(Disclaimer: bahasa yang diucapkan oleh semua karakter, adalah bahasa inggris. Tapi nanti akan Author kasih tau kalo karakter tersebut bicara pakai bahasa lain)
Waktu menunjukkan Matahari akan tenggelam. Di Tahun 20XX, di suatu kota di negara Inggris/Britania Raya, terdapat sebuah toko bunga di samping jalan raya kota. Di toko bunga tersebut ada seorang wanita Asia Tenggara yang sedang mengangkat pot bunga lalu memasukkannya kedalam toko bunga. Wanita tersebut bertubuh agak tinggi sekitar 176cm, wajahnya cantik khas orang Asia Tenggara, rambut hitamnya panjang sampai dibawah pinggang, tubuh nya ramping dan terlihat agak berisi dengan otot, sifatnya baik seperti kebanyakan orang-orang Asia tenggara.
"Fiuuh.. ini yang terakhir. Banyak juga orang yang membeli bunga, apa semua orang sedang mabuk cinta? Semua pesanan hari ini untuk seorang wanita" ucap wanita tersebut
Tidak lama setelah itu, tiba-tiba seseorang masuk kedalam toko
"Maaf tuan, tokonya sudah tutup" ucap wanita tersebut tanpa menoleh kearah orang itu dan tetap fokus untuk merapikan bunga-bunga
Orang tersebut tidak menjawab, sesaat setelah itu orang tersebut mengeluarkan sebuah amplop dari jas nya
"Claw.... The White Tiger benar?, aku disini untuk mengantarkan ini" ucap pria tersebut sambil memberikan sebuah amplop
Claw berbalik dan menghadap ke pria tersebut. Lalu Claw menerima amplop nya. Setelah Claw menerimanya, pria yang memberikannya langsung pergi tanpa bilang apa-apa, seperti sudah tau kalau perkejaan nya sudah selesai
Claw membolak-balikkan amplop tersebut untuk melihat-lihat, lalu ia membuka amplop tersebut dan memeriksa isi nya. Didalam amplop tersebut, terdapat sebuah surat yang berisi sang pengirim dan juga alamat lokasi. Selain surat tersebut, terdapat 1 buah cakar dari hewan buas didalam amplop
Setelah Claw melihat Cakar tersebut, ekspresi nya berubah. Ekspresi wanita yang terlihat ramah tadi kini berubah menjadi serius. Setelah itu ia mengunci toko bunga nya dan pergi lebih dalam kedalam bangunan toko bunga nya.
Setelah didalam, Claw langsung masuk ke kamar mandi, melepas semua pakaiannya lalu membersihkan seluruh badannya yang berkeringat dengan shower. Setelah ia mandi, mengeringkan badan dan juga rambut panjangnya. Selanjutnya dia memakai celana dalam sport dan juga bra sport. Setelah itu ia berjalan kearah kamar tidur, membuka lemari baju dan mengambil celana panjang dan baju, lalu ia lempar diatas kasur.
Claw yang melihat pakaian diatas kasur, langsung memakainya. Pakaian yang ia pakai adalah celana jeans panjang dan juga baju tanpa lengan, kakinya yang panjang sangat cocok saat memakai jeans, dan baju tanpa lengan membuat Claw lebih leluasa untuk bergerak. Lalu Claw menuju meja belajar nya dan mengambil lalu memakai sebuah sabuk khusus yang dipakai untuk menyimpan alat-alatnya
"Baiklah seharusnya tidak ada yang tertinggal" ucap Claw sambil mengecek alat-alatnya yang ada di sabuknya
Setelah itu ia bejalan keluar kamarnya dan menuju ruang tamu. Diatas sofa ruang tamu, terdapat sebuah jaket jubah panjang berwarna putih yang bagian belakangnya sampai diatas pergelangan kaki. Sebelum Claw mengambilnya, ia mengikat rambut panjang nya dengan ikat rambut dengan gaya Ponytail. Setelah itu ia mengambil dan memakai jaket jubah nya.
"Sudah 2 bulan huh?" ucap Claw sambil berjalan keluar rumah yang juga toko bunga lewat jalur belakang
Setelah Claw keluar dari bangunan, ia menyusuri gang kecil yang tidak begitu terang menuju jalan raya
Tidak lama berjalan, Claw sudah hampir tiba diujung gang. Dan di pinggir jalan raya sudah menunggu sebuah mobil sedan hitam dan juga seorang pria memakai setelan jas hitam yang berdiri diam didepan pintu samping belakang mobil. Penampilan Pria tersebut memberikan kesan kalau dia adalah anggota dari Mafia
Sebelum Claw keluar dari gang, ia mengambil sebuah topeng mulut yang terbuat dari besi yang menutupi setengah wajah dari jubah nya. Lalu Claw mengarahkan topeng wajah nya dekat dengan mulutnya. Dan secara otomatis topeng tersebut terpasang dengan sendirinya diwajah Claw. Setelah itu Claw keluar dari gang dan menampakan diri dihadapan pria yang menunggu disamping mobil
"Nona Claw?" Pria tersebut bertanya
Claw hanya menganggukkan kepala sebagai respon. Pria tersebut yang melihat jawaban Claw langsung membukakan pintu penumpang dan mempersilahkan Claw untuk masuk
Claw yang melihat pintu mobilnya dibukakan langsung masuk dan duduk didalam mobil, lalu pria tersebut langsung menutup pintu mobil dan masuk ke kursi kemudi mobil
Setelah pria tersebut masuk ke kursi kemudi mobil, ia langsung menjalankan mobil ke tempat tujuan mereka. Didalam mobil Claw hanya diam dan melihat keluar jendela dan sesekali melirik kearah kemudi mobil jika ada gerakan mencurigakan
15 menit telah berlalu, kini mobil yang ditumpangi Claw telah masuk ke area Hotel mewah. Setelah mobil nya berhenti, Claw diam menunggu untuk pintu mobilnya dibuka
Dari pintu depan Hotel, seseorang dengan pakaian sama dengan orang yang menyetir mobil berjalan kearah mobil dan membukakan pintu penumpang mobil. Claw yang melihat pintu mobil terbuka, langsung berdiri keluar mobil
"Lewat sini" ucap pria tadi yang membukakan pintu mobil
Pria tersebut berjalan didepan untuk menunjukan arah. Sedangkan Claw berjalan dibelakang pria tersebut sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaket jubahnya. Sebari berjalan Claw melihat sekeliling dalam Hotel, beberapa pengunjung dan juga Security Hotel melirik kearah Claw karena topeng mulut yang terbuat dari besi yang ia pakai
Setelah berjalan dan menaiki lift menuju lantai paling atas. Pintu lift akhirnya terbuka, dan dibalik nya terdapat sebuah lorong. Di ujung lorong tersebut ada sebuah pintu besar yang menuju ke sebuah ruangan
Claw dan pria yang mengantar nya, sekarang didepan pintu besar diujung lorong. Pria tersebut mengetuk pintu tersebut 3 kali, lalu langsung membuka pintu besar tersebut.
