NovelToon NovelToon

Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

01

Suara dentingan wajan yang beradu dengan sutil terdengar begitu nyaring, itu arti nya Naila sedang sibuk memasak sarapan untuk semua orang.

Dia adalah Naila Maharani, seorang istri dan juga menantu di rumah ini. Naila tinggal bersama suami nya, Rivan dan juga keluarga suami nya di rumah ini. Rumah milik Naila sebelum menikah dengan Rivan.

"Naila, Aira pup, cepat kamu bersihkan!" Terdengar teriakan Yuni dari dalam kamar nya.

"Sebentar mbak, masih nanggung nih!" Jawab Naila dari dapur.

Naila berniat menyelesaikan masakan nya terlebih dahulu, sebentar lagi juga selesai.

"Naila, kamu budek ya? Di panggil dari tadi gak datang- datang!" Bentak Yuni yang baru saja muncul dari ruang keluarga.

"Sebentar lagi mbak, aku selesaikan masakan ku dulu!" Jawab Naila dengan lembut.

"Banyak alasan kamu, buruan bersihkan pup nya Aira. Dia udah gak nyaman, aku tidak tahan bau nya!" Perintah Yuni lagi.

Naila yang tidak mau mendengar ocehan Yuni, akhir nya memilih meninggal kan masakan nya dan pergi ke kamar nya Yuni.

Yuni adalah kakak nya Rivan, dia dan suami nya juga tinggal di rumah ini. Walaupun dia sudah menikah, dia dan suami nya juga bekerja. Tapi Yuni tidak mau tinggal di sendiri, dia juga tinggal di sini bersama orang tua nya.

"Sayang, ayo kita bersihkan dulu!" Bujuk Naila.

Aira adalah anak nya Yuni, saat ini usia nya sudah 2 tahun. Aira di urus oleh Naila saat Yuni dan suami nya pergi bekerja. Naila membawa bocah itu ke kamar mandi, dia langsung membersihkan tubuh Aira dan membuang diapers nya.

"Kita ganti baju dulu yuk, sekalian pake bedak lagi biar harum!" Ucap Naila sambil menggendong tubuh mungil Aira.

Naila langsung mengganti pakaian nya Aira, lalu tidak lupa dia juga memakai kan bedak pada tubuh bocah itu agar tetap harum.

"Naila, sarapan nya mana?" Belum lah selesai Naila mengurusi Aira, teriakan bu Rima sudah terdengar.

"Sebentar bu!" Jawab Naila sambil berjalan keluar membawa Aira.

"Kamu gimana sih? Gak berusaha banget jadi istri, nyiapin sarapan aja lama banget!" Omel bu Rima.

Semua orang sudah berada di meja makan saat ini, Rivan, Yuni dan suami nya, serta kedua orang tua Rivan pun sudah berada di sana.

Naila langsung memindahkan masakan nya tadi ke dalam wadah, lalu menyusun nya di atas meja di hadapan mereka semua. Tidak ada suara lagi, semua orang mulai menikmati sarapan nya masing - masing.

"Mas, aku ikut ya liburan kali ini!" Naila berkata di sela sarapan mereka.

"Tidak bisa Naila, kau di rumah saja. Uang ku tidak cukup jika kau ikut!" Dengan cepat Rivan menolak keinginan Naila.

Pagi ini Rivan dan seluruh keluarga nya akan pergi ke pulau Bali, mereka akan menghabiskan liburan akhir tahun mereka di sana. Sudah menjadi kebiasaan keluarga ini, sejak 3 tahun belakangan ini mereka menghabiskan liburan tahun baru di pulau Bali.

"Naila, kalau kau pergi juga, lalu siapa yang menjaga rumah? Kau tetap di rumah saja, jaga rumah!" Bu Rima berkata dengan ketus pada menantu nya.

"Buat apa kamu ikut liburan, toh kamu kan cuma di rumah saja. Liburan itu untuk orang yang bekerja!" Yuni juga ikut berkata dengan kasar.

