NovelToon NovelToon

Antagonist Yang Menghindari Takdir

Bab 1

Syifa merasa sangat lelah, meski begitu, dia tetap harus menarik koper biru langitnya bersama dengannya.

Hari itu dia telah melakukan perjalanan bisnis selama hampir sebulan dan bisa tidur dengan nyenyak.

“Dasar pria tua botak dan gendut! Dia benar-benar brengs*k yang sesungguhnya,” keluh Syifa begitu membaringkan diri di kasur hotel yang dia tempat sekarang.

Memori di otaknya memutar kembali bagaimana bos nya mengejek bahwa dia sama sekali tidak berguna karna tidak bisa minum minuman alkohol.

Pada saat itu, Syifa yang tidak pernah minum anggur akhirnya meneguknya dan membuatnya harus muntah setelah pertemuan malam itu.

Bahkan setelah itu, para petinggi itu masih mencoba meraba-raba paha nya yang mulus.

“Menjijikkan, semoga kalian semua masuk ke neraka yang panas itu!,” ucapnya lagi.

Setelah sepersekian detik, akhirnya Syifa tersenyum.

“Tidak papa, setidaknya proyek akan berjalan dengan baik dan aku bisa pulang untuk melepas rindu pada Hansen..”

Di masa lalu, keluarga Syifa berantakan, orang tuanya meninggal lalu kakak lelakinya pun menghilang entah kemana, bukan sampai disitu saja karna kenyataannya nasib buruk selalu saja mengikuti Syifa.

Untung saja ada Hansen yang tidak pernah meninggalkannya, dia bahkan tidak keberatan jika dirinya tidak punya apa-apa.

Pada akhirnya merekapun menikah dan memiliki keluarga sederhana.

“Yes! Akhirnya besok aku bisa pulang dan memeluknya!,” membayangkannya saja sudah membuat Syifa bersemangat.

...***...

Esok harinya matahari begitu terik ketika Syifa dan bos nya sampai di bandara untuk pulang.

“Kau tidak ketinggalan barang apapun, kan?,” tanya sang bos dengan wajah jutek yang tidak Syifa suka.

“Ya, dokumennya juga sudah saya bawa,” jawab Syifa.

“Bagus..”

Keduanya pun masuk ke pesawat, dan sesampainya di tujuan mereka langsung berpisah karna sang bos telah berjanji untuk memberi 2 hari libur jika mereka berhasil mendapatkan tanda tangan persetujuan untuk kontrak itu.

Tujuan Syifa hanya satu, pulang ke rumah dan menghabiskan waktu dengan Hansen.

Senyumnya sangat cerah begitu kakinya berdiri di depan pintu apartement yang mereka sewa bersama.

Tangannya dengan cepat membuka pintu, pada saat itulah senyumnya hilang dan terganti dengan raut kebingungan.

Bagaimana tidak? Pandangannya menangkap pakaian yang berserakan di sofa dan lantai hingga berakhir di depan kamar mereka.

Jas, mantel, dasi, kemeja.. Syifa tahu itu pakaian milik Hansen, namun disana ada bra putih, celana dalam yang jelas-jelas milik seorang wanita.

Wajah Syifa seketika menjadi pucat, pikirannya sudah mengambil kesimpulan sendiri, apalagi ketika telinganya menangkap erangan dan bisikan wanita dari dalam sana.

“Uh.. pelan-pelan.. sakit, hei.. pelan-pelan.”

“Kamu sangat indah..,” Suara pria yang menggeram itu terdengar penuh kebahagiaan.

Suara siapa lagi kalau bukan Hansen?

“Pak.. sepertinya istri anda tidak bisa memuaskan anda, ya?”

“Kenapa kau menyebut nama jalang itu?!, jika saja dia bukan wanita yang membuat Kayden muak maka aku tidak akan menikahinya, aku pikir Kayden akan melepaskanku jika aku menikahi benalu yang mengikutinya setiap waktu, tapi siapa sangka dendamnya begitu kuat sampai tidak mempertimbangkan keluargaku, sekarang dia bahkan mencabut fondasi sehingga perusahaanku hampir bangkrut”

Mendengar itu membuat Syifa menggertak giginya, tangannya terkepal kuat lalu dengan tegas dia masuk ke dalam sana.

“Hansen Darael, kau bajingan!”

Tidak tahan lagi, Syifa mengambil sebuah botol minuman dekat pintu yang sepertinya dinikmati oleh keduanya sebelum berhubungan.

Dia pun membantingnya ke bagian belakang kepala Hansen yang sedang menindih wanita yang tak dia kenal.