Di ujung tengah ruangan, terdapat sebuah meja yang sering dipakai seorang CEO dan sebuah kursi dibelakangnya. Dikursi tersebut, duduk seorang pria yang terlihat bersantai dan menunggu sesuatu. Orang tersebut memakai setelan jas hitam seperti bawahannya, tetapi ia tidak memakai jas nya. Dan dia menggulung kemeja lengan panjangnya sampai dibawah siku, yang menunjukan tato di lengannya
"Claw, The White Tiger!! Aku tidak percaya bisa bertemu denganmu secara langsung!" Ucap pria tersebut dengan suara sedikit keras
"Don Raphael, sudah berapa banyak uang yang kau keluarkan untuk mencari informasi posisi ku? Kau bahkan datang jauh-jauh dari Italia ke Inggris" tanya Claw yang berdiri agak jauh dari meja Raphael
"Sangat banyak, dan itu hanya untuk mengetahui kota dan negara yang kau tinggali. Kau bahkan sampai mengetahui nama ku, memangnya seberapa besar jaringan yang kau punya?" Tanya Raphael kepada Claw
"Kau pikir aku akan memberitahukan informasi seperti itu?" Ucap Claw dengan nada mengejek
"Lalu, kalau kau sampai repot-repot begini. Siapa orang yang ingin kau bunuh?. Tapi harus ku beritahu, sang target harus lah seorang kriminal, itu adalah aturan organisasi" ucap Claw dengan serius sebari berjalan mendekati meja dengan perlahan
Setelah mendengar perkataan Claw, Raphael membuka laci meja nya. Ia mengambil sebuah Map Dokumen yang didalamnya ada beberapa kertas dokumen dan meletakkannya diatas meja, yang sepertinya isinya adalah informasi target
"Aku tidak tau apa-apa tentang aturan organisasi mu, tapi tenang saja. Orang yang ingin ku bunuh adalah seorang kriminal, kriminal tingkat berat" ucap Raphael sambil melihat respon Claw
"Dia adalah seseorang yang membuat dunia Mafia tidak seimbang. Bekerjasama dengan banyak keluarga Mafia yang terkenal sadis, Dan ingin menguasai dunia Mafia. Dia telah melakukan Perdagangan manusia, pengedaran narkotika, penyeludupan senjata. Dan itu semua dalam lingkup yang sangat besar" ucap Raphael lagi
Claw melihat Map Dokumen yang Raphael taruh diatas meja, lalu mengambilnya. Sambil mendengarkan Raphael
"Aku tidak begitu mengerti dunia Mafia, tapi yang ku dengar. Sekarang Mafia di Italia mempunyai peraturan untuk tidak melibatkan orang biasa dalam kriminalitas mereka seperti narkotika dan juga perdagangan manusia" ucap Claw sambil melihat-lihat informasi target dari Map Dokumen yang diserahkan Raphael
Saat claw melihat-lihat dokumen nya, ia sedikit terkejut dengan nama dari target. Reaksi terkejut Claw tidak begitu terlihat karena setengah wajah nya ditutupi topeng mulutnya
"Bagaimana dengan bayarannya?" Tanya Claw kepada Raphael setelah Claw menyimpan Map Dokumen tersebut ke jaket jubah nya
Raphael yang mendengar pertanyaan Claw, tersenyum dan mengeluarkan sebuah kartu Rekening Bank berwarna hitam lalu melemparkannya kearah Claw. Claw yang melihat itu langsung reflek untuk menangkap kartu yang dilemparkan Raphael dengan tangan kanannya
"Ada 10 juta dollar didalam kartu Rekening tersebut, nomor pin nya 00000. Itu hanya uang muka, dan akan ku berikan sisanya setelah kau membunuhnya" ucap Raphael
"Bagaimana dengan senjata? Kau memberiku senjata untuk perwakilan, atau aku menggunakan senjataku sendiri?" Tanya Claw sambil melihat-lihat Kartu Rekening ditangannya yang diberikan Raphael
Mendengar itu Raphael langsung membuka laci mejanya yang lain, dan mengeluarkan sebuah Revolver yang telah dimodifikasi dari laci meja. Lalu Raphael meletakkan Revolver tersebut diatas meja
"Pakailah itu. Itu adalah senjata pribadi ku" ucap Raphael
Claw mengambil Revolver yang diletakkan Raphael. Mengeluarkan semua pelurunya dan meletakan semua pelurunya diatas meja Raphael, lalu Claw mengecek semua fungsi Revolver tersebut
"Hm.. tidak buruk, kau benar-benar merawat Revolver ini huh?" Ucap Claw dengan nada mengejek
Setelah Claw mengecek Revolver, ia mengambil kembali peluru-peluru yang Claw taruh di atas meja Raphael tadi dan memasangkannya kembali ke Revolver. Setelah itu Claw menyimpan Revolver tersebut kedalam jaket jubah nya.
"Jika ku tebak, kau belum mempunyai informasi tentang lokasi pasti dari Target" ucap Claw
"Ini membuatku malu, tapi memang benar. Tenang saja, aku akan membayar extra untuk itu jika kau menggunakan koneksi mu untuk menemukannya" ucap Raphael dengan senyum kecil di wajah nya
"Baiklah.. kurasa itu semuanya. Karena tidak ada yang harus dibicarakan lagi, Aku akan pergi" ucap Claw sambil berbalik badan dan berjalan keluar dari ruang tersebut
"Selamat berburu.." ucap Raphael sebari melihat Claw pergi
Tidak lama setelah itu, Claw telah keluar dari Hotel. Didepan Hotel telah menunggu pria yang mengantar Claw tadi, dibelakangnya telah menunggu juga Mobil Sedan tadi dengan pintu penumpang yang telah terbuka
Claw langsung masuk kedalam kursi penumpang mobil. Pria tersebut menutup pintu mobil setelah Claw masuk. Setelah itu pria tersebut masuk ke kursi kemudi
"Antar aku ke pelabuhan" ucap Claw sambil mengeluarkan Handphone nya
Claw mengaktifkan HP nya dan mengetik sesuatu. Lalu Claw mengirimkan pesan kepada seseorang. 30 menit berlalu, kini mobil yang ditumpangi Claw telah berada didekat Pelabuhan. Claw yang melihat tersebut langsung menepuk pundak si pengemudi mobil untuk berhenti
Setelah pria yang mengemudi merasakan tepukan Claw, ia langsung menghentikan mobil didekat Pelabuhan. Setelah mobil berhenti, Claw langsung membuka pintu mobil dan keluar dari mobil
"Sampai disini saja, terima kasih untuk tumpangannya" ucap Claw kepada pria yang mengemudikan mobil
Claw menutup pintu mobil lalu langsung berjalan kearea pelabuhan. Sedangkan itu mobil yang ia tumpangi tadi pergi untuk kembali ke bos nya.
Claw yang telah di area pelabuhan, kini berjalan kearah salah satu gudang di pelabuhan tersebut. Setelah Claw sampai didepan pintu gudang tersebut, ia langsung mengetuk pintu gudang tersebut sebanyak 4 kali
Tidak lama setelah itu, kunci pintu gudang secara otomatis terbuka. Claw yang mendengar kunci pintu yang terbuka, langsung membuka pintu gudang tersebut dan masuk kedalam gudang. Didalam gudang terdapat kotak-kotak barang seperti gudang biasa
Claw berjalan ke sisi pojok kanan gudang. Telapak tangan Claw menyusuri dinding gudang, dan mencoba mencari sesuatu. Dan beberapa saat, ia menemukan sebuah tombol di dinding lalu menekannya.
