Bintang Pesantren
Ceritaku memang seperti drama korea ataupun film-film romansa cinta pada umumnya. Waktu umurku masih seumur jagung, pertama kali aku menjadi santriwati cilik di Pesantren Al-Barokah namanya. Ustadz Aj
0
0
Berujung Luka (Part 1)
“Jangan pernah menjadi angin yang datang hanya untuk sesaat; menyejukkan untuk sekejap, kemudian meninggalkan pengharapan yang sebenarnya kamu sendiri tahu, kamu tidak mampu mewujudkannya.” Rintik-rin
0
0
Seperti Ayah Mencintai Ibuku
Usiaku sudah genap 34 tahun. Di usiaku yang memasuki kepala tiga ini, aku baru saja belajar naik sepeda. Dengan dibantu oleh adik sepupu, aku belajar sepeda di tepi pantai. Adik sepupuku berkali-kali
0
0
Di Emperan Toko Obat (Part 1)
Pagi cerah. Seperti biasa aku datang ke kantor selalu lebih awal dari karyawan lainnya, untuk mengerjakan setiap tugas dan tanggung jawabku sebagai office boy. Membersihkan seluruh ruangan kantor dan
0
0
Garis Takdir
Hari ini, Luna memiliki sebuah janji yang dibuat bersama oleh kekasih—Atlas kerap Luna menyapanya. Niatnya, Atlas hendak menemui perempuan itu. Sekarang adalah waktunya. Luna menjalani rutinitasnya se
0
0
Apakah Ini Cinta ? (Part 1)
Pagi sekali Arya sudah terbangun dari tidurnya, hari ini ada sesuatu yang harus dilakukannya. Mata Arya mengawasi kedepan tepat di sebuah Rumah yamg memiliki perkarangan yang cukup luas, ada sedikit k
0
0
Rembulan pun Menangis (Part 2)
“Ayolah Pak beritahu aku dimana Suster Mawar sekarang?” “Sudah kubilang aku tidak tau. Aku ini bukan ayahnya tau! Tanya saja pada rumput yang bergoyang.” Jawab sang Satpam. “Hhh.. Eh, maaf dokter tau
0
0
Pupus
Hujan kembali mengguyur kota Bandung di akhir bulan Juni ini, Seorang gadis tengah duduk di dekat jendela rumahnya, ditemani oleh secangkir teh hangat yang tidak terlalu manis. Tatapannya tidak bisa t
0
0
Cinta Datang Terlambat
Masa kecil menjadi masa yang indah karena kita terus fokus dalam mencari hal menyenangkan dengan diri penuh kepolosan. Selain itu, masa kecil merupakan pengalaman berharga tentang cara menikmati kehid
0
0
Mimpi Aneh (Part 2)
Nash langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, sebelum berangkat seperti biasa Nash sarapan bersama ibunya. “ibu mungkin nggak akan percaya ini” Nash bilang ke ibunya tergesa-gesa “nggak
0
0
The Crazy Boy (Part 3)
Aku mendengar samar-samar ada orang yang sedang bernyanyi dengan suara pelan, dan… sangat merdu. Rasanya nyaman banget, dan lagunya juga asyik. Oh Tuhan… kucinta dia kusayang dia kurindu dia inginkan
0
0
Selalu Sama
Di suatu sore yang sejuk, datang kawanan air kecil yang turun dari langit indah berwarna kemerah-merahan itu. Air-air itu turun dengan sangat sopan, tidak membuat gaduh dan tidak juga terburu-buru. An
0
0
Sepasang Luka
“Kamu yakin jadiin aku pacar?” tanya seorang gadis remaja. “Aku yakin, ayo jadi pacar aku” sang lelaki meyakinkan. “Okey, aku mau” sang gadis masih bingung mengapa lelaki itu ingin menjadikan ia pacar
0
0
Tak Mungkin Utarakan
Aku mengagumi malam untuk ketenangannya. Adalah waktu yang tepat untuk merebahkan letih di sepanjang siang ini. Lagi dan lagi sepertinya malam senang untuk mempersembahkan hasrat yang semakin menggebu
0
0
Janji Musim Panas
Menantikan seseorang yang takkan kembali, sama saja seperti mengharapkan sesuatu yang takkan bisa kau dapatkan. Seperti aku yang tetap berdiam di tempat ini, berharap keajaiban datang menghampiriku da
0
0
Sang Pengkhianat
Kuingat semua yang terjadi, ingin kulupakan namun kejadian itu masih saja terbayang, kejadian dimana aku dan dia akan segera menikah, ketika aku dan dia akan menjadi sah tiba tiba terdengar teriakan s
0
0
Menepis Rasa
Dia seorang yang periang. Setiap bertemu, dia selalu menyapaku dan tersenyum. ‘sungguh menggugah hati’. Kami tinggal sedesa. Jarak rumahnya tak jauh dari rumahku. Namanya Indah. Paras wajahnya sesuai
0
0
Bukan Yang Dulu
“Udah gak usah diliatin terus, dulu aja disia-siain” ucap zidan sambil menepuk pundak iqbal yang sedari tadi asyik memandangi seorang perempuan yang sedang asyik dengan laptopnya. “Apaan sih lo?” sahu
0
0
Sosmed Love
Hafsa memperhatikan layar handphone yang dipegangnya, dia tersenyum sendiri melihat isi dari handphone itu. Semenjak bel istirahat berbunyi 15 menit yang lalu, Hafsa tidak beranjak sedikitpun dari tem
0
0
Janji Dibawah Hujan
Sepulang sekolah, Lisa langsung mencari makhluk yang bernama Riza. Riza adalah sahabatnya sejak kecil, bahkan sejak dalam kandungan kalau kata mama mereka. Mereka berdua sudah dekat melebihi saudara.
0
0