"Pagi, Rey. lu pagi masih mengantuk aja.. " sapa suara yang masuk ke telingaku. itu suara yang sudah sangat sering aku dengar.
" biarin ngapa, toh gurunya juga belum masuk, gw abis begadang semalem, bangunin kalo guru udah masuk " aku membalas dengan enggan dan kembali membenamkan kepalaku di atas bantal tangan yang aku taruh di meja dan melanjutkan tidurku..
" pagi, satria.. " sapa suara seorang gadis pada orang yang baru saja aku ajak bicara.
" pagi, anggi. " satria membalas dengan menyapa balik.
" apa yang kamu lakukan disni " anggi bertanya pada satria, dengan cepat memandang sosok sampah yang sedang membaringkan kepalanya di atas meja.
" berusaha membangunkannya, tapi aku kurasa tidak berhasil " jawab satria dengan senyuman masam.
melihat itu, anggi berjalan ke arah mejaku, satria mundur beberapa langkah sedikit menjaga jarak dari kami berdua.
" Biar aku yang membangunkan rey, kau tahu jika dia tidak akan bangun, jika kamu tidak membangunkannya dengan benar kan " ucap anggi kemudian menyiapkan posisinya dan mulai mengangkat sedikit salah satu kakinya kemudian....
BRAAAKKK...
saat berikutnya sebuah suara keras terdengar. dari arah mejaku.. membuat para siswa yang tadinya sibuk dengan diri mereka masing-masing kini menatap ke arah mejaku dengan penasaran.
anggi menendang mejaku dari bawah dengan kencang seketika membuatku bangun dari tidur karena gelombang kejutnya beserta suara yang di hasilkan.
" apa masalahmu?! " ucapku marah padanya..
" Rey, beberapa menit lagi guru akan masuk, jadi aku hanya membangunkanmu " ucap anggi acuh tak acuh.
" hah?! bukankah masih ada beberapa menit, kenapa tidak kamu bangunkan saat gurunya benar-benar sudah berada di dalam kelas " ucapku sebal.
" apa kau ingin menjadi orang bodoh, kau anggap apa sekolah jika kamu selalu tidur saat jam pelajaran " ucap anggi dengan nada kesal.
" itu karena pengajarnya membosankan, lagipula aku selalu peringkat satu berturut-turut selama ini, jadi apa masalahnya " ucapku membalas omelanya.
anggi tersentak mundur tidak bisa membalas kata-kataku, karena itulah kenyataanya.
" nnnn.. liat aja aku pasti akan mengalahkanmu di ujian selanjutnya dan membuatmu tidak lagi menganggap remeh pelajaran " ucapnya kemudian pergi meninggalkan aku dan satria.
" ya ampun, dia bahkan membangunkanku dengan cara barbarian, apakah dia memiliki darah suku amazon?? " ucapku menyindirnya.
" bukankah itu bagus, kamu di perhatikan olehnya " satria kemudian membalas dengan getir.
" bagus darimananya, huh... aku tidak bisa tidur sekarang." ucapku menghela napas koni aku sepenuhnya terjaga karena ulahnya, ya ampun aku ingin pindah ke kelas yang tidak ada anggi di dalamnya pikirku.
pelajaran pertama berlangsung seperti biasanya, hanya saja guru agak kaget melihat diriku yang sepenuhnya mengikuti pelajaran yang dia sampaikan, dia bahkan sempat menanyaiku apakah aku sakit atau apa?, apa maksudnya itu?.
saat jam makan siang aku membeli makanan dari kantin, karena kafetaria kantin ramai aku memutuskan untuk membawa makananku ke kelas.
selesai dengan makan siang dan membersihkan mejaku, aku bersiap untuk melanjutkan tidurku yang sempat terganggu pagi tadi, namun belum sampai aku membenamkan kepalaku ke atas bantal tanganku sebuah lingkaran seperti formasi lingkaran sihir dalam manga anime dan novel muncul dari bawah kakiku. belum sempat bereaksi dengan itu sebuah cahaya menyilaukan memasuki pandanganku dan sesaat setelah cahaya yang menyilaukan itu menghilang.
aku menemukan diriku berada di ruangan serba putih dengan seseorang bersujud di kakiku sambil mengucapkan permohonan maaf berulang.