Setelah Claw menekan tombol tersebut, sebagian lantai gudang terbuka secara otomatis. Dan di baliknya adalah lantai tangga menunju ruangan bawah tanah. Claw yang melihat itu langsung berjalan menggunakan tangga tersebut
Di akhir tangga tersebut adalah sebuah pintu. Claw yang telah di depan pintu tersebut, langsung membuka dan memasuki ruangan dibalik pintu tersebut tanpa mengetuk terlebih dahulu. Dan ruangan dibalik pintu tersebut adalah sebuah kamar yang agak berantakan
Seorang pemuda kurus sedang duduk dikursi didepan monitor komputer dengan rokok di mulutnya, wajahnya terlihat malas dengan kantung mata diwajahnya. Bisa terlihat Jari-jarinya mengetik sesuatu di keyboard dengan ritme yang cepat
"Joy, sudah 2 bulan" ucap Claw kepada pemuda yang sedang menggunakan komputer yang dikenal sebagai Joy
"Claw... Apa toko bungamu bangkrut?" Sindir Joy tanpa menengok kearah Claw dengan nada malasnya
Claw hanya tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya. Setelah itu Claw mengeluarkan Map Dokumen dari Jaket Jubah nya dan meletakkannya diatas Keyboard Joy
"Aku ingin kau melacak keberadaannya" ucap Claw
Joy langsung menghentikan ketikannya setelah Keyboardnya ditutupin Map Dokumen oleh Claw. Joy yang melihat itu langsung membuka dan melihat isinya. Joy yang telah melihat isinya, terlihat sedikit terkejut.
"Claw... Siapa yang mengajukan ini?" Tanya Joy sambil melirik Claw
"Mungkin kau tidak percaya, tapi orang yang ingin membunuhnya adalah pamannya sendiri. Don Raphael Sanchez" jawab Claw
Claw yang melihat bungkus rokok dan korek api diatas meja monitor Joy, langsung mengambilnya dan mengeluarkan 1 batang rokok lalu meletakkan bungkus rokoknya kembali. Setelah itu Claw melepas topeng mulutnya dan menyimpannya di Jaket Jubahnya. Lalu ia meletakkan batang rokok tersebut di mulutnya lalu menyalakan ujungnya dengan korek api
"Ini benar-benar gila, tapi apa yang dia lakukan memang sudah di luar batas. Aku tidak mangkanya Don Raphael sampai menyewa mu untuk membunuh keponakannya sendiri" ucap Joy yang menyimpan kembali kertas informasi kedalam Map dokumen dan meletakkannya dimeja
Joy langsung menyentuh keyboard dan juga mouse komputernya dan mengerjakan apa yang Claw minta. Dan sementara itu Claw hanya melihat sambil menikmati rokoknya.
"Dia sekarang seharusnya ada di Amerika. Dia mencoba untuk bekerjasama dengan kelompok Mafia disana" ucap Joy
"Ketemu.. dia ada di Los Angeles" tambah Joy lagi sebari menunjukkan beberapa Foto dari targetnya Claw di monitor komputernya
"Los Angeles huh? Dan di sekitar Grand Kasino" ucap Claw sambil melihat foto-foto yang ditunjukan Joy di komputernya
Setelah melihat foto-fotonya Claw mengeluarkan sebuah Kartu Rekening Bank berwarna biru. Claw menaruh kartu rekening tersebut diatas keyboard Joy
"Ini bayarannya, nomor PIN nya masih sama" ucap Claw, lalu Claw berjalan keluar dari ruangan dan juga Tempat Rahasia Joy
>>>> 4 Jam kemudian, Los Angeles, Amerika Serikat<<<<
Claw berjalan keluar dari sebuah Jet pribadi sambil memegang HP nya dan sedang menelpon seseorang
"Aku hanya ingin memberitahukan, jika aku telah mengambil sebuah misi dari klien" ucap Claw kepada seseorang di HP nya, lalu ia segera memutus komunikasi
Claw berjalan kedalam bandara dan sudah ada seorang Pria menunggu didalam Bandara. pria tersebut terlihat sudah berumur dengan rambut yang telah berwarna putih, dan memakai pakaian Butler berwarna hitam
"Nona Claw, sudah 2 bulan tidak bertemu" ucap pria tersebut sembari membukukan badannya kearah Claw dengan sopan lalu berdiri tegak kembali
"Sebastian...!! Seharusnya kau memberitahu ku jika kau berada di Amerika. Aku akan buatkan karangan bunga untuk mu" ucap Claw dengan nada ceria
Claw langsung memeluk Sebastian dengan kedua tangannya. Namun dengan cepat Sebastian mengeluarkan sebuah Belati kecil dari dalam pergelangan baju kanan nya dan hendak menusuk bagian kanan perut Claw
Tetapi gerakan tusukan Sebastian terhenti, karena ia merasakan sesuatu dari sisi kiri punggung bagian atasnya. Dan itu adalah tangan kiri Claw hendak menusuk Jantung Sebastian dengan Belati Kecil
"Saya kira kemampuan Nona menurun. Saya salah perkiraan, maafkan saya" ucap Sebastian yang masih dipeluk oleh Claw
"Ayolah, aku hanya tidak bekerja selama 2 bulan. Kemampuanku tidak akan menurun" gurau Claw
Claw melepas pelukannya kepada Sebastian dan menyimpan Belati Kecil nya kembali. Lalu ia mundur sebanyak 1 langkah dari Sebastian
"Mobil anda sudah menunggu, nona" ucap Sebastian yang menunjukkan jalan keluar dari Bandara
Dengan begitu Claw berjalan keluar bandara menggunakan pintu utama bandara, diikuti oleh Sebastian dibelakangnya. Dan diluar bandara, sudah terdapat sebuah mobil dengan pintu kursi belakang yang telah dibuka
Claw yang melihat itu langsung masuk ke kursi belakang mobil, lalu Sebatian menutup pintu mobilnya. Setelah itu Sebastian masuk ke kursi kemudi dan menyalakan mobil
"Kita langsung saja ke Grand Kasino. Aku akan ke HQ setelah misi ku selesai" ucap Claw kepada Sebastian
"Sesuai perintah anda" jawab Sebastian
Sebastian langsung mengemudikan mobil menuju Grand Kasino. Claw di kursi belakang, sedang mengecek semua peralatannya. Dan 15 menit berlalu, kini mobil yang dikemudikan Sebastian telah berhenti di area Grand Kasino
Claw langsung memakai topeng mulut nya, lalu memakai Earphone tanpa kabel di telinga kanannya. Setelah semua dirasa siap oleh Claw, Claw menghirup nafas dalam-dalam lalu ia keluarkan
"Haaaah.... Waktunya berburu" ucap Claw sambil membuka pintu mobil
"Semoga beruntung, Nona Claw" ucap Sebastian kepada Claw
Claw keluar dari mobil lalu menutup pintu mobil. Setelah Claw menutup pintu mobil, Sebastian langsung mengemudikan mobil kembali menjauh dari tempat tersebut
Setelah itu Claw berjalan masuk kedalam Grand Kasino melewati pintu utama. Namun sebelum ia masuk, Claw dihentikan oleh penjaga pintu Grand Kasino. Claw yang dihentikan, langsung mengeluarkan sebuah Koin dari sakunya lalu memberikannya kepada Penjaga tersebut