Pak Jamal, suami nya bu Rima hanya diam saja, begitu pun dengan Alan suami nya Yuni. Mereka berdua hanya diam saja, saat istri mereka menghina dan mencari Naila.

Hati Naila sakit dan kecewa mendengar ucapan ipar dan mertua nya, sedangkan Rivan dia malah mendukung keluarga nya. Sekali saja dia tidak pernah membela Naila di hadapan keluarga nya.

"Tapi mas, ini sudah ketiga kali nya kalian berlibur ke pulau Bali dan tidak mengajak ku!" Protes Naila.

"Ibu dan mbak Yuni benar, Naila. Kamu di rumah saja, jaga rumah. Jika kau ikut liburan bersama kami, lalu siapa yang akan menjaga rumah. Aku tidak mau saat pulang nanti rumah dalam keadaan kotor dan tidak ada makanan di rumah!" Kembali Rivan berkata.

Naila menahan air mata nya agar tidak jatuh di hadapan suami nya dan juga keluarga nya, Naila ingin sekali melawan mereka semua. Tapi sebisa mungkin dia meredam semua emosi nya.

"Sebaik nya kita berangkat saja, takut nya ketinggalan pesawat nanti nya!" Bu Rima berkata.

"Iya, ayo bu!" Yuni setuju dengan ucapan ibu nya.

"Naila, jangan lupa kamu bereskan rumah. Jangan keluyuran selama kami tidak ada di rumah, dan kunci pintu rumah. Takut nya ada maling yang masuk!" Bu Rima mengingat kan Naila.

"Baik bu!" Jawab Naila sambil mengangguk kan kepala nya.

Mereka semua langsung berangkat ke bandara, dengan menggunakan taksi online. Bu Rima sangat bahagia, karena ini adalah liburan ke tiga kali nya untuk mereka di pulau Bali. Sudah 3 tahun berturut- turut mereka menyambut malam pergantian tahun di Pulau Dewata.

Setelah Rivan dan keluarga nya berangkat, Naila langsung membereskan meja makan dan mencuci semua peralatan makan mereka yang kotor. Setelah menyelesaikan semua nya, Naila langsung berlari masuk ke dalam kamar nya. Dia menangis tersedu sambil menelungkup kan wajah nya dia atas bantal.

"Tega sekali kau mas, kau mengajak seluruh keluarga mu berlibur setiap akhir tahun. Tapi aku, tidak pernah sekalipun kau mengajak ku!" Nadila berkata sambil menangis.

Cukup lama Nadila menangis, setelah hampir setengah jam dia merasa lebih tenang. Nadila mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru kamar nya, 3 tahun dia hidup bersama Rivan di kamar ini.

"Tiga tahun aku menemani mu mas, aku menutupi semua kekurangan mu. Tapi ini balasan nya, kau memang egois mas!" Naila menghapus sisa air mata nya.

Naila membuka lemari pakaian milik Rivan, dia sana semua pakaian Rivan tampak bagus dan tersusun rapi. Semua nya tampak baru, sedang kan pakaian nya sendiri jauh dari kata layak.

"Tiga tahun menikah, kau hanya satu kali membelikan aku baju mas. Itu pun hanya baju murah, sedangkan untuk keluarga mu semua nya baju mahal!"

"Kau hanya memberi ku uang belanja sebanyak 3 juta perbulan, dan itu pun untuk makan 6 orang dewasa di rumah ini. Kau sendiri tahu, bahwa uang itu tidak cukup. Bahkan kau tidak pernah mau tahu, dari mana aku menutupi semua kekurangan nya, mas. Tapi batas kesabaran ku sudah habis, Mas. Aku tidak mau lagi menjadi budak keluarga mu!" Naila berkata sambil menghapus sisa air mata di pipi nya.

Kini Naila menyadari betapa bodoh nya diri nya selama ini, dan kini dia mulai bangkit. Naila akan membalas semua perbuatan Rivan dan keluarga nya, saat mereka pulang nanti.

