mau jelasin mamak itu apa karena azam yang masih berumur 4 tahun jadi gak sampai bisa menjelaskan.

" terus kamu mau kemana ? " tanya azam.

"aku mau kerja untuk majikanku" jawab tuyul.

"emang kerja apa ? anak kecil emang boleh kerja, kan cuma orang besar aja yang boleh kerja " tanya azam yang kebingungan.

" yaa aku di suruh ambil uang, terus aku kasih ke majikan aku, kalau sampai gak dapat uang bakal di marahin sama majikan aku " jawab tuyul.

" hmm, orang tua kamu gak bisa cari uang apa masa harus anak kecil yang cari uang. ayah aku aja kerja biar dapat uang biar bisa beli mainan buat aku, hehehe " jawab azam dengan polosnya, karena dia tidak mengerti dan tidak tahu kalau dia berbicara dengan mahkluk halus.

" ya udah aku pergi dulu aku mau kerja lagi, nanti kapan kapan kita ketemu lagi ya, dadah !! " jawab tuyul sembari berlari.

" iya nanti main bareng lagi ya, dadah " jawab azam sembari melambaikan tangannya.

kembali lagi ke ibu wati yang kini tengah mencari anaknya yang tak kunjung menemukan anaknya. di saat menuju ke lapangan sang ibu melihat anaknya yang sendirian bermain dengan mainannya.

di saat akan menghampiri anaknya si ibu heran melihat tingkah anaknya yang berbicara sendiri sambil melambaikan tangannya, tetapi tidak ada orang sama sekali.

sang ibu berlari menghampiri anaknya agar bisa membawa pulang azam.

"Azam, kenapa kamu gak pulang haah ? gak tau uda mau maghrib ini, ayok kita pulang sekarang ibu udah capek cari kamu sampai keliling kampung " jawab sang ibu sambil memarahi anaknya.

"ehh ibu, hehehe iya ya bu ! azam pulang, jangan marah marah ya bu " jawab azam sambil cengengesan.

" kamu ini gak tahu waktu apa, capek ibu cari kamu tahu gak !? ibu tuh khawatir sama kamu udah jam segini belom juga pulang, ayok cepat bawa mainan kamu, lain kali jangan jauh jauh mainnya " jawab sang ibu.

lalu mereka pun pulang, sang ibu menggendong azam. dalam perjalanan pulang, sang ibu teringat kembali pada saat azam berbicara sendiri sambil melambaikan tangannya.

sang ibu penasaran lalu bertanya kepada anaknya " zam, tadi kamu ngomong sama siapa tadi ? trus kamu dadahin sama siapa ? ".

"owhh, itu bu sama temen azam bu " jawab azam.

si ibu heran karena tidak ada siapa siapa di lapangan tadi. " temen kamu yang mana? tadi ibu gak lihat siapa siapa ? " tanya si ibu

" itu loh bu temen baru azam yang kepalanya gundul, trus gak pake baju cuma koloran aja bu !! " jawab azam dengan polosnya.

deghhh,,,

si ibu kaget dengar penjelasan si anak. dengan langkah cepat si ibu langsung menuju kerumahnya.

sang ibu tahu bawa sedari tadi tidak ada siapa siapa di lapangan tadi. si ibu tahu apa yang di maksud dengan penjelasan azam tentang temen barunya dengan ciri ciri yang di jelasin azam.

selang beberapa lama akhirnya tiba di rumah, si ibu langsung menurunkan azam, lalu menyuruh azam untuk mandi. setelah mandi dan memakaikan baju azam, mereka bersiap untuk makan malam.

si ibu masih memikirkan tentang cerita anaknya yang tadi, apa mungkin si anak imajinasinya terlalu tinggi.

tapi kalau itu imajinasinya, kenapa sosok yang seperti itu yang di gambarkan si anak.

" zam emang bener kamu ketemu temen kamu yang gundul itu ? " tanya ibu yang masih penasaran.

"bener bu, azam gak bohong kok ! tadi azam ngobrol bu, katanya dia mau kerja cari uang bu ! masa anak kecil di suruh kerja !? emang bisa bu ya kalo anak kecil kerja ? kalau begitu azam kerja juga biar bisa beli mainan lagi Buu hehehe,," jawab azam yang menjelaskan kepada ibunya.