Penjaga Pintu tersebut sedikit terkejut setelah melihat Koin yang diberikan Claw, lalu ia memperbolehkan Claw untuk masuk ke Grand Kasino. Setelah itu Claw langsung masuk kedalam Grand Kasino. Ia melihat-lihat segala sisi Kasino tersebut
"Seharusnya dia berada di VIP" gumam Claw
"Nona Claw, saya akan menjemput anda setelah 15 menit" ucap Sebastian melalui komunikasi dari Earphone milik Claw
"Roger that" jawab Claw dengan nada bergumam
Setelah batas waktu yang telah ditentukan Sebastian, kini Claw berjalan kearah ruangan VIP berada. Tidak lama berjalan, Claw telah didekat Ruangan VIP. Di area sekitar Ruangan tersebut sangat sepi seperti ruang tersebut dilarang untuk didekati. Dan ruang tersebut dijaga oleh 2 orang pria yang terlihat seperti anggota Mafia
Claw yang telah paham situasi sektar, langsung berjalan mendekati ruangan tersebut. Dan saat Claw berada didepan Ruangan VIP tersebut, ia langsung dihentikan oleh 2 orang pria mafia tersebut
"Maaf nona, ruangan ini dilarang dimasuki oleh siapapun" ucap pria disebelah kanan
"Ohh.. aku minta maaf, tapi ada seseorang yang ingin ku temui didalam" ucap Claw kepada 2 pria tersebut
Setelah Claw mengatakan itu, tiba-tiba topeng mulut yang Claw pakai muncul sebuah Hologram disekitar topengnya. Bentuk hologram tersebut adalah mulut Harimau berwarna putih, yang sedang menunjukkan taringnya. Kedua Bola Mata Claw yang sebelumnya normal berwarna hitam, kini pupil mata nya berubah menjadi pupil mata seekor Harimau dan berwarna biru. Rambutnya yang tadinya berwarna Hitam, kini berubah menjadi Putih seperti warna Jaket Jubah nya
Dan tanpa sepengetahuan kedua orang tersebut. Claw telah menyayat leher kedua orang tersebut dan membuat mereka berdua tidak bisa merespon lalu kemudian Mati tanpa mereka sadari. Di tangan Claw telah memegang sebuah Karambit di masing-masing tangannya, yang ia gunakan untuk menyayat leher kedua pria tersebut
"Now, it's Show time" gumam claw
Dengan begitu Claw membuka pintu ruang VIP, dan didalamnya ada 5 orang yang sedang bermain kartu. Disekitar ruangan tersebut, ada sekitar 10 orang berpakaian hitam yang sedang berjaga dan masing-masing memegang senjata api Semi-otomatis
Para penjaga yang mengetahui kalau ruangannya telah di terobos, langsung mengarahkan senjata mereka kearah Claw. Namun sebelum mereka bisa menembak, Claw bergerak dengan cepat dan menusuk jantung lalu menyayat leher mereka satu persatu
"Penyusup!!" Teriak salah satu orang penjaga
Gerakan Claw bagaikan seekor Harimau yang menerkam mangsanya. Ia tidak menyia-nyiakan satu gerakan pun. Semua gerakannya hanya untuk satu tujuan, yaitu menyerang titik vital musuh dan membunuhnya seketika
Dengan sekejap, 9 orang penjaga telah tumbang. Orang-orang yang sedang bermain kartu tadi mengeluarkan senjata api mereka masing-masing dan langsung menembaki Claw. Tetapi Claw dengan mudahnya menghindari semua pelurunya, seperti ia telah tahu arah laju dari peluru-peluru yang mereka tembak
"Siapa orang ini!!?" Teriak salah satu orang yang tadi bermain kartu
Setelah itu Claw bergerak dengan cepat untuk membunuh penjaga terakhir. Setelah itu Claw menyimpan Karambit di tangan kanannya, lalu mengeluarkan Revolver dari Jaket Jubahnya. Dengan akurasi yang akurat, Claw langsung menembak 5 orang dikepala mereka dan menyisakan 1 orang terakhir
Dengan begitu Claw dengan cepat mendekati orang terakhir tersebut, lalu mematahkan salah satu tangannya yang memegang senjata. Setelah itu menyayat kedua dengkul belakang/siku kakinya agar dia tidak bisa lari. Sementara itu orang terakhir tersebut berteriak kesakitan
"Don Lorenzo Sanchez, kau benar-benar hebat bisa sampai mengumpulkan para mafia ini dari berbagai negara" ucap Claw sambil berjongkok disamping Lorenzo
"Brengsek! Siapa kau?! Siapa yang mengirim mu?!" Tanya Lorenzo dengan marah nya
"Pamanmu sendiri, Don Raphael Sanchez" jawab Claw
"Sialan, berani-beraninya dia. Akan ku bunuh dia!" Teriak Lorenzo
"Akan ku bayar kau 2 kali lipat darinya. Lalu pergilah dan bunuh dia!" Ucap Lorenzo kepada Claw
Mendengar itu Claw hanya tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Pffft.. ahahaha... Kau pikir aku membunuh karena uang? Apa yang kau lakukan sudah diluar batas. Tanpa permintaan pamanmu pun, cepat atau lambat para assassin lain akan datang untuk membunuhmu" ucap Claw sambil membersihkan air matanya karena tertawa
Mendengar kata-kata Claw, Lorenzo langsung menjadi panik. Ia mencoba merangkak menjauh dari Claw menggunakan 1 tangannya. Namun usahanya sia-sia
"T-tunggu, a-akan ku berikan apapun. J-jangan bunuh aku" Lorenzo memohon kepada Claw
Dengan begitu, Claw langsung membidik kepala Lorenzo menggunakan Revolver nya. Lalu menembak tepat di kepalanya dengan peluru terakhir. Lorenzo mati seketika dengan tembakan Claw. Setelah itu Claw mengeluarkan HP nya, lalu memfoto Jasad Lorenzo sebagai konfirmasi
"Kau telah menggangu keseimbangan dunia. Dan hukumannya adalah Nyawamu" gumam Claw
Setelah memfotonya tiba-tiba Claw mengingat sesuatu, lalu langsung menggeledah jasad Lorenzo. Seperti dugaannya, Lorenzo mempunyai Liontin dengan lambang huruf S berwana Hitam
"Sialan, seharusnya aku menginterogasinya terlebih dahulu" ucap Claw sebari menghela nafas
Semua peningkatan atas kekuasaan Lorenzo sekarang sangat masuk akal. Dengan dia memiliki Liontin lambang huruf S tersebut, memperjelas kalau Lorenzo memiliki koneksi dengan Organisasi yang Claw cari-cari selama ini
Dengan begitu, Claw kembali ke Mode biasanya kembali dan menyimpan semua Senjatanya kedalam Jaket Jubah nya. Rambutnya kembali berwarna Hitam, pupil matanya juga kembali normal, dan hologram di Topengnya juga menghilang. Setelah itu Claw berjalan keluar dari Kasino tanpa setetes darah maupun keringan ditubuhnya
Diluar Grand Kasino telah menunggu Sebastian yang berdiri disamping mobil. Sebastian yang melihat Claw telah keluar dari Kasino, langsung membuka pintu belakang penumpang.
