NovelToon NovelToon

TRANSMIGRASI KE ZAMAN KUNO

1. hukuman

"Arella!! Arella bangun!!" teriak seorang wanita yang seumuran dengannya. terlihat, wanita itu berpakaian sangat rapi dan anggun. dia menggunakan pakaian gaun yang sangat indah.

sementara gadis yang dipanggil Arella itu, tanpa mengedip-ngedipkan matanya, dan menyesuaikan retinanya dengan cahaya yang masuk. terlihat, sepertinya dia sedang dikelilingi banyak orang.

"mm.. ada apa ini..? kenapa rame sekali..?" tanyanya sambil bergumam sedikit. dia mulai mensinkronkan situasi yang sedang dialaminya ini. di sana dia mengamati orang-orang berpakaian seperti pada zaman kerajaan Eropa. karena mereka nyaris berpakaian gaun untuk perempuan, dan juga pakaian laki-laki dengan menggunakan celana layaknya seorang kesatria.

namun pakaian ini jauh lebih terhormat dan juga cukup cocok bagi para pria.

(di mana ini..? kenapa pakaian mereka semua sangat aneh. ada apa ? apakah aku terdampar di lokasi syuting orang-orang yang sedang memerankan film zaman dulu..?) batinnya. dia terus mengamati dengan kebingungan, sampai dia tersadar ketika salah seorang perempuan di sampingnya tiba-tiba menangis.

"huuuuuu... Arella.. maafkan aku.. aku tidak bisa membantumu.. keputusan kaisar sudah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.." ucap perempuan itu yang seusia dengannya.

sementara gadis yang bernama Sherly yang tiba-tiba merasuki tubuh seorang gadis yang bernama Arella Arilea, dan dipanggil Arella, tampak begitu mengedit-edipkan matanya dengan cepat.

tiba-tiba dia ingat, Arella ini adalah nama figuran, yang ada di sebuah novel kerajaan yang pernah ia baca. dan setahunya, arela ini adalah Putri kaisar asli dan juga merupakan Putri mahkota.

tapi semua orang tidak mendukungnya, bahkan mereka menganggap apa yang dimiliki dan diutarakan oleh arela itu hanyalah sebuah kepura-puraan semata. mereka tidak menerima perempuan yang memberikan gagasan. mereka juga tidak menerima perempuan yang keras dan pembangkang.

sementara arela, dia pintar dan cerdas dan selalu mengeluarkan gagasan-gagasan yang bisa menyelamatkan kekaisaran ayahnya. tapi sayangnya, karena dia adalah anak perempuan, Dia sedikit tidak disukai oleh kedua orang tuanya dan juga saudara-saudaranya.

mereka lebih menyukai gadis yang tampak jongkok di sebelahnya itu. dan juga merupakan Putri kaisar, yang diangkat dari keluarga bangsawan yang berjasa pada kekaisaran ini.

mereka lebih menyukai Marisa, ketimbang Arella. Marissa sendiri tidak memiliki banyak kelebihan, kecuali wajahnya yang cantik dan keanggunan serta kegemulaannya. walaupun dia juga ikut cerdas, namun dia tidak seberani arela yang selalu mengutarakan apa yang dia pikirkan untuk kepentingan rakyat kekaisaran Orion ini.

"ARELA ARILEA, KARENA KESALAHAN YANG KAMU LAKUKAN, KAMU AKAN DIASINGKAN KE ISTANA DINGIN SELAMA 1 TAHUN. DAN KAMU TIDAK DIPERKENANKAN MASUK KE DALAM ISTANA WALAU HANYA SATU JENGKAL PUN. SEMENTARA PELAYAN, KAMU HANYA BOLEH MEMBAWA SATU PELAYAN DAN SATU PENGAWAL SAJA.!!" mutlak kaisar dengan penuh kewibawaan.

mendengar itu semua orang pun terdiam, termasuk arela. Dia sedang menyimak apa yang terjadi. Dia sedang mengingat, di bagian mananya dia mendapatkan peran.

(sial!! aku berada di pertengahan bab, di mana pengasingan ini merupakan titik lemah arela, sehingga membuat gadis ini menyerah dan menggantung dirinya. bahkan, para pelayan yang dipilih olehnya tidak mengurus jasadnya, kecuali pelayan perempuan Maya yang baru saja bergabung dengannya dan saudaranya Mario.

di sana Mereka membantu menguburkan jasad arela dengan hati-hati dan penuh dengan penghormatan. bahkan Maya sampai meneteskan air matanya, tatkala mengingat bagaimana perjuangan nona mereka ini untuk membantu memakmurkan kekaisaran ini.

