NovelToon NovelToon

Menjadi Putri ANTAGONIS Milik Duke

1

Suara alarm berbunyi terus menerus yang berusaha membangunkannya seorang gadis berusia 17 tahun yang sedang bergelut manja di dalam selimutnya.

gadis itu terusik dan bangun dan mematikan alarm nya. Ia menguap dan meregangkan otot-ototnya yang kaku.

"hoaaammm hari yang indah pasti aku lebih bersinar"ucap gadis itu.

Alice Seraphia joy yang kerap di sapa Alice itu seorang gadis cantik berusia 17 tahun gadis yang bar-bar,periang dan suka menolong orang-orang.

banyak pria yang akan tertarik dengannya karena Alice benar-benar cantik dan berprestasi namun semuanya teralihkan dengan.....

"hum jam berapa ini? pasti lagi pagi kok"ucap Alice sambil menatap jam digital di atas mejanya.

"KYAAAAAAAA!!!!"teriaknya.

"gue terlambat,gue terlambat aaaaaaaaa"teriaknya sambil melompat turun dari kasur nya menuju ke kamar mandi.

Ya,di balik wajah cantik,hati yang periang dan lembut Alice gadis yang suka terlambat bangun yang berakhir dia menjadi santapan para osis tiap hari.

"duhhh habis gue,pasti si ketos itu lagi,di tambah hari ini pelajaran ibu irma habislah.Gara-gara Regina sih ngasih buku novel sampe gue begadang mana endingnya buat gue pengen mengeprek kepala tuh si putri antagonis,benci amat gue sama dia mana nama kami dua sama pula"ucap Alice sambil memakai seragam nya dengan cepat-cepat.

Setelah selesai ia mengambil tasnya dan berlari keluar kamarnya dengan tergesa-gesa.

"sudah bangun rupanya anak gadis kita pah"ucap mama.

"mama,papa selamat pagi hari ini Alice akan terlambat lagi"ucap Alice sambil memakan roti yang sudah di olesi selai coklat kesukaan nya.

"yasudah nanti biar papah antar sekalian papa ada keperluan di sekolah"ucap papa.

Alice menggeleng-geleng kan kepalanya.

"gak,gak.Alice pergi sendiri bisa berabe kalo orang-orang tau kalo Alice anak pemilik sekolah"ucap Alice.

Alice adalah putri tunggal dari pasangan pengusaha sukses di negara itu dan juga merupakan pemilik SMA dimana alice bersekolah,namun Alice tidak ingin orang-orang mengetahui indentitasnya karena ia ingin berteman dengan siapapun tanpa ada batasan ekonomi dan tentu saja demi kebebasan dirinya tanpa mencoreng nama baik keluarga nya.

Jika di tanyakan bagaimana indentitas nya di rapot sekolah,di rapot tertera nama ayahnya dan ibunya namun tidak di tulis marga keluarga nya jadi jika orang bertanya Alice hanya menjawab bahwa kedua orang tua papa dan mamanya ngefans sama keluarga Joy dan keluarga Flora.

Meskipun Alice dari keluarga yang berkecukupan tapi dia sosok gadis yang sederhana dan tidak sombong.

mama dan papanya pun tidak komen dengan permintaan putri nya yang tidak mau orang-orang mengetahui indentitasnya,karena bagi mereka dengan begitu putrinya bisa memiliki kebahagiaan tersendiri dan pengalaman yang luas tentu saja tugas mereka sebagai orang tua untuk mengawasi agar putri mereka tetap berada di garis lurus.

"nanti terlambat lagi loh"ucap mama.

"gk apa-apa ma,pa Alice emang udah berjodoh sama tiang bendera,cium dulu dong Alice cepat-cepat nih"ucap Alice sambil mencium pipi mamanya dan papanya bergantian setelah itu berlari pergi dari sana.

"memang agak lain pah anak mu itu"ucap mama menggeleng-geleng kepalanya.

"memang agak laen,tapi selama dia bahagia tidak apa-apa.Yaudah ma papa mau siap-siap dulu.ah sarapan pagi ini sungguh lezat terimakasih mah"ucap Papa.