02

Naila mengambil ponsel nya, ponsel keluaran lama yang Naila beli sebelum menikah dengan Rivan. Dia tidak pernah mengganti ponsel nya, sedangkan Rivan setelah menikah dengan nya membeli ponsel baru dengan harga yang fantastis.

Naila menghubungi seseorang melalui sambungan telepon, hari ini Naila akan mengambil langkah untuk hidup nya.

"Hallo Vin, bisa kah kita bertemu sekarang? Aku butuh bantuan mu!" Naila berkata dengan nada serak melalui sambungan telepon.

"Naila, datang saja ke rumah ku, saat ini aku ada di rumah!" Jawab seseorang yang di panggil Vina tersebut.

"Baik lah Vin, aku datang sekarang juga!" Ujar Naila.

Klik.

Naila pun mematikan sambungan telepon nya dengan Vina, sahabat nya semasa kuliah dulu. Sama Vina adalah seorang pengacara terkenal, Naila membutuhkan bantuan nya untuk menghadapi semua ini.

Naila membuka lemari pakaian nya, dia menatap semua pakaian nya yang dia beli sebelum menikah dengan Rivan. Semua nya pakaian bagus, tapi setelah menjadi istri nya Rivan, Naila tidak pernah menggunakan pakaian itu lagi.

"Aku tidak bisa terjebak terlalu lama di dalam hubungan ini, sudah cukup aku berkorban untuk keluarga ini!" Naila berbicara dengan bayangan nya sendiri di cermin.

Naila lalu memoles make up tipis di wajah nya, dia memandangi pantulan wajah nya di cermin. Wajah itu bukan lagi wajah kusut dan dekil selama 3 tahun belakangan ini, tapi itu adalah wajah wanita cantik yang dulu membuat Rivan jatuh cinta.

"Mas Rivan, silahkan kau bawa keluarga mu berlibur di sana. Akan aku pastikan ini adalah liburan terakhir keluarga kalian!" Guman Naila lagi.

Naila bergegas keluar, dia menghidupkan mesin mobil nya. Sudah 3 tahun Naila tidak menyentuh mobil ini, padahal ini adalah mobil yang dia beli sebelum menikah dengan Rivan dulu. Tapi setelah menjadi istri nya Rivan, mobil itu setiap hari di pakai oleh Rivan dan Naila tidak pernah sekalipun saja menaiki mobil itu lagi.

"Mobil ini kembali ke tangan ku, dan tidak akan ku biarkan kalian memakai nya lagi!" Naila bermonolog pada diri nya sendiri.

Naila lalu melajukan mobil nya menuju ke sebuah perumahan elit, dia ingin bertemu dengan Vina. Dulu Naila sering datang ke sini, tapi semenjak menikah Rivan tidak pernah mengizin kan Naila untuk keluar lagi. Naila hanya di izin kan keluar hanya untuk pergi ke pasar, berbelanja sayuran dan yang lain nya.

Mobil Naila memasuki sebuah halaman rumah mewah bersantai 2, di sana lah sahabat nya tinggal. Vina langsung menyambut kedatangan Naila, sudah cukup lama mereka tidak bertemu.

"Naila, aku kangen sama kau, Nai!" Ujar Vina.

"Aku juga kangen sama kamu, Vin!" Naila membalas pelukan Vina.

"Ayo masuk Nai!" Vina mempersilahkan Naila masuk.

Vina memiliki seorang anak berusia 1,5 tahun, dan suami nya Vina bernama Prasetio, dia bisa di panggil Pras.

"Vin, aku mau ketemu sama mas Pras. Aku butuh bantuan nya!" Naila langsung mengatakan tujuan nya datang kemari.

"Mas Pras nya sedang ada di kantor, biar aku telepon dan minta dia pulang!" Vina berkata sambil tersenyum.

"Gak usah Vin, biar nanti aku ke kantor nya saja!" Naila menolak tawaran Vina.

"Nai, apa kau baik - baik saja?" Tanya Vina khawatir.

Sedikit banyak nya Vina tahu apa yang terjadi pada Naila setelah dia menikah dengan Rivan, tapi selama ini Naila selalu menyebut semua itu sebagai bakti pada suami nya.

