NovelToon NovelToon

Ditikung Kaka Tiri Dipinang Pengusaha

Bab1 Gedung pernikahan

Alina telah berada di gedung yang benar, pada tanggal yang benar.satu-satu kesalahan adalah tulisan dipapan nama yang dilingkarkan pada Janur kuning. Disana tidak tertulis namanya, melainkan Ira Wati dan Ardiansyah.

Gadis dengan kebaya Putih dan siger diatas kepalanya rasa-rasanya mau mati saja, setelah ia membaca nama kaka sepupu dan calon suami Alina yaitu Ardi Ardiansyah..

"Wit, sepertinya gue di khianati oleh Ira dan Ardi.lu liat papan nama Di janur kuning bukan nama gue.apa yang harus gue lakuin Wit?"Bibir Alina gemetaran saat berucap.

"Lu ganti baju saja, jangan pakai baju pengantin. Kita mengendap-endap masuk ke dalam gedung. Tahan emosi ya."Alina gerak cepat mengganti pakaian pengantinnya di salah satu ruangan dekat gedung itu .dengan pakaian yang kenakan tadi pagi sebelum berangkat ke tempat MUA.

Dengan memakai masker Alena dan Wita menyelinap ke dalam gedung tersebut.Dimana telah berlangsung akad nikah.

" Saya terima nikah dan kawinnya Ira wati binti Fauzi dengan mas kawin lima gram emas dua puluh empat karat dibayar tunai." ucap Ardi dengan lantang, sambil berjabat tangan dengan wali hakim sebagai wali dari Ira.dikarenakan Ayah Ira pergi tidak tahu Dimana rimbanya.

Tanpa mereka sadari Alina duduk di tengah-tengah para tamu undangan yang sedang menyaksikan pernikahan itu.

Sekuat tenaga Alina menahan air mata. Jangan sampai jatuh membasahi pipinya. Entah mengapa hatinya sangat lega menyaksikan pernikahan kakak tiri dan calon suaminya.

" Wita. Seharusnya Kita tadi bawa granat biar gue lempar di tengah-tengah acara ..biar Sama-sama hancur."ucap Alina lirih..gadis cantik dengan bola mata indah pemilik kulit kuning Langsat itu. Tersenyum miris meyaksikan pernikahan calon suaminya dan kaka sepupu sekaligus kaka tirinya itu.

Demi mewujudkan Pernikahan ini Alina ikhlas menguras semua tabungan Alina selama ia bekerja dipabrik dan menjadi reseller wedding The David . yang ia pakai untuk acara pernikahan yang super mewah menurut Alina. Dan itu semua permintaan Ardi calon suaminya..

Alina anak satu-satunya dari pasangan Bapak Subandi dan ibu Nur Halimah.. semenjak Ibu Halimah meninggal dunia kurang lebih 13 tahun lalu. pak Subandi menikah dengan, adik kandung Nur Halimah yaitu, Hamidah yang kini menjadi ibu tirinya. Dan Hamidah membawa satu anak perempuan yang usianya terpaut 2 tahun di atas Alina yang bernama Irawati.. kakak sepupu . Yang menjadi kakak tiri. Dan kini telah merebut calon suaminya.

Alina.seorang perempuan mandiri dan pekerja keras.Ia adalah tulang punggung di keluarganya.Semua kebutuhan rumah tangga Alina yang mencukupinya. Semenjak bapaknya kena PHK. tugas itu ia pikul demi harga diri bapaknya.

Termasuk membiayai kuliah kaka sepupu tersebut hingga menjadi Sarjana management.

"Lu tidak perlu melakukan apapun. Cukup lu lihatin saja. Karena semua percuma tidak akan bisa mengembalikan keadaan seperti semula. Kalau lu sudah puas menyaksikan pernikahan ini mari kita pulang."ucap Wita.

" laki-laki durjana itu telah menguras tabungan ku dan ia harus menerima balasannya." ucap Lina,Juwita mengaguk,ia mengelus punggung sahabatnya dengan tulus.

"gue Alina!! cukup sekali ini saja gue di bodohi oleh laki-laki!!" gumam gadis itu dalam hati.Tidak ada air mata yang menetes di pipi gadis bermata bening itu.Tapi hatinya sakit seperti di tusuk ribuan jarum..