"kamu selalu mengaku hebat!! dan juga selalu menindas saudara angkatmu.!! apakah itu kehebatan yang kamu tunjukkan hah!! sekarang, hukuman sudah dijatuhkan. dan silakan kamu pergi menjalani hukumanmu sendiri." arela masih duduk termenung. seolah-olah Dia terlihat menyesali semuanya. padahal otaknya sedang berpikir dan mengingat tindakan apa yang akan dilakukannya.

tiba-tiba Arella kembali tersadar dengan uluran tangan dari perempuan yang ada di sebelahnya. siapa lagi kalau bukan Marissa.

"arela.. maafkan aku.. aku sudah berbicara kepada ayahanda kaisar agar tidak mengasingkanmu, atau setidaknya mengurangi hukumanmu. tapi..-"

"sudahlah Marisa.. kamu jangan membelanya terus. kalau kamu selalu bersikap baik padanya seperti ini, dia akan terus menyakitimu. sebaiknya, diamkan saja dia biar dia tahu rasa." tiba-tiba putra mahkota mengeluarkan suaranya.

arela yang tersadar akan hal itu langsung bangkit. kemudian menatap satu persatu keluarga kekaisaran, dan beberapa para menteri yang bekerja di dalam istana. dia ingat, dalam cerita keluarga arela ini lebih mentok mendengarkan anak angkat mereka.

bahkan arela sendiri dengan terang-terangan mengatakan kalau dirinya dijebak oleh anak angkat ini. bahkan perlawanannya pun dianggap penindasan kepada saudara angkatnya. memikirkan hal itu, Dia hanya bisa mendengus kesal.

"baiklah kalau begitu kaisar. saya terima hukuman yang mulia. Saya akan bawa dua pelayan, yaitu Maya dan Mario." ujarnya dengan suara rendah apa adanya. dia tidak lagi memohon-mohon seperti biasanya, bahkan tak pernah memberikan tatapan yang seperti itu.

tatapan yang diberikan oleh arela, seolah-olah Tak memiliki emosi dan tak memiliki keinginan apapun kepada keluarganya ini. terlihat datar dan juga biasa-biasa saja.

"arela.." Arela menatap jijik ke arah Marissa. dia tahu gadis ini pasti sangat bahagia. dan dia akan pastikan, setelah dia masuk ke istana dingin yang jaraknya sangat jauh dari istana utama, dia akan mengunci seluruh akses agar semua orang tidak bisa masuk.

termasuk perempuan yang katanya adalah saudara angkat dan keluarganya semua.

"tidak masalah. tapi perlu kalian ketahui, hukuman ini adalah puncak dan titik Di mana aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian. ini adalah titik di mana aku akan berhenti untuk melangkah bersama dengan kalian. dan titik, di mana aku akan lebih mementingkan urusan pribadiku sendiri ketimbang kalian. setelah hukuman ini berakhir, Saya harap kita tidak saling memperdulikan lagi seperti sebelumnya." tuturnya dengan suara yang rendah tanpa beban apapun.

sementara permaisuri Camelia, yang merupakan ibu dari arela tampak memandang dengan tatapan sedikit Rumit. dalam hatinya, ada sedikit rasa cemas dan gusar ketika mendengar pernyataan itu. Seolah-olah, itu akan menjadi kenyataan.

"arela!! perhatikan kata-katamu.! ayah menghukummu bukan karena kami tidak menginginkanmu.! tapi perbuatanmu sudah keterlaluan." tegur salah satu pangeran yang juga merupakan kakaknya. dia yang masih belum sepenuhnya mendapatkan ingatan itu langsung menatap dengan sedikit sinis.

"begitukah!! tapi kalian tidak pernah tahu apa yang saya alami dan jalani selama hidup saya ini. yang kalian tahu selama ini hanyalah menyalahkan saya, dan menghakimi saya. kalian tidak tahu bagaimana cerita dan bagaimana kisah itu bisa terjadi."

Deg

semua para pangeran yang mendengar itu terdiam. termasuk kaisar dan permaisuri. mereka semua saling memandang, seolah-olah bertanya dan membenarkan apa yang dikatakan oleh arela.