Setelah itu Claw langsung masuk kedalam Mobil setelah Sebatian membukakan pintu untuknya
"Selamat atas keberhasilan misi anda, nona Claw" ucap Sebastian sebari menutup pintu mobil
Sebastian langsung masuk ke kursi supir mobil, lalu menjalankan mobil menjauh dari kasino. Claw melempar liontin yang ia temukan dari jasad Lorenzo kearah Sebastian. Dan Sebastian langsung menangkapnya tanpa melihat
"Aku membunuhnya sebelum aku sadar kalau Target mempunyai koneksi dengan mereka" ucap Claw sambil melepas topeng mulutnya
"Mau bagaimana lagi. jika anda menginterogasinya, anda juga tidak akan mendapatkan jawaban yang memuaskan" ucap Sebastian
"Kau ada benarnya. Sebastian, kirim seseorang untuk memberitahu Don Raphael kalau permintaannya telah terpenuhi. Dan Tolong ambilkan sisa uangnya dari nya, lalu kembalikan ini juga kepada Don Raphael. Kita langsung saja ke HQ" ucap Claw sambil memberikan Revolver milik Raphael
"Seperti yang anda minta, Nona Claw" jawab Sebastian sebari menerima dan menyimpan Revolver milik Raphael dari Claw
Dengan begitu, Claw menghela nafas panjang lalu menutup matanya untuk beristirahat.
Semua tentang Organisasi yang Claw cari, masihlah abu-abu. Dari skala organisasi mereka ataupun tujuan organisasi mereka. Tetapi yang pasti, Claw ingin membongkar dan menghancurkan Organisasi Bayangan ini. Ia telah bersumpah akan hal itu dan akan mengejar mereka sampai ke ujung dunia
>>Haven Quartet, salah satu tempat utama dari Organisasi Balance Keeper. Negara: Tidak diketahui<<
Beberapa hari telah berlalu setelah Claw menyelesaikan misi dari Don Raphael Sanchez. Kini Claw tengah berada di tempat yang bernama Haven Quartet, atau lebih dikenal sebagai HQ
Haven Quartet juga lebih dikenal sebagai Kampus Universitas bagi para Agen Assassin muda, karena disini lah para Assassin muda dilatih untuk memenuhi kualifikasi menjadi Agen Assassin kelas 1 yang menerima tugas langsung dari Petinggi Balance Keeper
Sedangkan Balance Keeper, adalah sebuah organisasi yang menjaga keseimbangan dan juga kestabilan dunia ini. Agar sesuatu seperti Perang Dunia ke 3 dan juga sesuatu seperti perang Nuklir terjadi
Kini Claw berada didalam sebuah ruang latihan yang sangat luas dengan dinding dan lantai yang berwarna putih. dan di area lantai terdapat beberapa garis kotak yang digunakan berlatih tanding satu sama lain.
Claw yang berada didalam disalah satu garis kotak, Sedang melatih semua gerakannya dengan mata yang sedang tertutup. Seperti tendangan, pukulan, pukulan siku dan juga gerakkan kaki dan tubuh. Dan juga penampilan Claw, sekarang memakai Celana panjang yang agak longgar, dan juga baju polos ketat dengan lengan pendek berwarna hitam tanpa memakai topeng mulutnya. Diluar garis kotak yang digunakan Claw, terdapat Jaket Jubah berwana putih yang sering ia gunakan tergeletak disana.
Keringat terus menetes dari tubuh Claw membasahi lantai dan juga pakaiannya. Tidak lama kemudian sekitar 10 orang agen assassin masuk kedalam ruang latihan tersebut. Agen-agen tersebut terlihat muda, kemungkinan umur mereka adalah sekitar 20 tahun
"Hei lihat disana, siapa dia?" bisik salah satu agen kepada yang lainnya setelah melihat Claw yang sedang berlatih
"Dia sangan cantik, memangnya ada orang secantik dia di kelas 2?" Tanya lagi agen tadi kepada temannya
"Aku tidak pernah melihatnya" jawab salah satu dari mereka
Beberapa nya kagum tanpa bisa berkata-kata dengan gerakan Claw dan sebagiannya kagum dengan kecantikan Claw. Setelah beberapa saat, 2 agen paling depan menyenggol satu sama lain menggunakan siku mereka seperti menyuruh untuk melakukan sesuatu. Dan pada akhirnya salah satunya memberanikan diri untuk maju kedepan untuk menyapa Claw
"halo nona... Boleh kah aku mengetahui namamu" ucap agen tersebut dengan percaya diri sebari berjalan mendekati Claw
Namun saat agen itu melewati garis kotak tersebut. Sebuah serangan menggunakan Karambit langsung melesat kearah Jantung dan disusul dengan menggorok leher agen itu
Agen tersebut yang kaget dan juga terlambat merespon, mundur satu kali kebelakang lalu jatuh kearah teman-temannya dengan keadaan tidak sadarkan diri. Agen lain yang melihat temannya terjatuh kearahnya, langsung menangkapnya.
Setelah beberapa saat kemudian, agen yang terjatuh tadi sadar dengan keringat dingin bercucuran dari kepala dan juga tangannya. Nafasnya terengah-engah mencoba berpikir, apa yang barusan terjadi dengannya. Agen lainnya terlihat kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi dengannya.
"A-apa yang terjadi?? Aku masih hidup??" Tanya agen yang terjatuh tadi dengan panik
"Aku-.. aku tadi benar-benar melihat dia menusuk jantung dan juga menggorok leherku. T-tapi tubuhku tidak terjadi apa-apa?" Ucapnya lagi sebari menyentuh leher dan juga dada nya yang tidak terjadi apa-apa
"Apa yang kau katakan, nona itu bahkan tidak bergerak mendekatimu" ucap teman dari agen yang terjatuh tadi
Seperti apa yang temannya katakan, Claw bahkan tidak bergerak selangkah pun kearah agen tadi yang hendak mendekati Claw. Semua agen-agen assassin muda tersebut terlihat kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi kepada temannya
"Kami menyebutnya sebagai Death Zone" ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba masuk kedalam ruang latihan
Orang tersebut bertubuh tinggi kekar, rambutnya berwarna blonde pendek khas seorang tentara. Wajahnya agak kaku dan kelihatan mengintimidasi
"Maksud anda seperti area lingkup untuk memikirkan cara membunuh target? Tetapi sampai seperti ini? Apa ini karena niat membunuh yang kuat?" Tanya salah satu dari agen muda tersebut
"Benar, ditambah dengan fokus yang luar biasa kau bisa membuat target mu panik, tidak bisa bergerak dan lebih mudah untuk mengeliminasi target" jawab orang berotot tersebut
"Bukankah itu Tehnik tingkat lanjut yang hanya dikuasai oleh anggota khusus dan juga beberapa orang dari kelas 1? Kenapa orang dari kelas 2 ada yang bisa menggunakannya?" Tanya agen muda itu lagi
Kini orang berotot itu berdiri tegap disamping agen-agen assassin muda tersebut dan melihat kearah Claw. Sedangkan Claw masih fokus dengan apa yang dia lakukan
"Ku perkenalkan kepada kalian, dia adalah Claw... The White Tiger" ucap orang berotot tersebut
"The White Tiger? Maksud anda anggota utama dari The Execution?" Tanya salah satu agen muda tersebut dengan terkejut
Orang berotot tersebut hanya menganggukkan kepalanya. Sementara ia masih melihat Claw berlatih dan semua agen Assassin muda itu terlihat terkejut dengan fakta yang mereka dengar
"Hei Claw!! Kenapa kau berada di ruang latihan kelas 2?!" Teriak pria berotot tersebut kepada Claw
Claw yang mendengar teriakan pria tersebut, langsung menghentikan latihannya lalu membuka matanya. Setelah itu Claw melihat kearah pria berotot tersebut
"Ohh.. Ace, ternyata kau. Maaf, ruang latihan khusus sedang banyak orang. Jadi aku kemari karena sepi" ucap Claw kepada pria berotot tersebut yang mempunyai Codename: Ace
"Bilang saja kau lari dari putri kembar 3 itu" ucap Ace dengan nada menyindir
"Uh? Ketahuan?" Ucap Claw dengan tawa canggungnya
Dengan begitu Claw menyeka keringat yang berada di leher dan juga mukanya dengan tangan. Setelah itu ia mengambil Jaket Jubahnya
"Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa lagi Ace... Kalian semua, jika kalian ditanya oleh 3 gadis kembar bilang saja kalian tidak tahu apa-apa ya" ucap Claw sebari menunjuk 10 agen Assassin muda dan senyuman ramahnya
10 agen tersebut hanya menganggukan kepala sebagai jawaban. Sepertinya mereka masih agak shock karena didepan mereka adalah salah satu anggota utama dari The Execution.