"husshh, kamu ini mana ada anak kecil yang kerja ! lain kali kalau kamu ketemu lagi sama dia, kamu jangan ikut dia ya nak ! jauh jauh sama yang gundul itu, ada dengar kamu azam !! " jawab ibu yang ngeri sekaligus kaget saat mendengar penjelasan azam.

" kenapa gak boleh bu ? kan bagus biar dapat uang ! dia juga gak jahat kok bu ! " jawab azam yang memohon kepada ibunya.

" kamu harus dengerin apa yang ibu bilang, kamu gak boleh lagi main sama yg gundul itu ! " jawab ibu yang tidak mau menjelaskan siapa yang sebenarnya yang di lihat anaknya.

'' aku harus kasih tau ayah kenapa dengan azam yang bisa melihat hal yang tak kasat mata, atau ini hanya ilusi saja, aku gak mau anak ku bisa melihat hal hal yang gak bisa di lihat oleh orang orang pada umumnya '' gumam sang ibu yang khawatir dengan anaknya.

sang ibu gak mau anaknya seperti itu, takut anaknya yang di anggap gila oleh orang kampung atau sama teman temannya.

jam menunjukan pukul 20.00 terdengar ketukan pintu dengan mengucapakan salam "Assalamualaikum".

keduanya mendengar salam itu, dan azam lngsung berlari menuju pintu dan membukanya dan ternyata sang ayah telah pulang dari kerjanya.

" Walaikumsalam ayah " jawab azam langsung memeluk si ayah.

sang ayah langsung menyambut anaknya yang minta di peluk dan langsung menggendong azam sembari masuk ke dalam rumah.

BAB 2

Melihat sang ayah yang sudah pulang si ibu menyambut suami dengan menyium punggung tangan suami.

" ayah langsung bersih bersih ganti baju habis tu makan malam, azam kamu turun dari gendongan ayah, kasihan ayah baru pulang kerja " titah ibu kepada suami dan anaknya.

" iya bu, ayah mau langsung mandi ini uda gerah juga, azam turun dulu ya nak ayah mau mandi dulu " jawab ayah yang juga menurunkan azam dari gendongannya.

" iya yah,,yah nanti habis makan malam kita main ya yah " jawab azam sekalian minta sang ayah untuk menemaninya bermain.

" iya nanti ayah selesai mandi sama makan malam ya nak !! " jawab ayah yang menyetujuinya untuk permintaan sang anak.

setelah itu ayah bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. selesai mandi dan sudah berganti pakaian, langsung menuju ke meja makan yang sudah di siapkan oleh sang ibu. di meja makan hanya ada ayah dan ibu, sedangkan azam melanjutkan main di ruang keluarga.

beberapa saat kemudian ayah sudah selesai makannya. tidak lupa si ibu membersihkan meja makan dan menyuguhkan teh hangat untuk ayah.

selesai ibu membersihkan piring piring kotor, si ibu menuju meja makan menemani sang suami yang lagi bersantai sambil minum teh hangat.

" yah, ibu mau membicarakan sesuatu sama ayah tentang si azam anak kita yah " sang istri memulai obrolan dengan suami tentang keanehan anaknya.

" kenapa dengan azam anak kita bu ? " jawab sang suami yang heran dengan pertanyaan istrinya.

" jadi gini yah, tadi kan ibu keluar untuk mencari azam yang gak pulang pulang karna mau maghrib, trus ibu mencari lama untuk menemukan azam dan ternyata azam bermain di lapangan yang agak jauh dari rumah kita " sang istri menjelaskan.

" ya gak apa apa lah anak kita main di lapangan, ibu ini ada ada aja, main d lapangan kok ngerasa aneh, hehehe" jawab suami sambil cengengesan mendengar penjelasan istrinya.

" isshhh ayah ni dengerin dulu ibu ngomong, bukan masalah mainnya yang aneh yah " jawab sang istri yang gemes sama suami ketika di potong penjelasan sang istri.