"Aku sudah tidak kuat lagi, Vin!" Naila berkata dengan suara lirih.

Vina langsung meraih tubuh Naila, lalu membawa nya ke dalam pelukan nya. Tangisan Naila langsung pecah seketika, dia tidak mampu lagi menahan rasa sakit dan kesedihan nya. Vina membiarkan Naila menangis, dengan begitu nanti nya perasaan Naila akan lebih lega.

"Lepaskan lah semua nya Nai, jika kau tidak kuat lagi!" Bisik Vina pad sahabat nya.

"Terima kasih, Vin!" Naila merasa terharu dan benar saja dia merasa sedikit lebih lega setelah puas menangis.

"Katakan pada ku Nai, apa yang ingin lakukan selanjutnya?" Tanya Vina lagi.

"Aku ingin berpisah dengan mas Rivan, dan aku juga akan mengambil kembali apa yang menjadi milik ku!" Jawab Naila.

"Kamu tunggu sebentar, aku akan telepon mas Pras dan minta dia pulang!" Vina berkata pada Naila.

Vina langsung menghubungi suami nya, dia meminta nya segera pulang. Vina ingin agar Naila bisa langsung membicarakan keinginan nya pada Pras, orang yang akan menjadi kuasa hukum nya.

"Mas Pras sudah di jalan, dia akan membantu mu!" Ucap Vina lagi sambil tersenyum.

"Terima kasih banyak, Vin. Kau mau membantu ku!" Naila terharu dengan sahabat nya tersebut.

Mereka terus berbicara tentang bantak hal, tidak terasa Pras pun akhir nya tiba di rumah.

"Mas Pras, syukur lah kau segera pulang!" Vina merasa bahagia saat melihat kehadiran suami nya.

"Naila, aku sudah dengar permasalahan mu dari Vina. Aku pasti akan membantu mu!" Pras berkata sambil duduk di sofa di hadapan Naila.

"Mas, aku tidak yakin jika mas Rivan mau bercerai dengan ku. Dia pasti akan mempersulit semua nya, dan aku juga mau mengambil semua milik ki kembali!" Naila berkata pada Pras.

"Kamu tenang saja Naila, aku akan membantu mu. Mulai saat ini kau dan Rivan tidak boleh tinggal bersama lagi, dan mulai kumpul kan bukti nya untuk mempermudah proses nya!" Pras berkata pada Naila.

"Mas, mobil dan rumah milik ku dan di kuasai oleh keluarga nya mas Rivan. Rumah itu adalah pemberian dari orang tua ku, sebelum aku menikah dengan mas Rivan. Begitu pun dengan mobil itu, aku membeli nya sebelum menikah dengan nya!" Jelas Naila.

"Apakah surat - surat nya ada pada mu?" Tanya Pras.

"Ada mas, semua nya ada di sini!" Naila lalu mengeluarkan sebuah amplop coklat besar.

Pras mengeluarkan isi nya, di dalam nya terdapat sertifikat rumah atas nama Naila. Selain itu, ada juga BPKB dan STNK Mobil juga atas nama Naila.

"Simpan semua nya di tempat yang aman, jangan biarkan mereka mengetahui nya!" Ujar Irfan.

"Untuk sementara, aku titip kan semua nya pada kalian. Setelah ini aku akan mengambil nya kembali!" Naila berkata pada Vina.

"Baik lah kami akan simpan semua nya untuk mu!" Vina setuju untuk menyimpan nya terlebih dahulu.

"Aku berencana untuk menjual rumah itu, sebelum mas Rivan dan keluarga nya kembali. Karena aku tahu, mereka semua tidak akan mau keluar dari rumah itu begitu saja!" Naila berkata lagi.

"Itu rencana yang bagus, semoga saja rumah itu cepat laku! Dengan begitu mereka tidak akan bisa memasuki nya lagi saat kembali nanti!" Ucap Pras sambil mengangguk kan kepala nya.