The Execution adalah kelompok Agen Assassin Elite paling dipercaya oleh petinggi Balance Keeper untuk menjalankan misi yang dianggap sangat penting dan paling berbahaya
Sementara itu, saat Claw hendak berjalan keluar dari ruang latihan. Tiba-tiba 3 kepala seorang perempuan langsung muncul dari balik samping pintu ruang latihan
"AHH!!" Teriak Claw karena terkejut
"Kakak besar Claw!!! Akhirnya kami menemukan mu!!" Ucap ketiga perempuan secara bersamaan
Dengan begitu ketiga perempuan tersebut berdiri didepan Claw seperti memblokade jalan
"Aduh jantungku... Kalian bertiga, bagaimana kalian menemukanku?" Tanya Claw sebari menyentuh dadanya untuk mengatur detak jantung
"Kami mendengar suara Pelatih Ace meneriakkan nama kakak. Jadi kami kemari" ucap mereka bertiga secara bersamaan
Ketiga perempuan ini bernama Liu, Lau, Lei. Seorang gadis kembar 3 keturuan Tionghoa. Mereka bertiga memiliki wajah yang serupa dan memakai baju khas Tionghoa yang sama dengan pedang pendek di pinggang mereka, tetapi yang membedakannya adalah aksesoris mereka. Liu memakai anting dikedua telinganya, Lau hanya memakai anting di bagian kanan telinga, dan Lei memakai anting dibagian kiri. Dan semua anting tersebut memiliki bentuk yang sama, yaitu kepala naga berwarna merah yang menjadi lambang Clan mereka
"Jadi kalian mau apa?" Tanya Claw kepada mereka bertiga
"Latih tanding.. Kakak sudah berjanji untuk mentraktir kita berbelanja.. Jika kita bisa melukai kakak" ucap mereka bertiga secara bergantian
"Haa... Baiklah-baiklah.. sebegitu nya kah kalian ingin uangku? Ace.. Maaf ya aku akan pinjam ruang latihan kelas 2 lagi" ucap Claw kepada Ace
"Baiklah aku izinkan. Ini juga bagus untuk memperlihatkan kemampuan Anggota Elite dan Agen Kelas 1 kepada kelas 2" ucap Ace
Para Agen muda tersebut terlihat terdiam setelah melihat ketiga gadis kembar tersebut. Memang sudah sewajarnya, 3 gadis kembar tersebut memanglah sangat Cantik. Dan dari situlah nama julukan mereka, Three Sword Princess. Ace yang melihat anak didiknya, hanya menggelengkan kepalanya seperti sudah tahu ini akan terjadi
Setelah itu Claw berjalan kembali menuju salah satu garis kotak yang digunakan untuk latih tanding, diikuti oleh ketiga gadis tersebut. Setelah sampai, Claw berjalan ke ujung garis kotak tersebut. Dan ketiga gadis tersebut mulai melakukan pemanasan di ujung garis kotak diseberang Claw
"Menggunakan senjata?" Tanya Claw kepada ketiga gadis tersebut
"Tidak!" Jawab mereka secara bersamaan
Dengan begitu ketiga gadis tersebut melepas pedang dari pinggang mereka lalu melemparkannya keluar garis kotak. Sementara itu Ace bersama 10 agen muda tersebut melihat mereka dari luar garis kotak
"Perhatikanlah kalian semua, sebentar lagi kalian akan menyaksikan. Bagaimana kemampuan dari kelas 1 dan juga anggota Elite" ucap Ace kepada para agen muda
Dengan begitu Claw melempar Jaket Jubahnya keluar dari garis kotak, lalu ia berjalan agak ketengah. Sementara itu, ketiga gadis itu telah bersiap dengan kuda-kuda mereka
Claw melirik Ace, lalu menganggukkan kepalanya untuk menyuruhnya melakukan sesuatu. Ace yang melihat itu langsung tahu apa yang Claw suruh
"Mulai!!!" Teriak Ace untuk memulai pertandingan mereka
Ketiga gadis yang mendengarnya langsung berlari kearah Claw. Liu yang berada ditengah langsung melancarkan sebuah tendangan lurus kearah Claw. Namun Claw langsung membelokkan nya kebawah menggunakan hantaman sikut nya. Setelah itu Lau dan Lei langsung menyusul serangan Liu dengan menyerang bagian kiri dan kanan Claw menggunakan kaki
Claw yang menyadari itu, langsung menunduk menghindari serangan Lau dan Lei. Setelah itu Claw langsung merangkul pinggang Liu yang terlambat bereaksi karena hantaman siku Claw di kaki tadi. lalu Claw mencoba menjatuhkan Liu menggunakan dorongan dari pundaknya yang berada di perut Liu dan kakinya yang sudah berada dibelakang kaki Liu
"Sial!.." ucap Liu yang menyadari situasinya
Lau dan Lei yang menyadari apa yang ingin Claw lakukan, keduanya langsung mencoba menahan tubuh Liu dengan memegang pundak Liu. Lalu serangan kaki Lau dan Lei yang tadinya tidak mengenai Claw tetapi masih di udara, langsung mencoba menyerang punggung Claw yang terekspos dengan Axe Kick
Namun usaha Lau dan Lei untuk menahan tubuh Liu gagal. Kekuatan Claw lebih unggul dari pada mereka bertiga. Dengan begitu Claw menjatuhkan tubuh Liu kelantai. Tetapi karena Claw mengetahui serangan Lau dan Lei, Claw langsung menghindar beberapa meter tanpa sempat menyerang Liu
"Boleh juga.." ucap Claw kepada ketiganya
"Tentu saja, 2 bulan kami berlatih hanya untuk memenangkan pertandingan ini" ucap ketiganya secara bersamaan
Lau dan Lei membantu Liu untuk berdiri, setelah itu mereka bertiga bersiap dengan kuda-kuda mereka
"Baiklah, jika kalian memang bertiga sepercaya diri ini. Akan ku sedikit serius" ucap Claw
Dengan begitu Claw berlari kearah mereka bertiga dan mencoba memukul Perut Liu yang berada diantara Lau dan Lei. Tetapi pukulannya ditahan oleh Lei menggunakan kedua tangannya yang dengan cepat bergerak didepan Liu. Disusul dengan Liu dan Lau yang bergerak ke samping dan menyerang sisi kiri dan kanan Claw menggunakan tangan