" maafkan aku "
" maafkan aku "
" maafkan aku "
" maafkan aku "
" maafkan aku "
" maafkan aku "
suara seorang wanita dengan pakaian setengah terbuka di bagian depan tengah bersujud di hadapanku dengan terus mengucapkan permohonan maaf, aku terkejut dengan dirinya yang tiba-tiba bersujud di depanku,
merasa bingung dengan apa yang baru saja terjadi padaku, aku melempar pertanyaan pada wanita di depanku yang masih melakukan pose sujud dogeza sambil meminta maaf.
aku membuka mulutku bertanya padanya " aoo... bisakah kamu memberi tahuku dimana ini? " .
dia mendangak untuk melihat ke arahku
" ya? "
dia kemuduan mulai bangkit dari posisi awalnya dan mengibaskan tangan pada pakaiannya untuk menghilangkan debu-debu yang menempel. memposisikan dirinya dalam posisi berdiri tegak, kini kami saling berhadapan.
saat itu aku sadar dia lebih pendek dariku hampir setinggi hidungku.
dia kemudian menarik nafas dalam-dalam, mungkin untuk menenangkan dirinya sendiri, kemudian menatapku dengan tatapan serius sebelum akhirnya mulai bicara.
" sebelum itu, perkenalkan diriku adalah aphopis dewi yang tanpa sengaja memanggilmu kesini, Rey Rebelion." ucapnya membungkuk setelah memperkenalkan dirinya.
setelah itu dia melanjutkan pembicaraan " seharusnya yang terpanggil adalah pahlawan yang bisa menyelamatkan salah satu dunia yang aku kelola dari kehancuran karena invasi world eather, namun tanpa di sengaja pemanggilan justru menuju ke tempatmu berada dan singkat cerita kamu berakhir disini di ruang antar dunia, aku sungguh tidak menyangka pemanggilan itu justru menuju ke tempat anda berada, aku benar-benar minta maaf karena sudah mengganggu kehidupanmu, namun pemanggilan hanya bersifat satu arah jadi tidak mungkin untuk kembali lagi. apakah ada yang anda tanyakan? " aphopis berhenti berbicara.
hampir tidak ada yang ingin aku tanyakan, dia sudah menjelaskan garis besar tadi dab dari itu bisa di di simpulkan jika aku tidak salah lagi korban salah pemanggilan pahlawan, sudah berapa kali ini terjadi?
" baiklah, jadi aku tidak bisa kembali, lalu apakah aku memiliki tugas sebagai pahlawan saat aku berada di sana? "
" tidak, anda bebas di sana, hanya jika bisa tolong bantu pahlawan dalam membasmi world eather jika anda berkenan, saya akan sangat berterima kasih atas bantuan tersebut "
" hmm.. apakah aku akan mendapat kemampuan seperti dalam game atau cerita-cerita fiktif yang sudah pernah aku baca selama ini ? . "
" apakah anda membutuhkan sesuatu seperti itu? " tanyanya dengan ekspresi mati.
" tapi, aku sudah memberi anda kemampuan yang sama seperti dalam permainan namanya adalah "status karakter" anda bisa melihat segala tentang diri anda di sana "
menanggapi perkataanya aku mengucapkan "status karakter" dan jendela trasparan muncul di depanku.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Nama : Rey Rebelion
umur : 16 tahun[?].
Ras. : Manusia{?}
Hp : ieiπ {unknow}
Mp : ieiπ {unknow}
kekuatan : ????.
kepintaran : ????
vitalitas : ????
kecepatan : ????
ketangkasan : ????
ketahanan : hampir absolute
stamina : tidak dapat diukur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
aku melihat-lihat status di depanku, hampir semuanya adalah status yang gila?, apa baik-baik saja jika aku kedunia itu dengan status seperti ini?
seakan mengetahui apa yang aku pikirkan, aphopis mengangkat mulutnya.
" tidak masalah, tapi saya mohon jika bisa anda tidak menggunakan keseluruhan kemampuan anda jika tidak dunia itu tidak akan dapat bertahan dari dampaknya. "
" aku akan berusaha sebisaku " ucapku
" mohon di usahakan lebih " ucapnya seakan memaksaku untuk benar-benar tidak menggunakan semua yang aku punya.
setelah itu seakan seperti sedang dihapus tubuhku nampaknya mulai memudar secara perlahan dari bawah dab terus berlanjut hingga ke atas.
" sepertinya sudah waktunya berpisah, jaga dirimu di duniaku, semoga kamu nyaman di sana, selamat jalan tuan " ucap aphopis mengantarkan perpisahan sebelum akhirnya aku menghilang dari tempat itu dan dikirim ke dunianya.
di ruang yang sama saat rey rebelion telah pergi aphopis terduduk lemas tubuhnya gemetaran hebat saakan baru saja terlepas dari sebuah kematian mutlak yang baru saja dia hadapi.
uuuwwwwaaaaa......