Naila tidak punya pilihan lain selain menjual rumah itu, Naila yakin jika rumah itu tidak di jual, maka dia tidak akan bisa mengusir mereka semua dari sana.

03

"Apakah ada bukti lain nya, perselingkuhan misal nya?" Tanya Pras lagi.

"Untuk saat ini tidak ada, entah memang mas Rivan yang tidak pernah selingkuh atau memang aku tidak mengetahui nya!" Jawab Naila sambil menggelengkan kepala nya.

"Kamu mau tinggal di mana, jika rumah mu di jual Nai?" Tanya Vina.

"Aku berencan untuk membeli satu unit apartemen saja!" Jawab Naila.

"Sebaik nya memang seperti itu, jangan tinggal di sana lagi walaupun rumah itu belum laku terjual!" Pras memberi saran.

"Oh ya, apakah kalian punya kenalan yang mungkin tertarik dengan rumah itu?" Naila bertanya pada mereka.

"Kamu kirim foto rumah mu, bagian depan dan jua bagian dalam nya. Nanti biar aku dan mas Pras coba tawarkan pada orang- orang!" Usul Vina.

"Baik lah Vin, nanti akan aku ambil gambar nya. Sekalian aku juga mau promosikan di sosial media. Semoga ada yang tertarik dan ku harap rumah itu sudah laku sebelum mereka kembali!" Ujar Naila.

"Amiinnn, semoga saja!" Vina ikut mendoakan yang terbaik untuk sahabat nya

"Vin, mas Pras, aku pulang dulu ya. Hari ini juga aku mau membereskan semua pakaian mereka di rumah!" Naila pamit pada mereka berdua.

"Baik lah Nai, kamu hati - hati ya. Ingat jangan lupa kabari kami secepat nya, jika kau butuh bantuan!" Ujar Vina lagi.

"Baik, terima kasih Vin!" Naila lalu segera pergi dari rumah Vina.

Naila tidak mau menunda waktu lagi, dia ingin segera memberskan barang - barang mereka semua yang ada di dalam rumah nya. Naila berharap rumah ini akan segera berpindah tangan sebelum mereka kembali.

Setelah tiba di rumah nya, Naila segera mengambil foto bagian depan rumah nya. Lalu dia pun tidak lupa mengambil beberapa gambar bagian dalam rumah nya, setelah itu dia langsung memasang iklan penjualan rumah itu di sosial media.

"Semoga saja ada yang tertarik dengan rumah ini!" Guman Naila.

Naila lalu melangkah kan kaki nya menuju ke kamar utama, dia membuka pintu nya dan pandangan nya menyapu ke seluruh penjuru kamar. Dulu kamar ini adalah milik nya, tapi setelah menikah dengan Rivan kamar ini menjadi milik bu Rima.

Naila lalu mengambil beberapa buah kardus besar, dia memasuk kan barang - barang milik ibu mertua nya ke dalam kardus itu. Kardus itu tidak cukup untuk menampung barang - barang bu Rima yang cukup banyak, Naila lalu memasuk kan sisa barang- barang bu Rima ke dalam kantong kresek besar.

"Maaf kan aku bu, kalian yang memaksa ku untuk melakukan semua ini!" Naila menepuk tangan nya saat dia selesai membereskan semua barang - barang milik bu Rima dan pak Jamal.

Naila lalu beralih ke kamar nya Yuni dan Alan, dia melakuka hal yang sama dengan barang - barang milik mereka.

"Tinggal barang - barang milik mas Rivan, aku istirahat dulu. Setelah ini, aku akan membereskan nya juga!" Guman Naila.

Naila membuka ponsel nya, dia menscrol sosial media milik nya. Dia melihat begitu banyak unggahan dari Yuni di sosial media milik nya, salah satu nya tampak keluarga itu sedang bersantai di sebuah hotel yang menghadap ke laut.

Di sana Yuni menulis kalimat 'Santai sejenak, setelah menempuh perjalanan panjang, tiba lah di Pulau Dewata!'