Claw yang melihatnya langsung menahan serangan Liu menggunakan sikut nya dan menangkap serangan Lau dengan tangan kanan. Claw yang berhasil menangkap tanan Lau, dengan cepat menariknya. Lau yang telah berada dalam jangkauan Claw, langsung melesatkan serangan ke pipi nya menggunakan sikut kanannya dan disusul dengan sebuah Uppercut ke dagu Lau menggunakan tangan kanannya
"Lau!!" Liu dan Lei berteriak
Semua itu terjadi dengan cepat bahkan sebelum Liu dan Lei sempat merespon. Namun mereka telat merespon karena itu semua telah diperkirakan oleh Claw. Liu telat merespon karena kesakitan setelah menyerang Sikut Claw. Dan Lei juga telat merespon karena serangan pertama Claw begitu keras dan membuat tangannya shock
Dengan begitu Lau terkapar dilantai tak sadarkan diri karena serangan Claw. Setelah itu Claw langsung menjaga jaraknya beberapa meter dari Liu dan Lei
"A-apa-apaan itu, dia melumpuhkan 1 dari mereka bertiga dengan begitu cepat" ucap dari salah satu agen muda yang sedang menyaksikan
"Kalian bertiga masih butuh latihan. Bagaimana? mau menyerah saja?" Ucap Claw kepada mereka Liu dan Lei
"Tidak... Kami masih bisa" ucap Liu dan Lei secara bergantian
Setelah Liu dan Lei bersiap kembali. Claw berlari lagi kearah mereka berdua, akan tetapi Liu juga melakukan hal yang sama. Claw langsung memutar tubuhnya dan melancarkan tendangan lurus kearah Liu. Sementara itu Liu juga melakukan Hal yang sama
Kaki Liu dan Claw menghantam satu sama lain. Tetapi karena perbedaan kekuatan, membuat tubuh Liu sedikit terpental kebelakang dan terlihat kesakitan. Setelah itu Lei berlari dengan cepat dari belakang Liu dan mencoba menyerang Claw dari samping kanan
"Ughh!!.." rintihan Liu yang kesakitan
Akan tetapi Claw langsung menyadari Hal tersebut. Lalu ia memutar sedikit badannya, menaikan kakinya, lalu menyerang tepat di pundak Lei dengan Axe Kick
Lei yang terkejut melihat kaki Claw, langsung memasang pertahanan menggunakan kedua tangannya. Tetapi walaupun tangannya sempat menahan kaki Claw, dia tidak bisa menahan kekuatan Claw dan Axe Kick yang dilancarkan Claw pada akhirnya mengenai pundak kanan Lei dan membuatnya kehilangan keseimbangan
"Aghh!!" Rintihan kesakitan Lei
Tidak sampai disana, Claw dengan cepat menarik kakinya lalu langsung melancarkan tendangan lurus ke perut Lei dan membuatnya terjatuh
Setelah itu Claw langsung bergerak dengan cepat kearah Liu. Saat Claw hendak menyerang Liu dengan tangannya, ia langsung menghentikan serangannya. Dan itu karena Liu telah mengangkat kedua tangannya keatas
"K-kami menyerah, kak" ucap Liu
"Harus ku akui, kemampuan kalian bertiga meningkat. Tapi kalian masih perlu berlatih lagi" ucap Claw kepada Liu yang masih berdiri
"Kami mengerti kakak" ucap Liu kepada Claw sebari menundukan kepala
"Haaah.. baiklah-baiklah... Kalian bertiga menang" ucap Claw
"Maksud kakak? Tapi, aku tadi bilang menyerah" ucap Liu
"Berapa kali ku bilang, jika kau menyerah berarti kau mati. Anggap saja aku menghentikan gerakkan ku karena Sebastian" ucap Claw
Claw berjalan kearah Jaket Jubah nya sebari memperlihatkan telapak tangan kiri dan juga sikut kanannya yang lebam. Liu yang melihat itu langsung tersenyum ceria dan terduduk karena merasa lega dan senang
Agen-agen muda tersebut tanpa berkata-kata langsung bertepuk tangan untuk ketiga gadis tersebut. Sementara itu, Sebastian telah menunggu dipintu ruang latihan
Claw yang melihat itu langsung mengambil Jaket Jubahnya dan berjalan kearah Sebastian
"Xiao Liu, Xiao Lau, Xiao Lei.. berbelanja nya di lain waktu saja ya" ucap Claw
"Baik kak!" Jawab Liu dan Lei, sedangkan Lau masih tergeletak tak sadarkan diri
Dengan begitu, Claw berjalan keluar dari ruang latihan bersama Sebastian. Meninggalkan semuanya yang berada di ruang latihan. Claw merasa bangga anak didiknya bisa berkembang semakin kuat, akan tetapi ia juga tidak ingin mereka bertiga kehilangan nyawanya saat melakukan misi. Dan perasaan itu yang selalu menghantui Claw sejak ia mendidik tiga gadis kembar tersebut
"Sebastian, apa yang terjadi?" ucap Claw
"Agen dari Korea yang telah pensiun, The Needle. dia telah terbunuh" ucap Sebastian
Claw langsung menghentikan langkahnya setelah mendengar apa yang Sebastian katakan, dan Sebastian juga berhenti disamping Claw. Claw terlihat sedikit terkejut, namun ia juga mengetahui jika ini akan terjadi
"bagaimana dengan anaknya?" tanya Claw
"dia tidak apa-apa, dan sekarang dia dilindungi oleh anak didik The Needle" jawab Sebastian
setelah beberapa saat Claw berjalan kembali, dan kali ini ia berjalan kearah ruang pribadinya diikuti oleh Sebastian
"lalu, siapa pelakunya?" tanya Claw
"lihat lah ini, nona" ucap Sebastian sebari memberi Claw sesuatu
Claw mengambil barang yang Sebastian berikan. barang tersebut dalah sebuah Foto yang menunjukkan jasad dari mantan agen bernama The Needle. saat melihatnya, Claw menyadari jika kalung yang sering The Needle pakai telah hilang. dan saat itu juga Claw menyadari siapa pelaku dari pembunuhan tersebut
"Iskra.. mereka masih mencari itu?" ucap Claw
"apa sudah ada agen yang dikirim ke Korea?" tanya Claw
"belum nona, itulah mengapa saya disini. atasan ingin mengirim anda, karena anda tahu betul akan masalah ini" jawab Sebastian
tidak lama berlalu, Claw memasuki ruang pribadinya. sedangkan Sebastian menunggunya diluar. setelah didalam, Claw langsung masuk kedalam kamar mandi, melepas semua pakaiannya yang basah karena keringat. dan membilas semua keringat ditubuhnya menggunakan shower.