" jadi waktu pas ibu udah ketemu azam mau jemput, ehh ibu kaget liat anak kita yang ngomong sendiri yah. habis tu dadahan lagi, padahal ibu gak liat ada siapa siapa yah ! coba deh yah kita bawa ke psikiater, ibu khawatir liat anak kita itu, ibu takut yah " sang istri menjelaskan kejadian aneh yang di alaminya karna khawatir takut kenapa kenapa dengan sang buah hati.

mendengar penjelasan sang istri si ayah langsung mengkerutkan dahinya. " ibu ini kejauhan mikirnya, ya namanya juga anak kita masih kecil bu. mungkin itu khayalan anak kita aja bu, kan wajar kalau anak se usia anak kita ada teman khayalan ! masa iya harus sampe ke bawa ke psikiater segala ! " jawab sang suami yang menolak ke anehan anaknya.

mendengar ucapan suami yang acuh tak acuh sang istri jadi geram, dan mencoba menjelaskan lagi kepada suami. " bukan temen khayalan yah ! tadi ibu udah tanya sama azam, dan tau gak apa jawaban anak kita ? "

" emang apa yang di bilang anak kita bu ?? " tanya sang suami yang penasaran.

" begini yah, azam bilang teman dia itu kepalanya gundul terus cuma koloran aja. dan lebih herannya lagi dia bilang temennya itu lagi kerja. terus si azam mau ikutan cari uang juga, ibu jadi takut yah anak kita itu gak tau siapa sebenernya yang di lihatnya yah. ayah tau kan ciri cirinya itu makhluk seperti apa yang di liat anak kita ? " si istri menjelaskan secara rinci dengan apa yang di alaminya sembari takut dengan kondisi sang anak.

deghhhh,,

sang suami kaget dan terkejut atas penjelasan si istri, suami tahu apa yang d maksud sang istri mengenai sosok yang di lihat anaknya. antara percaya atau tidak, suami masih berpikir positif tentang cerita dari sang istri.

" mungkin anak kita ada nonton film tentang itu bu jadi terbawa ke khayalannya ! nanti kita coba biarkan dulu untuk kedepannya semoga aja itu cuma khayalan. yang penting kita mengawasinya terus ! " sang suami mencoba menjawab dengan pikiran jernih agar si istri tidak terlalu cemas.

" tapi yah, kalau seandainya anak kita memang bisa melihat hal hal seperti itu, ibu takut buat perkembangan anak kita yah !! " sang istri menjawab dengan rasa kecemasan kepada sang anak.

" kalau seandainya emang seperti itu kita akan coba bawa anak kita ke pak ustadz ya bu ! intinya kita awasi saja dulu perkembangan anak kita ! " jawab sang suami yang menenangkan istri agar tidak gelisah.

" baik yah kalau seperti itu, ibu akan mengawasi anak kita ! " jawab sang ibu menerima saran dari suaminya.

di sisi lain azam yang menikmati mainnya. tiba tiba mendengar suara panggilan dari sudut ruangan yang ternyata sosok plontos yang bukan lain adalah tuyul yang d temuin azam di lapangan tadi.

si azam menoleh lalu melihat sosok itu kemudian mengajaknya ikut bermain dengannya.

" ehh ndull sinii !! ngapain di situ ? ayok main bareng kita !! " ajak azam kepada sosok tersebut.

dengan cengengesan tuyul itu menerima ajakan azam dan ikut bermain dengannya.

" habis darimana ndull ? " tanya azam

" habis kerja, pas lewatin rumah kamu, aku lihat kamu lagi main ! jadi aku ke sini dehh, hehehe" jawab tuyul sambil cengengesan.

" ohh iya, aku gak dengar kamu masuk ? trus kamu masuk dari mana tadi ndull ? " tanya azam lagi.

" masuk ya tinggal masuk aja, apa susahnya sih !! hehehe, aku boleh ikut main gak ? " jawab tuyul yang tidak terlalu mau menjelaskan dari mana dia masuk dan juga meminta izin azam untuk ikut gabung bermain.

mendengar penjelasan tuyul si azam tidak mau memikirkan lagi dari mana tuyul itu masuk karna emang azam belum ngerti apa apa.

" ya udah sini ayok main !! " kata azam

" oh iya, kamu gak d cari mamak mu nanti kalau kamu lagi main di sini ?" tanya azam lagi.