"tapi sudahlah.. Saya juga tidak akan mempermasalahkannya lagi. kalian anggap saja hukuman ini adalah hal yang harus dilakukan untuk menebus kesalahan di masa lalu. namun masa depan diantara kita semua, tidak akan pernah tercipta."

"kalau begitu, tidak ada hal yang perlu saya sampaikan lagi. saya pamit undur diri kepada yang mulia kaisar, permaisuri, putri dan pangeran." dia langsung membungkuk hormat, dan kemudian memberikan kode kepada kedua abdinya yang telah ia sebutkan nama tadi.

dan dengan cepat mereka berdua datang menemuinya, dan segera menuju istana pengasingan.

2. berpikir

karena mereka tidak diizinkan kembali ke kediaman Putri arela terlebih dahulu, jadi mereka langsung saja menuju istana dingin di ujung kediaman yang ada di istana tersebut.

jaraknya cukup jauh dari istana utama. dan istana dingin itu juga terlihat sangat menyeramkan karena sudah dipenuhi dengan ilalang dan juga semak-semak belukar.

bahkan Di sana juga ada mata air yang telah disediakan, namun tempat mata air itu sangat kotor dan penuh dengan daun serta lumut yang tumbuh di sekitarnya. airnya juga sudah terlihat keruh kecoklatan, dan tentunya tidak bisa digunakan.

(ternyata ini yang namanya istana pengasingan, alias istana dingin. istana seperti ini yang sering aku baca di novel-novel di zaman modern.) batinnya. namun sesaat kemudian Dia teringat sesuatu.

(apa!! apa aku benar-benar terlahir kembali di zaman kuno!! lah kenapa baru nyadar sekarang goblok!!) batinnya. dia bahkan sampai memukul kepalanya dengan pelan, saking dirinya tidak menyadari hal tersebut.

waktu itu, dia hanya fokus pada ingatan sekilas yang diberikan oleh pemilik tubuh ini, dan rasa sakit di dalam hatinya karena mendapatkan perlakuan yang berbeda dari kaisar dan permaisuri. padahal dia adalah anak kandung ketimbang Marissa yang hanya merupakan anak angkat mereka.

(hah gara-gara lebih mengutamakan perasaan yang menggebu-gebu.. aku sampai tidak menyadarinya. sial sekali.. terus bagaimana aku harus hidup..) batinnya.

"nona " tiba-tiba dia kembali disadarkan dengan suara yang terdengar di belakangnya. dengan cepat dia pun langsung menoleh.

"eh astaga!! aku melupakan keberadaan kalian." ujarnya sambil mengusap dadanya karena terkejut mendengar suara serentak mereka.

"tidak apa-apa nona..; tapi nona, mulai sekarang kami hanya bisa memanggil anda nona dan tidak diperbolehkan untuk memanggil anda sebagai Putri. ini adalah perintah kaisar nona.." tutur Maya dengan sedikit kecemasan dan ketakutan.

Maya dan saudaranya Mario ini, adalah orang yang pernah diselamatkannya dulu. namun tiba-tiba mereka datang dan meminta pekerjaan kepadanya. karena memang arela orangnya yang terlalu fair dan memiliki pemikiran yang jauh ke depan, dan lebih mengutamakan keselamatan dan membantu sesama, akhirnya dia mengizinkan mereka untuk bekerja bersamanya. bahkan gaji mereka dia sendiri yang berikan, kecuali para pelayan yang lain. gaji mereka diberikan langsung oleh istana.

"tidak masalah.. kalian tidak usah memikirkan hal itu. kalian mau panggil nama juga tidak masalah kok.. oh ya.. Karena sekarang kita tidak memiliki apa-apa, dan hanya bisa bergantung pada istana ini, maka saya harap kalian bisa membantu saya untuk berusaha di sini. kita juga tidak bisa selalu mengharapkan makanan pemberian istana. palingan mereka akan memberikan kita sisa makanan saja yang tidak layak." ucapnya dengan sedikit Ketus.

dia ingat serial-serial drama kuno yang sering dia tonton, kalau orang-orang yang tinggal di istana pengasingan kadang kala akan mendapatkan makanan sisa, atau makanan yang tidak disukai. bahkan binatang pun tidak Sudi memakan makanan itu.

mendengar itu keduanya langsung membungkuk hormat.