"Silahkan kalian nikmati liburan terakhir kalian, nikmati lah sepuas nya. Karena setelah ini aku pastikan kalian tidak akan pernah bisa pergi liburan bersama lagi!" Guman Naila sambil tersenyum.

Naila merasakan perut nya yang lapar, dia baru ingat bahwa ini sudah sore dan dia melewatkan makan siang nya.

"Sebaik nya aku masak makanan kesukaan ku!" Guman Naila lagi.

Naila pergi ke dapur, di sana dia mulai meracik bumbu untuk membuat makanan kesukaan nya. Sore ini Naila memasak makanan pedas, hal yang tidak pernah Naila lakukan lagi selama 3 tahun terakhir ini. Semenjak menjadi istri nya Rivan, Naila hanya memasak makanan sesuai dengan lidah mereka.

Irfan dan keluarga nya tidak pernah suka makanan pedas, sementara Naila penyuka makanan pedas. Tapi karena Rivan melarang nya untuk memasak dengan cita rasa pedas, akhir nya Naila tidak pernah lagi memasak nya.

"Akhir nya setelah sekian lama, aku bisa menikmati makanan kesukaan ku lagi!" Naila berkata sambil menghirup harum aroma masakan nya.

Naila menikmati makanan itu, rasa nya sangat nikmat. Naila merasa, kini diri nya yang dulu telah kembali. Dia mendapatkan kebebasan yang selama ini tidak pernah dia dapatkan lagi.

Tring.

Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Naila, Naila langsung melihat nya. Dia langsung tersenyum sinis, saat menyadari siapa yang mengirimi nya pesan.

[Naila, jangan lupa kunci pintu nya. Dan jangan keluyuran tidak jelas, tetap lah tinggal di rumah. Kami sudah sampai di Bali, dan sedang istirahat di hotel!] Bergitu lah pesan yang di kirim kan oleh Rivan.

[Iya!] Naila mengetik balasan untuk Rivan dan langsung mengirim nya kembali.

[Jangan marah Naila, nanti suatu saat aku pasti akan mengajak mu juga!] Tulis Rivan lagi.

Seperti nya Rivan sadar, bahwa saat ini Naila sedang marah. Dia tahu dari cara Naila yang membalas pesan dari nya dengan begitu singkat.

Naila menikmati kesendirian nya dengan bahagia, tidak ada lagi perintah dan berantakan untuk diri nya. Sudah cukup lama rumah ini kehilangan kedamaian seperti ini.

"Aku harus cari apartemen, aku tidak biasa tinggal di sini terlalu lama!" Guman Naila setelah dia menghabiskan makanan nya.

Naila langsung mencari tipe apartemen yang bagus melalui ponsel nya, tanpa Rivan dan keluarga nya ketahui bahwa Naila memiliki uang yang tidak sedikit. Orang tua Naila memang tinggal di kampung, tapi mereka memiliki perkebunan sawit dan karet yang sangat luas.

Naila memiliki satu orang kakak laki - laki, dia tinggal di kampung yang sama dengan orang tua Naila. Perkebunan yang luas milik orang tua nya, dia bagi 2 oleh mereka untuk Naila dan kakak nya.

Perkebunan bagian Naila tetap di rawat dengan baik oleh mereka, sehingga uang dari hasil panen nya setiap bulan di kirim kan ke rekening Naila. Dengan uang itu pula lah, Naila menutupi kekurangan uang belanja yang cuma 3 juta dari Rivan.

Kini dengan uang itu juga Naila bisa membeli apartemen, Naila tidak perlu menunggu rumah nya laku dulu. Karena saat ini uang di rekening Naila sudah lebih dari cukup sekedar untuk membeli apartemen.

"Aku juga harus mencari pekerjaan, aku tidak mau terus berdiam diri saja!" Tekad Naila.

Dulu sebelum menikah, Naila bekerja sebagai manajer di salah satu perusahaan besar. Lima tahun dia menjabat sebagai manager, tapi saat menikah dengan Rivan dia terpaksa harus resign dari pekerjaan nya karena perintah Rivan.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!