" Aku nanti pulangnya pas tengah malam, gak bakal aku di cari sama yang namanya mamak itu " jawab tuyul yang tidak tahu itu mamak.

mendengar jawaban tuyul si azam kebingungan karena sosok itu tidak tahu dengan sosok mamak atau ibu. tidak mau menjelaskan lagi, mereka asyik bermain dan tertawa bersama.

kembali lagi ke ayah dan ibunya azam, setelah berbicara tentang anak mereka yang di nilai ada keanehan pada azam. tiba tiba ayah dan ibunya azam mendengar anak mereka yang tertawa di ruang keluarga.

mereka sadar bahwa anak mereka bermain disana tapi anehnya kenapa anak mereka tertawa riang seperti itu.

orang tua azam penasaran lalu pergi ke ruang keluarga dan setelah itu melihat azam bermain sambil tertawa dan sesekali mengobrol sendiri.

mereka bingung dan kaget pasalnya kalau tertawa sendiri tidak masalah mungkin seru dengan bermain sendiri. tapi ini azam terlihat berbicara sendiri.

BAB 3

Orang tua azam saling berpandangan dan heran melihat tingkah anaknya yang berbicara sendiri.

dan sebelum itu si tuyul dan azam yang asyik bermain tiba tiba si tuyul menyadari kedatangan orang tua azam. si tuyul hendak pergi dari rumah azam. tetapi di tahan sama azam.

"ndull,,,kamu mau kemana ? ayo main lagi " azam mencoba menahan si tyul.

"ehhh aku mau pergi dulu ya ,besok main lagi. itu orang tua kamu ada di situ lagi lihatin kita " jawab si tuyul yang langsung buru buru pergi dan seketika si tuyul tiba tiba menghilang di saat azam menoleh untuk melihat orang tuanya yang sejak tadi memperhatikan mereka.

balik lagi dimana orang tua azam lagi memperhatikan azam. tiba tiba azam menoleh dan melihat mereka " nak kamu main sama siapa sampe ketawa begitu ?trus tadi ngmong sama siap ? " tanya si ayah yang sembari mendekati anaknya.

"owhh ayah, ni yah azam main sama si ndull, main mobil mobilan " jawab azam sambil menunjuk si tuyul lalu azam jadi bingung karena tidak ada sosok tersebut. " lohh mana si ndull tadi ? kan tadi ada disini main sama azam, kemana perginya dia ya ? ".

si ayah pun bingung dengar penjelasan anaknya " azam siapa ndull itu ? perasaan ayah, kamu dari tadi main sendirian aja " tanya sang ayah yang heran dengan anaknya.

"itu loh yah temen azam tadi kesini main, ,tapi kok gak ada ya " heran azam.

"ya udah kamu sekarang beresin mainannya, terus kamu langsung tidur jangan main lagi " titah sang ayah kepada azam.

" ihhh ayah mahh tadi janjinya mau main bareng azam, sekarang malah suruh azam tidur " merengek azam ketika d suruh berhenti main oleh ayahnya.

"iya iya besok ya ayah temenin mainnya, coba liat ini udah malem terus sekarang udah jam 10 malam, azam langsung tidur ya nak " jawab si ayah agar azam bisa istrahat.

" ya udah deh tapi besok ayah temenin azam main ya, azam beresin dulu mainannya " jawab sang anak yang patuh kepada si ayah walaupun belum puas mainnya.

setelah membereskan mainannya azam segera pergi ke kamarnya dan istrahat untuk tidur. di ruang keluarga masih ada ayah dan ibu Azam yang masih penasaran dengan apa yang di jelaskan anaknya tadi.

"bener kan yah, ayah denger sendiri kan tadi azam bilang apa. ibu sampe merinding loh yah,,iihhhh " si ibu ngomong sama ayah yang membenarkan kejadian aneh pada suaminya.

" iya bu ayah denger, tapi kok bisa ya si azam bisa ngelihat hal yg begituan. ayah kok juga jadi ikutan merinding ya " jawab sang suami yang juga ikutan merinding.

" besok ayah coba undang pak ustadz ya bu, apa yg sebenarnya terjadi pada anak kita. takutnya itu berbahaya buat anak kita " sang suami memberikan sarannya untuk si istri. " iya yah, besok jangan lupa yah" jawab istrinya.

setelah itu pun mereka bergegas ke kamar untuk istirahat. ke esokan harinya ibu wati bangun pagi pagi sekali karena akan menyiapkan sarapan untuk suaminya sebelum berangkat kerja. Pak Fathir ayah azam pun bangun setelah itu bergegas mandi dan berpakain. setelah itu menuju ke meja makan untuk sarapan sebelum bekerja.