"terimakasih"ucap Mama.

TBC (To be continued/bersambung/berlanjut.Bukan batuk TBC yah)

2

Kini Alice sampai di depan gerbang sekolah dengan menggunakan motor Yamaha Nmax miliknya.

"aaahhh kan,udah di tutup kan padahal gue udah ngebut bahkan malaikat maut aja bahagia"ucap Alice.

"eehh pak,pak bukain dong pagarnya,nona cantik seperti saya ini mau masuk pak"ucap Alice dari pagar itu menatap ke arah pak satpam yang duduk di kursi bersedekap dada menatap Alice.

"neng,neng udah bosan saya tiap hari liat wajah eneng nemplok di jeruji gerbang nih neng,kagak bisa napa eneng datang cepat begadang mulu kerjaan nya ujung-ujungnya telat.udah-udah saya gak mau bukain pintu buat kamu"ucap satpam.

"ihh bapak mah,jahat benar.Bapa punya anak kan??"ucap Alice.

"iya,emang kenapa??"ucap pak satpam.

"nah itu dia,coba bapak bayangin anak bapak telat dan gak bisa dapat ilmu hari ini dan berakhir bodoh,bapak suka gak??"ucap Alice.

"y-ya enggak dong neng"ucap pak satpam yang mulai masuk perangkap mulut manis Alice.

"sama pak,papa aku juga gitu pak"ucap Alice.

"gini aja deh pak,bukain dong gerbangnya entar Minggu depan aku bakal ke luar kota buat event karate,entar aku beliin deh sepatu plat carbon"ucap Alice.

"cih emang kamu dapat duit dari mana neng,mahal tuh sepatu kadang juga kamu ngutang sama saya buat jajan"ucap satpam.

"aaahhh ni gue udah sopan-sopannya ni pak Mayu gak cepatin buat buka gerbang,kan bisa keciduk bu irma entar" batin Alice.

"aaahhh pak kali ini serius pak,aku ada tabungan kok buat beli sepatu untuk bapak,sueer deh pak udah pak izinkan masuk dong entar di cium sama bu irma soalnya mapel dia pagi ini"ucap Alice.

"yaudah yah,janji beliin saya sepatu plat carbon dan satu lagi harus menang kamunya"ucap pak satpam sambil berjalan mendekati gerbang pagar sekolah itu ingin membukanya.

"siaapppp beres pakkk"ucap Alice lalu kembali ke sepeda motor nya dan masuk melewati pagar setelah pak Matu membuka pagarnya.

Tit.

"makasih ya pak,ingatin yah janjinya biar ingat hehe"ucap Alice lalu langsung masuk dan memarkir motornya di parkiran sekolah.

Alice melangkah kan kakinya ingin menuju ke arah kelasnya dengan seragam yang kusut,rambut yang di kuncir asal-asalan,tali sepatu belum di ikat sebelah,dan kaos kaki panjang sebelah.

"ALICE SERAPHIA JOY!!!"dari kejauhan suara itu membelah udara bagaikan gong pemanggil malaikat pencabut nyawa.

"EEEHHH JANTUNG PISANG DI GORENG PAKE MINYAK ALAM DEWA"ucap Alice yang terkejut.

"yap pagi ini di mulai dengan suara teriakan penuh kasih sayang dari ibu irma"gumam Alice sambil memundurkan sebelah kakinya ke belakang dan membungkuk memberi hormat ala-ala kerajaan.

"siap bu"ucap Alice.

Ibu irma adalah guru matematika sekaligus guru BK kini berjalan cepat mendekati nya bagaimana ikut lomba jalan cepat.

"kamu ini terlambat terus, sudah berapa kali kamu di hukum hormat bendera hah?? apa kamu pikir tiang bendera itu pacarmu? setiap hari,setiap Minggu kamu berdiri di depannya??"ucap ibu irma

"kalau tiang bendera bisa jawab, mungkin dia udah lamar aku bu"ucap Alice Santai.

"ALICEEEEE!!!!"teriak kemarahan ibu irma yang mengalun lembut seperti irama.