"tenang saja nona.. kami pasti akan mencari kehidupan kita di luar.. saya sendiri yang akan pergi bekerja, sementara saudari saya akan tinggal untuk menemani Anda di sini." arela yang mendengar itu mengusap-usap dagunya sambil mengganggu anggukkan sedikit kepalanya.

"sebaiknya jangan kita bahas itu dulu.. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah membersihkan tempat ini terlebih dahulu, agar kita bisa nyaman tinggal di dalamnya. saya menilai dan melihat, kalau tempat ini bagus dan kokoh. hanya saja memang sudah ditumbuhi oleh rumput dan ilalang, bahkan banyak pohon-pohon yang sudah tumbuh besar. kita bisa menimbang pohon-pohon itu terlebih dahulu, biar kalau nanti pohon ini jadi kering, kita bisa menggunakan sebagai bahan bakar kita nanti." tuturnya tuturnya.

"baiklah kalau begitu nona. nona masuk saja ke dalam atau istirahat saja di tempat yang teduh. biar kami yang mengerjakan semuanya." tutur Mario.

"iya nona.. dan kalau nona butuh sesuatu, nona bisa langsung memanggil saya." karena arela masih butuh tenaga dan waktu untuk berpikir, dia pun langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.

"baiklah kalau begitu.. saya akan bantu nanti ya. tapi saya butuh waktu untuk istirahat sejenak."

"tidak masalah nona. kami juga bisa mengerjakannya."

"mm.. baiklah kalau begitu. kalau sudah lelah tidak usah paksakan diri bekerja. kalian bisa istirahat." ujarnya lagi langsung membuat Mario dan Maya berlangsung saling memandang.

mereka memang tahu, kalau kadang kalah, nona mereka ini akan bersikap seperti itu. tapi nona mereka juga tidak pernah menyesali apa yang dikatakannya.

mereka hanya tahu nona mereka keras kepala, tapi keras kepala sang nona itu adalah untuk kebaikan.

akhirnya mereka semua pun kembali melakukan apa yang telah mereka rencanakan. Maya dan Mario mengeluarkan sabit kecil mereka, dan mulai menebang beberapa kayu yang sudah mulai tumbuh besar itu. mereka membiarkannya roboh begitu saja, asalkan tidak menimpa bangunan tersebut.

beberapa tembok di istana dingin itu juga terlihat mulai rapuh. tapi di beberapa bagian juga masih terlihat kokoh dan berdiri dengan kuat dan tegap.

******

sementara di sisi arela sendiri. dia tampak bersandar dibawa sebuah pohon yang rindang, yang ia bersihkan terlebih dahulu sebelum ia mendudukkan tubuhnya di bawah pohon tersebut.

dia mengamati bangunan yang katanya adalah istana dingin.

"sepertinya istana ini sudah lama tidak dihuni.. atau sudah lama tidak digunakan untuk menghukum orang. buktinya, tak ada jejak-jejak kalau tempat ini pernah ditinggalin. berarti tempat ini disediakan hanya untukku.." gumamnya.

dia mulai tampak berpikir. dulu di masa lalu, Dia sangat suka mengoleksi buku-buku novel yang berbau sejarah dan kerajaan. dia juga suka mengoleksi beberapa barang antik yang berupa cincin dan kalung. tapi mengenai barang antik seperti vas bunga atau mangkuk atau lain sebagainya, dia kurang menyukainya.

"apa aku sedang dihukum juga ya.. masalahnya, aku pernah menghina novel ini. aku pernah mengatakan kalau arela ini terlalu sembrono dan blak-blakan. terlalu berani, dan tidak pandai membawa diri. dia berani tapi juga gampang emosian.."gumamnya sambil berpikir. namun sesaat kemudian, dia langsung menggelengkan kepalanya.

"aku jangan memikirkan itu dulu deh!! sebaiknya, aku pikirkan bagaimana caranya bisa menghasilkan makanan dan juga bisa makan enak setiap hari. tanpa harus menunggu makanan yang dikirim dari istana. dan kalau seandainya apa yang tertera dalam novel-novel itu benar, bisa-bisa aku dan kedua abdiku mati kelaparan." gua maunya lagi dengan otak yang terus berputar untuk mencari cara.

"andai saja aku juga memiliki ruang dimensi seperti cerita-cerita yang pernah aku baca di novel. pasti aku tidak akan kesulitan.." gumamnya lagi. dan sesaat kemudian, dia pun langsung mendapatkan ingatan aneh dalam kesadarannya.