Alina melangkah mendekati pasangan yang baru resmi menjadi sepasang suami dan istri itu..

Semua para tamu undangan,para tetangga dan sanak saudara.Terlonjak kaget melihat Alina datang bersama Wita sang sahabat.

Aluna menatap tajam pasangan penipu itu.Ira dan Ardi terlonjak kaget melihat kedatangan Alina yang tidak mengenakan pakaian pengantin tapi make up-nya sangat tebal. Seribu pertanyaan bergelayut di hati Ira.

Ira tersenyum sinis menatap Lina, batinnya sangat puas melihat Lina menyaksikan ia bahagia bersama mantan tunangannya.

walaupun ia sempat kaget melihat kehadiran Lina yang tidak mengenakan pakaian pengantin.

Ira ingin membuat Lina malu depan umum saat ia memasuki gedung pernikahan dengan gaun pengantin yang sama seperti yang ia kenakan.

Ira menatap tajam ibunya, Kenapa semua tidak sesuai dengan ekspektasinya. Lina datang bukan mengenakan pakaian pengantin, melainkan pakaian biasa layaknya seperti tamu undangan.

Hamidah mengakat kedua bahunya.Ia tidak perduli Alina datang dengan kebaya pengantin atau tidak. yang terpenting Ira putrinya telah menikah dengan laki-laki tampan dan rupawan yang bekerja di bank.

Hamidah sangat. yakin Alina akan mengalah untuk kakak tirinya. seperti biasa ia mengalah untuk Ira dalam hal pendidikan dan yang lainnya.

Tapi tidak hari ini, mungkin ia akan merelakan Laki-laki penghianat untuk sepupu Penghianat.Dengan suka rela,tapi tidak dengan Semua biaya wedding organizer.Pasangan itu harus membayar semua pengeluaran yang Alina keluarkan.

" Terima kasih telah menggantikan posisi gue. Silakan ambil laki-laki tidak tahu diri itu."Alina menatap Tajam pasangan penghianat itu.ia sangat yakin semuanya sudah terencana.

Semua tamu yang hadir, ternganga Melihat peristiwa tidak lazim ini.Sebagian temen Ardi yang sudah mengenal Alina.Mereka ikut geram melihat Ardi dan Ira yang tidak punya perasaan.. Dan yang tidak kenal Alina Menatap heran dan penuh tanda tanya.

"Sudah ditakdirkan Ardi jodoh gue. Jadi lu mundur."ucap ira

"Ambil lah gue tidak sudi dengan laki-laki penghianat itu."ucap Alina menatap tajam muka-muka pengkhianat yang ada di depannya. Lalu, Alina menatap Bapaknya dengan tatapan mematikan. Dan menatap Hamidah penuh dengan kebencian.

Bandi tertunduk tidak sanggup dengan tatapan sang Putri.Berbeda dengan Hamidah ia menantang tatapan Alina dengan senyuman penuh kemenangan..

" Tante tidak pantas disebut adik kandung ibuku.Karena ibu ku wanita berhati lembut baik budi. sedangkan Tante wanita berhati busuk...ku pastikan suatu hari nanti Tante akan tergantung dengan ku,dan aku yang akan menentukan kapan Tante makan dan kapan tidur.. keringat aku yang kalian peras bertahun-tahun.Harus kalian bayar mahal." Gumam gadis dengan bola mata bening itu.Dendam dan sakit hati telah mendominasi hati gadis itu.

" Alina, Ira dan Ardi sudah pacaran lama. Sebelum Ardi pacaran denganmu.Paham."ucap Hamidah. Tentu apa yang dikatakan Hamidah suatu kebohongan. Hamidah hanya pencitraan saja di depan tamu ia tidak mau orang mengecap Ira perebut. padahal nyatanya memang perebut.

"Oh jadi seperti itu. Mereka sudah jadian lama? Dan selama ini laki-laki itu selalu minta uang pada ku. Balikin semua uang yang lu pakai."ucap Alina, matanya nyalang menatap Ardi dengan tatapan tajam.

Ardi terlonjak kaget mendengar kata-kata sarkas keluar dari bibir mungil milik Alina.. ada rasa takut di hati Ardi melihat tatapan penuh Amarah dari gadis itu..ia tidak menyangka Alina yang dia tahu lembah lembut dan penurut. Berubah seperti macan tutul.