Bab 2

Setelah mendengar suara itu, Hansen segera berbalik dan mendapati Syifa yang memasang ekspresi garang dan kejamnya, pria itu dengan cepat menghalangi botol kaca meski tetap saja melukai tangan dan sebagian punggung belakangnya.

“Syifa! Kamu gila!”

“Ya! Aku benar-benar gila! Gila karna sudah memperlakukanmu seperti manusia!,” ucap Syifa dengan perasaan kesal bercampur kecewa.

Dia selalu berfikir bahwa dia telah menemukan harapan, tetapi akhirnya semua sama saja.. nasib sial selalu saja mengikutinya, pada akhirnya tidak ada siapapun yang bisa dia percaya.

“Yah.. jika aku bukan manusia maka kamu juga tidak berbeda!, siapa yang tidak tahu bagaimana menjijikkannya dirimu yang selalu mengejar Kayden seperti wanita murahan, pada akhirnya kau di buang kan? Sudah beruntung aku mau menikah denganmu!”

Syifa melirik wanita yang sedang membungkus dirinya dengan jubah mandi di samping tempat tidur, dia tahu bahwa wanita itu sedang menikmati drama perselingkuhan ini, melihat hal itu membuat emosi Syifa naik drastis, dia mengangkat tangannya untuk menampar Hansen.

“Kau pikir kau siapa?!,” Hansen meraih tangannya yang hampir menampar pipinya lalu pria itu mengambil ujung botol kaca yang masih setengah lalu membenturkannya ke kepala Syifa tanpa penyesalan.

Sudah pasti berbeda, Syifa tidak sempat menghalaunya, jadi dia bisa merasakan cairan dari kepalanya yang mengalir ke dahinya.

Perlahan Syifa mendengar dengungan dan dirinya jatuh, saat itulah otaknya memperlihatkan banyak adegan dalam pikirannya.

Dia mengingat hari-hari perkuliahan dimana dia tak berhenti mengejar Kayden meski dia di tolak mentah-mentah.

Kemudian dia melihat lagi bagaimana orangtua dan kakaknya meninggal.

Setelah semua kenangan itu, dia sadar..

‘Oh.. sekarang aku akan meninggal ya? Sangat menyedihkan!’

Sebelum meninggal, Syifa mendengar wanita menjijikkan itu berbicara dengan suara dibuat seolah-olah sedang mengasihaninya.

“Oh tidak.. mengapa kamu membunuh istrimu?”

“Apa yang kau takutkan, bantu aku merapihkan tempat ini agar terlihat bahwa dia terselesaikan dan jatuh sendiri kemudian kepalanya terbentur botol sampai meninggal seperti ini.. sebaiknya kamu tidak mengatakan yang sebenarnya pada siapapun atau aku juga akan melakukan yang sama padamu!”

Sebelum kesadaran terakhirnya hilang, Syifa merasa agak menyesal.

‘Harusnya aku tidak menerima lamaran Hansen hanya karna Kayden menikah dengan Wanda.. Huh.. harusnya aku datang dan merobek gaun Wanda yang jelek itu!’

‘Yasudah lah.. mau bagaimana lagi? Ini adalah akhir hidupku.. setelah ini, tidak akan ada yang mengingatku lagi..”

...-ENDING-...

...***...

Setelah membaca bagian akhir, Syifa menghela nafas berat dan menutup buku dengan kesal, entah mengapa dia merasa hatinya terbebani dengan alur itu.

“Padahal aku membeli buku ini karna nama antagonisnya sama denganku, tapi endingnya kenapa semengenaskan ini sih?”

Dia tidak pernah mengira cerita itu berakhir tragis untuk antagonis yang jatuh cinta dengan tulus pada protagonist yang di tinggalkan oleh wanita yang dicintai.

“Maksudnya kenapa Wenda harus balik lagi setelah meninggalkan Kayden untuk studi dan karirnya di luar negeri?!”

Meskipun Syifa tahu bahwa semua antagonis di cerita akan mendapat hukuman, namun dia tidak habis pikir apa kesalahan Syifa?

Apakah jatuh cinta pada seseorang adalah kesalahan?

“Ini terlalu kejam!”

Lebih banyak dia membaca buku itu, semakin hatinya remuk, oleh sebab itu dia berfikir untuk membuang novel yang menurutnya berisi cerita sampah itu.

Dia keluar dari kamarnya yang berada di lantai 2 untuk bergegas turun ke lantai 1, namun karna terburu-buru, dia tidak memperhatikan langkah kakinya.

“He? Argghhh...”

Tubuhnya yang tidak seimbang membuatnya jatuh terguling di setiap anak tangga, bahkan dia tidak bisa menyelamatkan dirinya dari ujung tangga yang membentur ke kepalanya.