TBC

3

tak sampai 5 detik Alice langsung dihukum menghormat ke arah bendera.

"aaahhh akhirnya gue pada akhirnya tidak masuk kelas, coba tahu begini gue tidur lama-lama"ucap Alice.

Tampak dari kejauhan papa Alice datang untuk mengurus berkas di sekolah, ia melihat keberadaan putrinya yang kini menghormat ke arah bendera sambil mendumel.

"tuh kan dihukum lagi, Alice, Alice papa sampe geleng-geleng kepala sama kamu ini"gumam papa Alice lalu berjalan mendekati Alice.

"semangat ya sayang, tenang aja papa akan beliin skincare buat kamu biar gak hitam"bisik papa Alice.

"eeh papa!!awas kalo gak beli yang banyak,lagian gak akan buat aku hitam pah matahari sahabat aku kok"ucap Alice.

"udah ah pah,sana pergi. nanti pada ada yang tahu"ucap Alice.

"dasar anak durjana, ngusir orang tua"ucap Papa Alice lalu menepuk-nepuk pundak alice dan pergi dari sana menuju ruangan khusus miliknya.

-

-

-

lonceng istirahat pertama berbunyi dan kini Alice berjalan memasuki kelasnya setelah menyelesaikan hukumannya.

Sahabat-sahabat Alice datang mendekat saat Alice baru saja duduk di bangkunya.

"terlambat lagi lo ce?"ucap seorang siswi dengan rambut pendek sebahu yang bernama regina.

"menurut lo??"ucap Alice.

"ohhh saya sudah menduga, pasti kamu menghormat ke arah bendera tercinta kan??ckck emang keras kepala ni bocah"ucap seorang siswa laki-laki yang bernama Vincent.

"emang ada kepala yang lembek??dah lah yok kita ke kantin nih tenggorokan gue udah kayak serat kelapa tua"ucap Alice.

"yaudah deh"ucap keduanya.

lalu ketiganya pergi menuju kantin.

namun Alice berhenti sebelum diperbelokkan koridor menuju ke arah kantin atau ke toilet.

"lu berdua duluan aja, entar gue nyusul.Ginjal gue udah kepenuhan nih"ucap Alice.

"yaudah deh, kami duluan kalau gitu"ucap regina.

"lo mau dipesenin apa??"ucap Vincent.

"samain aja sama pesanan kalian, toh apa punya kalian pesan tetap ku makan juga"ucap Alice sambil pergi menuju ke toilet dengan tergesa-gesa.

"ini kalau kita masukin racun nggak apa-apa kali yah vin??"ucap regina.

"kayaknya paku-paku juga boleh deh jadi toping"ucap Vincent.

"udahlah yok buruan kek kantin"ucap regina.

Saat masuk ke toilet wanita di sana ada circle cewek-cewek pembully yang diketuai oleh anak kepala sekolah.

"cih si biang masalah, rupanya masih tahu aja dia namanya buang air ke WC,kirain buang sembarangan hahahha"ucap rose anak kepala sekolah yang menyindir Alice yang baru masuk.

"iyalah, gue juga manusia bukan malaikat, Ya kali gue nggak buang air.Eehhh eeehh lihat tuh kaca wastafelnya kok gitu sih kek jijik banget"ucap Alice sambil menunjuk ke arah kaca yang ada di wastafel itu.

ketiga wanita di dalam circle itu menoleh ke arah kaca yang ada di wastafel itu.

"jijik kan, tapi gak sadar diri muka kayak badut kaca aja sampe jijik ngelihat kalian"ucap Alice lalu masuk ke bilik ruangan toilet.

Sedangkan Rose,mira dan Cila merasa kesal dengan apa yang di ucapkan oleh Alice.

"sialan yah berani-beraninya dia menghina kita"ucap mila.

"kita kasih pelajaran aja buat dia"ucap cila.

"guys kita kurung aja dia di toilet ini biar dia tau rasa"ucap Rose sambil menatap penuh dendam ke arah pintu toilet yang digunakan oleh Alice.

TBC

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!