"Lina, Maaf aku mencintaimu,tapi aku juga mencintai Ira dan aku harus menikah dengan Ira." Ardi, bingung mau menjawab apa, tidak mungkin dia jujur,ia terpaksa menikahi Ira karena Sudah hamil!!"

Alina membuang ludah. Ia sangat muak mendengar ucapan laki-laki yang ia cintai secara ugal-ugalan dan ia percayai sepenuh hati..Tapi Hari ini Rasa cinta itu hilang seketika.

"Sudah tidak usah banyak bicara. Dan jangan bicara cinta didepan gue. Geli gua dengernya. Kalau mau nikah modal sendiri jangan menipu! Ucap Alina sengit."

Dan semua yang hadir kaget, mendengar penjelasan Alina.

Semua orang yang Hadir menatap Hamidah dan Bandi. yang Sangat tega memanfaatkan gadis piatu tersebut.

" Kamu dan anakmu bener-benar Manusia tidak punya perasaan.Sudah tahu Ardi calon suami anak tiri sekaligus keponakanmu sendiri.Tanpa perasaan kamu membiarkan Ira merebut calon suami Alina.."ucap Ayu,kakak kandung Almarhum Ibunya Alina dan Hamidah..

" Heii..!! Mba kalau tidak tahu permasalahannya Diam. Mereka sudah cukup lama pacaran. Yang merebut pacarnya Ira itu Alina. Bukan anakku. Lagian jadi perempuan percaya diri sekali."teriak Hamidah

"Ohh gitu... Ira sudah terlebih dahulu pacaran dengan Ardi?? Diam-diam Ardi memacari Alina. Sampai bertahun-tahun seperti itu? Tidak perlu bersandiwara Hamidah. Dan tidak perlu membalikan fakta. Kenyataannya Ira yang merebut kepunyaan Alina. Ya sudah ambil saja sana. Tapi ada yang harus kalian pertanggung jawabkan, semua biaya wedding yang begitu mewah ini memakai uang keponakanku. Anak piatu loh, Alena ini?? Dan kalian harus menggantinya."ucap Ayu tegas.

Wita membisikkan sesuatu kepada Alina..Sahabat yang selalu ada dalam duka maupun suka. Alena menggangguk.

Tidak lama pihak wedding organizer datang menghampiri Alina dan Wita ..

" Mas berhubung saya di tipu sama laki-laki itu.Ternyata dia diam-diam menikah dengan kakak sepupu saya..Jadi semua biaya gedung dan catering.. Pembayarannya mas tagih sama kedua mempelai pengantin. dan uang yang sudah aku jadikan DP saya harap dikembalikan.." ucap Alina Pada asisten David yaitu Devan..

"Oke siap Alina!! Kamu memang tidak sepatutnya menanggung biaya pernikahan ini? karena kamu tidak jadi menikah."jawab Devan.

Bab 2 Perdebatan

"Tidak bisa seperti itu. Siapa yang booking itu yang bayar.Gue tidak pernah memakai nama gue untuk membooking tempat ini untuk sebuah pernikahan,semua atas nama lu .Jadi lu yang harus membayar semuanya. Dan Ardi memilih gue karena kami saling mencintai."ucap Ira lantang.

Ira sangat egois sekali,ia ingin menikah dengan dream wedding tetapi ia tidak ingin mengeluarkan modal.

Karena memang Ira dan Ardi tidak memiliki modal untuk menikah.

Walaupun Ardi seorang Manager bank, tetapi ia tidak memiliki banyak uang. Karena gaya hidupnya dan keluarga yang hedon Sehingga membuat Ardi tidak memiliki tabungan untuk menikah.

"Hahahaha" Alina tertawa terbahak-bahak.

"Memang benar gue yang sewa gedung ini. Untuk acara pernikahan gue. Berhubung lu sudah menggantikan posisi gue..Jadi lu yang harus membayarnya. Prosedurnya seperti itu,kan? lagi pula, wedding yang kalian gunakan bukan wedding yang gue rekomendasikan..gue tidak kenal dengan siapa pemilik wedding yang kalian pakai."jawabnya dengan nada tegas dan lantang. Dinda baru sadar jika wedding organizer yang mengambil perkawinannya bukan punya David melainkan temennya David. Lina juga kenal dengan pemiliknya wedding yang sekarang menghandle pernikahan Ira dan Ardi.