Pada akhirnya dia hanya menatap ke langit-langit rumah sambil merasakan cairan basah yang mengalir ke belakang kepalanya, beberapa detik kemudian penglihatannya mengabur dan akhirnya menggelap.

Bab 3

“Syifa.. syifa.. apa kamu sudah bangun?”

Syifa yang mendengar itu mengerjapkan mata dan bangun dengan linglung, kepalanya masih terasa sakit dengan denyutan di bagian belakang kepalanya.

Dia ingat bagaimana akhirnya dia jatuh dari tangga hanya karna merasa kesal dengan akhir novel yang di baca olehnya itu.

‘Duh.. sakit sekali '

Tanpa sadar dia mengerutkan kening karna rasa sakit yang masih terasa.

Di tengah itu, ada suara bahagia dari seorang wanita yang berkata, “Dia sudah bangun! Cepat panggil dokter!”

Syifa mencoba memfokuskan pandangannya namun wanita itu hanya terlihat samar-samar olehnya.

“Syifa! Kamu akhirnya bangun! Kamu benar-benar menakuti ibu!”

Mata Syifa menyipit ketika mendapati wanita itu memakai rasanya tebal dengan baju yang jelas-jelas terlihat mewah, wajahnya begitu cantik sampai dia tidak tahu apakah itu memang wajah dari ibunya.

‘Mana mungkin dia ibuku, dia bahkan tidak pernah memakai lipstik karna harus bekerja disawah..’

Syifa kembali menutup mata dan membukanya kembali untuk memastikan bahwa ini hanyalah sebuah halusinasi.

Namun nihil, semuanya sama, wanita itu masih berada di depannya dengan wajah khawatir sambil terus memegang tangannya, sedangkan dokter dan beberapa perawat sibuk memeriksa keadaan dirinya.

“Pasien sudah sadar dan kondisinya baik-baik saja, namun kami harus melihat perkembangannya”

Mendengar perkataan dokter membuat Syifa entah mengapa merasa mengantuk dan akhirnya tidur kembali.

Dia terbangun pada malam hari, saat dua melihat ke atas, cahaya lampu begitu menyilaukan sehingga dia mengangkat tangannya untuk melindungi matanya dari cahaya itu.

Sedetik kemudian Syifa kaget melihat tangan lain yang memegang pergelangan tangannya.

“Jangan bergerak, lenganmu masih tersambung dengan infus”

Itu adalah suara lelaki yang tak dia kenal dan membuatnya kembali bingung, baru saja tadi dia mendapati seorang wanita yang mengaku sebagai ibunya, lalu sekarang ini siapa?

“Kamu siapa?”

Pertanyaan Syifa membuat ekspresi pria itu menjadi agak kesal, dengan kaku dia menatap Syifa dan memarahinya, “Siapa aku? Aku Kakakmu!”

‘Kakak? Kakak yang mana? Bukankah aku anak tunggal? Oh.. ataukah mereka adalah anak sah dari ayah?’

Tentu saja Syifa tahu bahwa dia hanya memiliki ibunya karna sang ayah menghamili ibunya lalu meninggalkan mereka, jadi dia adalah anak tunggal dari ibunya, kan?

Semakin Syifa berfikir, semakin sakit kepalanya, wajahnya pun berubah pucat.

Melihat itu membuat pria itu khawatir dan bertanya, “Apa kamu benar-benar lupa padaku?”

“Hah?”

“Kalau begitu apa kamu tahu siapa namamu?,” tanya pria itu lagi.

“Syifa..”

Mendengar itu membuat pria itu menghela nafas lega.

“Setidaknya kamu masih tahu siapa dirimu, aku Sean, Seando Brajaya, kakakmu”

Mendengar itu membuat Syifa berfikir sesaat sebelum mengambil sebuah kesimpulan bahwa dia telah masuk dalam Novel yang di baca olehnya, jelas-jelas nama Sean muncul beberapa kali dalam lembar novel itu dan yang paling menyakitkan adalah ketika pria itu pada akhirnya meninggal untuk melindunginya.

"Bagaimana? Apa kau sudah ingat?"

Syifa masih tak percaya, mana mungkin reinkarnasi ke dalam novel benar-benar ada..

"Syifa Agarista Brajaya?" ucap Syifa dengan agak kaku.

"Iya.. itu nama panjang mu.. kau pasti hanya lelah sampai bisa lupa kakakmu, kan?"

'Oh tidak.. aku benar-benar menjadi antagonis yang akan kehilangan semuanya di akhir cerita.. kenapa? kenapa aku harus membaca novel yang nama antagonisnya sama denganku sih?!'

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!