" ... kenapa jadi begiilnnnii... " ucapnya sambil menangis.
di saat aphopis masih mengis meratapi takdir nasipnya yang malang, seseorang wanita lain dengan gaun hitam dengan ronda hitam muncul di menghampirinya.
setelah aku merasa tubuhku mulai terbentuk hingga penuh, aku membuka mataku.
pemandangan pertama yang aku lihat adalah sebuah hutan dengan pepohonan yang lebat, beruntungnya ini masih memiliki sinar matahari yang menerangi dari sela-sela dedaunan yang lebat jadi aku masih bisa melihat walau berada di kedalaman hutan.
entah apa yang terjadi padaku jika aku terkirim ketika itu tengah malam, aku tidak berani membayangkannya.
saat aku sedang berjalan di hutan dengan santai aku mendengar suara semak-semak bergerak di dekatku.
apakah itu hewan buas?
aku segera memasang kuda-kuda bertahan, memperhatikan dengan waspada semak belukar yang bergerak-gerak di depanku.
sesosok bayangan hitan melompat keluar dari semak belukar, saat itu sosoknya yang terlihat jelas di mataku.
" aku kira apa, hanya kelinci toh... " ucapku menghela nafas lega.
namun belum ada satu menit sebelum aku melihat kelinci itu menghilang dari pandanganku, saat berikutnya aku merasa sebuah hantaman keras menghantam bagian perutku membuat tubuhku bengkok membentuk < dan terlempar ke belakang hingga menabrak batang pohon yang ada di belakangku.
" ita tata.. apa yang terjadi? " aku yang merintih kesakitan mencoba bangun.
tubuhku gemetaran karena rasa sakit, nafasku terengah-engah saat aku mengambil nafas rasanya dadaku sesak seakan sedang di tindih beban seberat 10kg.
aku mengawasi sekeliling mencoba mencari tahu apa yang baru saja terjadi padaku, namun yang aku temukan hanyalah seekor kelinci dengan satu kaki di angkat ke udara.
' apakah kelinci itu yang menendangku barusan? tidak, tidak mungkin hewan sekecil dan seimut itu melakukan hal semengerikan itukan.. '
aku segera menolak gagasan dalam pikiranku, tapi ini adalah dunia lain apapun bisa terjadi disini, hewan yang imut mungkin saja adalah monster yang ganas tidak ada yang menyangkal hal itu.
aku kemudian mulai mewaspadai kelinci di depanku dengan kewaspadaan penuh, membenarkan posisi dan memasang kuda-kuda bertarung, bersiap menerima serangan darinya.
kemudian kelinci itu mulai bergerak, dia cepat mataku hampir tidak bisa melihatnya dia memusatkan serangan pada tendangan di salah satu tumit kakinya yang siap menghantamku begitu ia tiba.
melihat daya yang ada di kakinya jika aku menerima serangan dengan ketahananku. maka itu hanya akan merusak satu sisi dan aku akan dirugikan karena hal itu, jadi aku melompat dan berguling kesamping untuk menghindarinya.
saat kelinci itu terbang dengan kakinya itu menuju pohon yang ada di belakangku saat sebelum aku menghindar, meluncur dengan cepat dan saat menghantam pohon, batang pohon itu meledak dan tumbang.
" oi oi apakah itu benaran hewan?, itu lebih mirip mosterkan " ucapku menatap ngeri, itu mungkin akan menjadi nasibku jika aku memilih menerima seranganya.
kelinci itu kemudian berbalik ke arahku, dia menatapku dengan tatapan yang kini terlihat lebih ganas.
' ada apa dengan kelinci ini, apa dia semacam kelinci psikopat gila yang suka membunuh tanpa pandang bulu? '
dia kemudian meluncur kearahku kini menggunkan kepalanya untuk menyerudukku dari depan, tapi itulah yang aku harapkan.
sesaat sebelum kelinci itu sampai sebuah cahaya kecil meluncur ke kepalanya membuat sebuah lubang yang menembus hingga bagian belakang kepalanya sesaat kemudian tubuh kelinci itu jatuh ketanah dengan suara " gedebuk ".
tanganku membentuk seperti pistol mainan dengan dua jari yang melekat dan ibu jari sebagai arah bidikan.
" huh.. yang itu hampir saja " ucapku meniup pistol mainan yang terbuat dari jari-jemariku seperti koboy dalam film.
' aku tidak berlebihan kan? '
aku kemudian pergi dari tempat itu dengan mayat kelinci di tanganku.
Di waktu yang sama, tembakan cahaya yang membunuh kelinci belum berakhir, cahaya itu terus meluncur hingga ke ujung dunia menembus pembatas antar dunia dan membuat lubang sebesar ibu jari hal itu terus terjadi hingga 300 dunia telah dilewatinya setelah itu memudar menghilang tanpa sisa dengan meninggalkan bekas serangan yang membuat para dewa/dewi kewalahan memperbaikinya.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!