" bu, azam udah bangun belum ? " tanya si suami

" belum yah, bentar lagi ibu bangunkan,,,nanti ibu bawa azam untuk berbelanja " jawab si istri

" ohh gitu,,,ya udah ayah berangkat kerja dulu ya bu " si suami berpamitan kepada sang istri karena sudah selesai sarapan.

" iya yah,,,hati hati di jalan yah,,, yang semangat kerjanya " jawab si istri sambil mencium punggung tangan suami.

" Assalamu'alaikum " suami mengucapkan salam dan di balas sang istri " Walaikumsalam".

setelah itu bu wati membereskan piring piring kotor, sehabis membereskan urusan dapur bu wati menyusul anaknya untuk membangunkannya.

"Azam bangun nak, temenin ibu belanja yuk " ibu wati mengeluskan kepala anaknya untuk membangunkannya.

" hoaaamm,,,,iya bu azam bangun, azam mandi dulu ya bu" jawab azam membuka matanya dan sesekali menguap.

" yang cepet ya nak mandinya nanti pas belanja kita bisa dapat kebagian. takutnya udah pada habis " ibu wati menyuruh agar azam bergegas mandi.

setelah beberapa saat azam selesai mandi dan langsung menemui ibunya.

" ayok bu,,azam udah selesai " kata azam kepada ibunya. " ayok kita berangkat, ibu kunci dulu pintunya " jawab si ibu sekalian mengunci pintu rumahnya.

kemudian mereka berangkat ke warung depan yang biasa ibu ibu di kampung itu berbelanja dan saat sudah sampai, sudah banyak ibu ibu yang berbelanja. ibu wati menghampiri warung tersebut dan di sapa oleh para ibu ibu.

dan pada saat sedang memilih sayuran ibu wati mendengar gosip ibu ibu di warung. yang memulai pembicaraan itu adalah bu Rahma " tau gak ibu ibu di kampung kita ini udah gak aman lagi loh bu ".

bu ida " mksudnya bu??".

bu Rahma " gini bu di kampung kita bnyak yang kehilangan uang bu, saya aja baru kehilangan ".

bu ida " kok bisa bu,,kan di kampung kita ada pos rondanya ".

bu Rahma " itu dia bu,,tapi tetep juga kecolongan bu ! yg lebih herannya lagi, uang itu cuma sebagian aja yang hilang ".

bu Winda ikut nimbrung " kalau yang seperti ibu jelaskan itu seperti di kampung sebelah bu, katanya yang mencuri bukan manusia ".

bu ida " maksudnya bu??"

bu Winda " maksudnya itu kerjaannya tuyul bu ! kalau orang pasti semuanya bu yang di ambil ".

bu ida dan bu Rahma " Astaghfirullah,,".

bu Rahma " kok bisa di kampung kita ada yg pelihara tuyul,,"

bu Winda " makanya itu ibu ibu harus hati hati jaga uangnya bu "

mendengar ucapan ibu ibu tersebut bu wati langsung kaget karena anaknya menjelaskan apa yang dia lihat sebelumnya persis seperti yang di bicarakan oleh ibu ibu tersebut.

pada saat itu ada bapak bapak yang lagi lewat tapi dengan posisi kedua tangan di belakang pinggangnya seolah sedang menggendong sesuatu.

tanpa di sadarinya, si azam yang lagi melihat bapak itu langsung mengenali apa yang ada d belakang bapak tersebut.

si azam langsung teriak " Ehhh ndulll semalam pergi kok gak bilang bilang ! main ngilang aja kamu ". sepontan ibu wati dan para ibu ibu menoleh ke bapak tersebut.

si bapak yang lagi lewat langsung terkejut dengan teriakan si azam.

" ndull sini turun kasian bapak kamu itu udah keberatan " sambung azam lagi.

para ibu ibu kaget pasalnya di belakang bapak itu tidak ada siapa siapa. dan bapak itu pun pucat pasi karena sebenernya yang dia bawa adalah tuyul. dan lebih herannya lagi dia melihat anak kecil tersebut bisa tahu apa yang dia bawa.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!