Lina hanya pura-pura saja tidak mengenal pemilik wedding supaya uangnya kembali.

Lina merutuki dirinya yang sangat bodoh percaya dengan tunangannya untuk menghandle pernikahan mereka.

"Oke..kalian saling mencintai dan saling menyayangi, tetapi jangan menipu seperti ini, tidak berkah pernikahan kalian. gue tidak perduli kalian mencintai dari zaman nabi Adam. Yang terpenting uang gue yang kalian gunakan untuk biaya pernikahan ini di kembalikan"Lina sangat tenang berucap.Ia berusaha menutupi luka hatinya.. sakit dan malu yang ia rasakan saat ini tetapi ia berusaha untuk tenang.

Lina memang sudah mentransfer sejumlah uang rekening atas nama dirinya sendiri, tetapi ATM Ardi yang pegang.

Tidak ada sedikit pun keraguan di hati Alina pada Ardi saat ia mentransfer sejumlah uang untuk biaya pernikahan mereka.

" Satu lagi,aku minta balikin semua fasilitas yang kamu gunakan, Selama ini aku perduli karena ibumu menikah dengan bapakku.Kita memang saudara sepupu. Tapi uang tidak saudara. Balikin biaya kuliah yang kalian pakai. itu semua,uang tabungan Ibuku selama beliau bekerja jadi TKW di Hongkong."ucap Lena tegas

" Termasuk uangku yang dipinjam oleh Ardi suamimu. Semua harus dikembalikan tanpa terkecuali, jika tidak kalian kembalikan akan aku bawa ke ranah hukum."Ancam Alina.

Ancaman Alina membuat Ardi ketar ketir.

Dan semua orang yang ada didalam gedung itu Tercengang mendengar ucapan Alina.

Semua berspekulasi dengan pemikirannya mereka masing-masing.

Ucapan Lina, membuat kedua pasangan pengkhianat itu kehilangan muka.. Muka merah manahan malu.karena apa yang diucapkan oleh Alina benar adanya..

Memang Alena yang membiayai kuliah Ira.Tepatnya tabungan Halimah dipakai buat kuliah Ira.

Sebagian tamu undangan yang mendengar penjelasan Alina menganggap Alina gadis yang bodoh Bisa dimanfaatkan sedemikian rupa..

" Ingat Ira dan Ardi balikan uang keponakan saya sekarang juga! Dan ganti biaya wedding ini. kalian akan berhadapan dengan saya ingat itu."Bude Ayu ikut menimpali

Ia benar-benar tidak habis pikir dengan Pemikiran Adiknya Hamidah.

Dimana ia letakkan hati nuraninya, kenapa begitu tega dengan keponakan sendiri.

Hamidah dan Yuni, orang tua Ardi.Sontak mereka kaget mendengar semua ancaman Alina dan Ayu. Semua tidak sesuai ekspektasi Mereka tentang sikap Alina.Mereka pikir Alina hanya bisa menangis meratapi nasibnya dan ending-nya ia akan mengalah dan patuh apa yang dikatakan Ibu tirinya. Dan merelakan semua untuk adik sepupunya..

"Siapa yang mengundang kuntilanak ini sih? tiba-tiba ia hadir. Perasaan aku nggak mengundang Mbak Ayu."gumam Hamidah dalam hati.

" Ardi memang harus menikahi Ira Alena!!

karena Ardi telah menghamili Ira. Mau tidak mau dia harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya. Bapak diam bukan tidak membela mu, Bapak ingin kamu lepas dari malapetaka ini."ucap Subandi dengan lugas. semua undangan tercengang dan menggelengkan kepala menatap pengantin baru itu.

Semua terbelalak mendengar pengakuan Subandi. Hamidah sangat geram menahan marah bisa-bisanya Subandi membuka aib Ira di depan orang banyak.