3. bukan mimpi

DUAR!!

tiba-tiba matanya langsung terbuka lebar. bayangan yang tiba-tiba terlintas di kepalanya itu adalah sebuah penglihatan, di mana dirinya berada di supermarket yang besar, dan di sana ada berbagai macam sembako.

dan di sisi lain, di sana ada juga beberapa peralatan masak yang ia butuhkan beserta dengan tabung gas yang distok dalam toko tersebut. namun dia menganggap itu hanya khayalan semata.

"alangkah baiknya.. bahan-bahan sembako yang cukup bisa kami miliki di sini. setidaknya bisa memenuhi kebutuhan hidup kami sampai satu atau dua minggu ke depan. Hah!!" ucapnya dengan hati yang tulus dan penuh dengan keinginan.

Sring!!

dan keajaiban pun langsung terjadi saat itu juga. tiba-tiba, ada beras tanpa merk, telur sekitar 5 papan, minyak goreng, garam dan permicinan lainnya, serta sekaligus dengan alat-alat untuk memasaknya muncul di sampingnya.

Dan arela yang menyaksikan hal itu langsung membulatkan matanya karena ikut terkejut.

"astaga!! kenapa benda-benda ini-" Dia hanya bisa menganga, namun dia tidak banyak berpikir. dia pun langsung tersenyum.

(aha!! sepertinya aku juga mendapatkan keistimewaan.. kalau begitu, aku tidak perlu pusing lagi memikirkan apa yang harus kami makan. tapi tapi.. aku juga harus mengajak mereka berkebun, kebutuhan sayur-mayur kami juga itu terpenuhi.) dia pun langsung tertawa kegirangan.

di sana, dengan tangan lincahnya langsung memasang regulator gas dengan tabung gasnya. bahkan di sana dia juga langsung mengambil kuali dan menyusun tempat itu agar rapi. di sana dia juga mengeluarkan Priuk kecil, dan memasak nasi sekitar dua centong. kemudian, di sana dia juga langsung mengamati beberapa kebutuhan yang ia dapatkan tadi.

dia hanya tidak memiliki cabe, dan juga perbawangan. tetapi tidak masalah, dia akan membuat nasi goreng, karena di sana ada kemasan bumbu nasi goreng sachet. jadi dia bisa memanfaatkan itu untuk membuat nasi goreng dengan telur sebagai makanan mereka.

*******

sementara di istana.

semua orang berkumpul di halaman istana kediaman kaisar dan permaisuri. mereka duduk dengan pikiran masing-masing. kaisar Eropa ini cukup setia juga. dia hanya memiliki satu istri saja, dan juga satu selir cukup.

"ayah, ibu. arela pasti akan menyalahkanku.. perihal ini, pasti akan membuat ia dendam kepadaku.." tiba-tiba Marisa mengeluarkan suaranya. semua orang yang tampak sibuk dengan pikiran masing-masing langsung menoleh ke arah Marissa.

"kamu jangan takut Marissa. kakak kedua ada bersamamu. kalau nanti, hukumannya berakhir dan masih berani mengganggumu, kakak tidak akan membiarkan dia hidup dengan baik."

"benar adik. kakak ketiga juga akan melindungimu." tutur mereka. sementara pangeran pertama dan sekaligus anak pertama dari kaisar terdiam. dia sempat mendengar apa yang dikatakan oleh adiknya tadi, dan dia merasa naluri kecilnya sebagai seorang kakak terusik.

dia membenarkan apa yang dikatakan oleh arela, selama ini memang mereka selalu membela Marissa mati-matian dan tak pernah mendengar penjelasan dari arela. tapi di sisi lain, pangeran pertama juga tiba-tiba langsung menghibur dan menepis perasaannya itu.

(apa yang aku pikirkan.. dia pantas mendapatkannya. aku hanya perlu memastikan saja, setelah hukuman berakhir, aku akan mendidiknya dengan baik. dan aku akan mengarahkannya serta menjadi kakak yang adil.) batinnya. dia juga mengepalkan tangannya erat-erat seolah-olah menahan gejolak di dalam hatinya.

tapi kaisar dan permaisuri, mereka tidak mengeluarkan sepatah kata pun. hati mereka juga menjadi tidak nyaman dan menjadi gunda gulana.