saat berada didalam ruang Shower, Claw terdiam. raut mukanya terlihat sedih, ia mengingat saat-saat The Needle masih aktif sebagai agen. tidak lama setelah itu, Claw menepuk kedua pipinya dengan kedua tangannya. dan raut wajah sedih Claw kini telah menghilang
setelah selesai melakukan Shower, Claw mengeringkan badan dan rambut lalu memakai pakaiannya yang biasa ia pakai untuk melakukan tugas
"haa.. ke Korea huh?" gumam Claw
setelah semuanya dirasa siap, Claw keluar dari ruang pribadinya sebari mengikat rambutnya dengan gaya yang sama yaitu Ponytail
"aku sudah siap, Sebastian" ucap Claw
"baik nona, kalau begitu mari kita ke landasan" jawab Sebastian
dengan begitu Sebastian berjalan didepan dan Claw mengikutinya dari belakang menuju area landasan pesawat
setelah beberapa menit berjalan, kini Sebastian dan Claw sudah sampai di area landasan. langit menunjukkan malam yang cerah dilengkapi dengan banyak bintang
dijalur landasan sudah bersiap sebuah Jet Pribadi dengan pintu yang terbuka. Claw dan Sebastian langsung saja berjalan memasuki jet pribadi tersebut.
>>2 jam kemudian, Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan<<
setelah Jet Pribadinya mendarat, Claw dan Sebastian segera turun dan berjalan kearah terminal bandara
"Korea Selatan... sudah lama aku tidak kesini" ucap Claw
saat Claw dan Sebastian keluar dari Terminal Bandara. terdapat sebuah mobil tanpa ada siapapun didalamnya. mobil tersebut adalah mobil yang dipesan Sebastian untuk dipakai di Korea
setelah Sebastian sampai di mobil, ia membukakan pintu penumpang belakang untuk Claw. lalu Sebastian langsung memasuki kursi kemudi dan menjalankan mobil tersebut
1 jam telah berlalu, kini Sebastian dan Claw telah sampai di kota Seoul. dan beberapa menit kemudian, kini mereka telah tiba di Rumah Duka. suasana Rumah Duka tersebut masih ramai dengan tamu yang berbincang-bincang dan juga kerabat dari The Needle
setelah Sebastian memarkirkan mobil Claw langsung keluar dari mobil dan berjalan kerumah duka, diikuti oleh Sebastian dari belakang
saat Claw memasuki Rumah Duka, semua mata tertuju kepada Claw. bukan hanya karena kecantikannya, tetapi juga karena Jubah Jaketnya yang berwarna putih, tidak seperti yang lain yang berpakaian hitam
saat Claw hendak memberikan doa, seorang perempuan yang terlihat seumuran dengan Claw berdiri dihadapan Claw. perempuan tersebut membungkukkan sebentar untuk memberi salam kepada Claw
"terima kasih sudah datang dan selamat datang di Korea, Nona Claw" ucap perempuan tersebut dengan suara pelan
Claw yang melihat itu, langsung membungkukkan badan sebentar juga kepada perempuan tersebut
"maaf aku datang agak terlambat Arin, aku turut berduka. jasad beliau belum dikremasi?" ucap Claw dengan suara pelan
"tidak apa-apa nona. dan jasad beliau masih belum dikremasi" jawab Arin
"bagaimana dengan Chae-rin?" tanya Claw
"Chae-rin baru bisa tidur. dia benar-benar shock dan sedih setelah mendengar ibunya meninggal dunia" jawab Arin
setelah itu Arin memberikan jalan untuk Claw. melihat itu, Claw berjalan kearah peti mati. saat sampai, Claw berada di bagian kanan peti mati yang dimana sebuah pintu kecil yang dibuat untuk melihat bagian kepala jenazah berada
saat memegang pintu tersebut, tangan Claw agak ragu untuk membukanya. setelah beberapa saat, Claw akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu kecil tersebut. dan didalam peti mati tersebut tidak lain tidak bukan, The Needle. seorang mantan agen assassin yang sangat kenal dekat Claw. orang pernah sebentar menjadi Mentor Claw saat ia masih aktif. dan juga seseorang yang Claw anggap sebagai keluarga baginya
begitu Claw membuka pintu kecil peti mati, seseorang dari kerabat mendiang langsung ingin menghampiri Claw dan menghentikannya. namun ia dihentikan oleh Sebastian dan juga Arin
"kumohon tuan... tolong beri dia sedikit waktu" ucap Sebastian
"dia adalah teman dekat dari almarhum" ucap Arin
setelah itu, orang tersebut menghela nafas dan kembali ketempat duduknya
hanya melihatnya saja, Claw merasa sakit hati dan sangat sedih. namun ia menahan air matanya, dan masih memasang raut wajah yang sama. setelah itu, tangan kanan Claw bergerak untuk mengelus secara perlahan rambut dan juga wajahnya
"dulu sudah aku bilang kalau ini adalah sebuah ide yang buruk. akan tetapi kau tetap ingin melakukannya. tetapi kau bisa tenang, akan aku yang akan urus sisanya" ucap Claw
"tidak ada lagi yang ingin ku katakan. untuk terakhir kalinya... Selamat Tinggal.... Yeonwha Unnie" ucap Claw
dengan begitu Claw mengecup kening jenazah Yeonwha, lalu menutup pintu Peti mati tersebut. tidak lama kemudian, orang-orang yang bertugas untuk kremasi pun datang. Arin dan juga kerabat Yeonwha pun bersedia untuk jenazah Yeonwha untuk dikremasi
setelah itu, Claw dan juga Sebastian berjalan keluar dari rumah duka untuk mencari angin segar
"mereka akan kembali, Sebastian" ucap Claw
"maksud anda?" tanya Sebastian
Claw mengeluarkan bungkus Rokok dari saku Jaket Jubahnya, mengeluarkan 1 batang rokok dan meletakkannya dimulut nya. setelah itu Sebastian mengeluarkan korek api dan menyalakan rokok Claw
"barang yang Iskra cari, sekarang berada di leher Chae-rin. dan barang yang mereka ambil dari Yeonwha, hanyalah barang palsu" jawab Claw
"jadi begitu, bahkan setelah nona Yeonwha meninggal pun. mereka masih bermain-main di telapak tangan nona Yeonwha" ucap Sebastian
"sesuai prediksinya, kematian Yeonwha Unnie adalah akhir bagi mereka" gumam Claw
Claw menghisap lalu mengeluarkan asap rokoknya, mencoba untuk menenangkan diri
"Sebastian, kirim permintaan ke atasan untuk menghancurkan markas Iskra, Yeonwha telah terkonfirmasi terbunuh dan perjanjian telah batal. lalu minta juga salah satu anggota The Execution dan juga beberapa agen kelas 1 untuk melakukannya" ucap Claw
"aku akan mengurus sendiri yang berada di Korea" ucap Claw lagi
"sesuai keinginan anda" ucap Sebastian
Sebastian dengan sigap mengeluarkan HP nya dan menghubungi seseorang. sementara Claw hanya menikmati rokoknya, menenangkan pikirannya, dan juga berpikir untuk rencana kedepannya. langit malam masihlah sangat cerah, begitu sunyi dan hanya terdengar keluarga dan tamu yang sedang berbincang. malam yang begitu cocok untuk mengadakan sebuah pemakaman dan mengucapkan selamat tinggal
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!