"Seharusnya Bapak beritahu saya. Kalau Ira sudah hamil!!setidaknya saya tidak seperti orang bodoh datang ke gedung pernikahan sebagai pengantin.Ternyata hanya sebagai tamu tidak di undang.Bapak tega sama Lina, Alina sangat kecewa sama bapak."ucap Gadis cantik itu dengan suara pilu.

Dan semua tamu undangan menyalahkan Subandi karena tidak memiliki otoritas untuk membela putrinya.

Seharusnya Subandi menjadi garda terdepan untuk melindungi Alina.

Dan Para warga yang baru tiba di gedung pernikahan itu, tampak tercengang menyaksikan peristiwa langka itu. semakin siang tamu undangan semakin banyak yang datang

Sebagian tetangga Alina sudah pulang setelah mereka tahu, yang menikah bukan Lina tapi Ira

" Bu..Ibu! kita tidak perlu kasih amplop sama Hamidah.Bukan Alina yang menikah melainkan Ira.Aku gak Sudi memberikan amplop ku untuk manusia serakah itu." Ucap salah satu tetangga Hamidah..

"Aku juga mikirnya demikian Bu.gak ikhlas aku memberikan amplop ku, untuk manusia tidak punya perasaan seperti mereka.Kasian sekali aku melihat Alina,tidak tega aku menatap wajah Alina yang disakiti seperti itu." timpal Bu RT.

"Kita makan saja hidangan yang telah disediakan.Amplop kita kumpulkan,lalu kita berikan kepada Alina supaya bisa membantu anak itu membayar sewa gedung ini. Tidak mungkin Ira dan Laki-lak tidak tahu diri itu mau membayar gedung dan catering..Baik sekali hati gadis itu,tapi mereka tega menyakitinya...Semoga Alina mendapatkan jodoh yang baik " Bu Rw pun ikut menimpali,dan semua tetangga kompak tidak akan memberikan amplop mereka kepada Hamidah.

"Aku pikir Alina yang tidak mau menikah dengan si Ardi.Makanya Ira yang menggantikannya..Ehhh ternyata Alina di tikung sama kaka tiri alias kaka sepupu durjana." Sahut para tetangga yang lainnya. Semua para tamu undangan berspekulasi seusai pemikiran mereka masing-masing...

"Ehhh.. Ternyata sudah hamil duluan Ira.Makanya Ardi menikahinya,kenapa gak jujur saja sih, kalau sudah hamil?? Alina pasti ikhlas jangan menipu seperti ini." Ucap salah satu tetangga Alina.

"Bapak jangan sembarangan bicara seperti itu! Siapa yang hamil sih? Ira dan Ardi saling mencintai makanya mereka menikah."walaupun Hamidah mengelak, tetapi warga sudah terlanjur percaya apa yang terucap dari bibirnya Subandi.

" Tidak perlu marah ibu Hamidah, jika memang anak Ibu sudah hamil duluan tidak apa-apa memang sudah kewajiban Ardi menikahi kaka sepupu Alina .Tapi tidak seperti ini caranya, kasihan dengan Alina."ucap Bu RT.Seketika muka Hamidah merah padam menaham Amarah.tangannya mengepal ingin marah dengan Bu RT,tapi ia tidak bisa melakukan apapun.

" Tapi, Ira tidak hamil Bu RT! semua itu fitnah.Ardi dan Ira saling mencintai, wajar lah mereka menikah.Hamidah mengelak dan Ia tidak mungkin membenarkan ucapan Suaminya dan tuduhan Bu RT."tamu undangan hanya melengos mendengar elakan Hamidah.

"Tidak perlu melakukan klarifikasi hanya untuk mencari validasi Bu! Kita akan hitung pakai jari usia pernikahan Ira dan kehamilannya esok." Ucap Alina tegas.

" Ingat,Lina! Kamu ditinggalkan mati Ibu mu dari usia 10 tahun.Dan saya rela menikah dengan bapakmu,hanya untuk merawat mu. karena saya kasihan sama kamu,Jadi sudah sewajarnya kamu membiayai kuliah Ira dan pernikahan ini.."Lanjut Hamidah lagi.

"Ira bukan tanggung jawab saya. Yang harus membiayai kuliah Ira dan pernikahan ini bapaknya Ira. Dan calon suaminya bukan saya. Dan saya tidak meminta Bulik menjadi ibu tiri saya."sarkas Alena.