"sudahlah! kalian sebaiknya kembali ke kediaman masing-masing. yang penting masalah arela telah selesai. nanti setelah dia selesai melaksanakan hukumannya, kalian tinggal menghibur dia saja dengan memberikan hadiah. ayah yakin, dia pasti akan luluh kembali." tutur kaisar. namun tiba-tiba pangeran ketiga bersuara.

"tidak ayahanda!! sebaiknya jangan berikan dia kesempatan. kalau kita menghiburnya, bisa-bisa dia juga akan kembali menyakiti Marissa. lebih baik, biarkan saja dia sampai nanti dia berubah." ucap pangeran ketiga.

Marissa yang mendengar pembelaan itu merasa sangat bahagia dalam hatinya. bahkan, senyum sinis dan puas tersungging di bibirnya, tanpa disadari oleh siapapun.

(hancur kamu arela.. aku tidak akan membiarkan kamu kembali mendapatkan ruang. mereka hanya boleh perhatian kepadaku, dan hanya boleh menjadi keluargaku. walaupun kamu adalah anak kandung, aku tidak peduli. yang pasti posisi sebagai seorang putri satu-satunya di kekaisaran ini, adalah milikku.) batin Marisa dengan penuh ambisi. bahkan dia sampai mengepalkan tangannya dengan kuat.

dia juga sekaligus menahan gejolak kebahagiaan di dalam hatinya, agar tidak keluar dan menimbulkan kecurigaan.

"kakak ketiga jangan bicara begitu.. Saya yakin, arela hanya ingin diperhatikan.." ucapnya dengan lembut.

"ah lupakan saja tentang arela!! sebaiknya kita kembali saja ke kediaman masing-masing."

"baiklah kalau begitu!!" akhirnya mereka semua pun bubar dan kembali ke kediaman mereka dengan perasaan yang entah bagaimana.

walaupun sebagian dari mereka tetap menghibur diri, Dengan mengatakan hal-hal yang membuat hati mereka menjadi senang dan melupakan kegunaan hati mereka.

******

di istana dingin.

setelah rela selesai memasak nasi goreng dicampur dengan telur, dia pun langsung mencari kedua abdinya. mereka berdua tentu harus diberikan asupan makanan, agar mereka tetap hidup dan bisa menemaninya.

"Maya!! Mario!! sudah istirahat dulu!! ayo kita makan terlebih dahulu." serunya dengan suara yang terdengar cukup kuat untuk memanggil mereka.

Mario dan Maya yang bekerja tanpa henti itu langsung menoleh. mereka sudah membersihkan hampir sebagian dari ke halaman kediaman ini. dan arela yang melihat itu cukup takjub. ternyata mereka bekerja cukup cepat.

"sebentar lagi nona!! tanggung!!" ujar Mario. sementara maya, dia langsung memberikan kode kepada kakaknya untuk menyusul nona. dan Mario langsung menganggukkan kepala dengan paham.

"nona.. apakah anda lap-" kata-katanya langsung terhenti, ketika tiba-tiba aroma wangi dan enak menyapa Indra penciumannya.

"nona.. dari mana makanan ini..? apakah makanan ini, diantarkan oleh istana ?" tanya Maya. mendengar itu arela langsung menggelengkan kepalanya.

"tentu saja tidak! sudah kamu tidak usah banyak tanya. cepat panggil saudaramu, dan kita makan terlebih dahulu. oh ya, pintu gerbang ini memang harus ditutup seperti itu ya ?" tanyanya. Maya yang mendengar itu menoleh ke arah pintu gerbang, dan melihat kalau pintu gerbang itu telah tertutup dan bahkan dikunci dari luar.

bahkan kayu-kayu pengganjal agar tidak sembarang dibuka pun langsung dipasang. mungkin sudah berlapis-lapis.

"iya nona! hukumannya memang seperti itu. kalau ada orang yang masuk ke dalam istana dingin ini, biasanya pintunya akan dikunci dengan rapat. makanya, orang yang keluar dari istana dingin ini pasti tidak akan tahan beberapa hari lagi, dan akan langsung meninggal." ucap Maya sambil menundukkan kepalanya.

arela kembali mengganggu-anggukkan kepalanya.

(ya sudahlah!! aku juga tidak perlu repot-repot menutupnya rapat-rapat kan.) batinnya dengan bangga.

"sudah. cepet panggil saudaramu, agar kita bisa makan. nanti kita akan kerjakan sama-sama." Maya yang mendengar itu tak berani membantah, dia pun langsung bergegas memanggil saudaranya itu.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!