" Hamidah saya saksi hidup gadis ini, Semenjak ditinggal Ibunya meninggal dan Bapaknya menikah dengan mu,hidup gadis ini menderita, kamu tidak mengurusnya melainkan menyiksa gadis itu, coba kamu lihat di punggungnya berapa banyak bekas luka disana.. Kamu pernah menempel kan seterika panas dipunggungnya.Karena Lina bikin rusak pakaian mu! ada banyak luka yang lain disana.belum luka batin yang kamu torehkan,Berjasa di mananya kamu??yang ada kamu membuat hidup gadis piatu itu menderita."ucap nenek hafsah tetangga persis sebelah kanan rumah Alina.

"Masih ada kok Nek ,bekasnya dipunggung Alina. Terima kasih sudah baik dengan Lina nek, Sehat selalu dan panjang umur."sahut Alina.

Suasana menjadi riuh, dengan suara para undangan Hamidah.Seketika muka Hamidah merah padam menahan amarah dan malu, matanya nyalang menatap nenek Hafsah.Keduanya saling bertatapan saling ingin menerkam.

Tiba-tiba Wita dihampiri oleh supir mobil Honda jazz yang mengantarkan Alina dan Deswita ke gedung pernikahan itu

"Mba, lebih baik Mba yang gagal nikah pergi dari sini,kondisi sudah tidak kondusif." Wita membenarkan ucapan sang supir melihat suasana semakin panas wita menarik tangan Lina agar meninggalkan gedung tersebut.

Bab 3 Menikmati sunset

Sebelum Lina pergi meninggalkan gedung pernikahannya..Lina bertemu dengan Pak Lurah.

Pak lurah adalah saudara kandung Pak Subandi,ia diberitahu oleh salah satu perangkatnya bahwa,telah terjadi kegaduhan disebuah gedung pernikahan.Dimana keponakannya Alina telah ditikung kaka sepupunya.

"Alina!! Apa yang terjadi nak?"tanya Pak Lurah dan ia langsung memeluk Alina.

"Lina tidak jadi menikah dengan Ardi Om, posisi Lina sudah digantikan oleh Ira!"ucapnya sambil menahan tangis.

Pak lurah diam mematung entah apa yang ada di dalam pikiran Pak lurah mendengar aduan keponakannya itu.

beberapa hari yang lalu Subandi memberitahunya jika,Alina akan menikah minggu dengan bukan hari ini.

"Bapakmu sudah keterlaluan Lin,om diberitahu jika kamu menikah minggu depan bukan sekarang, ternyata semua bohong! Entah apa, maksud Mas Bandi melakukan ini semua. Ya sudah,tidak apa-apa tidak jadi menikah dengan Ardi dunia tidak selebar daun kelor,mungkin Allah mempunyai rencana lain untuk masa depanmu. Ikhlaskan, ya nak! Kamu mau ke mana? Sebenarnya Om masih bingung dengan kejadian hari ini, Om ingin bertanya banyak padamu? Tapi jika kamu ingin pergi pergilah, jaga diri baik-baik jangan melakukan hal-hal bodoh yang merugikan dirimu sendiri."pesan pak lurah, Lina menjawab dengan anggukan.

Tangis Alina pecah di depan adik bapaknya itu,dadanya sangat nyesek sekali rasa-rasa mau pecah.

Mendengar tangisan pilu sang keponakan Edi rasa-rasanya ingin menangis..

" Pergi lah nak, tinggalkan gedung kesakitan ini cari lah tempat dimana bisa kamu temui ketenangan dan pulang saat hati dan pikiran sudah tenang." Titah Edi Alina tidak bisa menjawab hanya mengangguk saja.

Sambil menghapus air matanya ia mencium tangan Edi. Lalu gadis cantik itu meninggal gedung tersebut..

Edi menatap kepergian sang keponakan penuh rasa iba. Entah apa yang akan ia lakukan kepada Subandi kakak laki-lakinya itu.

Melihat Edi memasuki gedung pernikahan itu. Subandi terlihat gelisah. Dan salah tingkah

"Edi!! Siapa yang memberitahumu jika Mas ada di gedung ini?"tanyanya, tampak sekali kegelisahan di wajah laki-laki paruh baya itu.

"Netizen! Yang memberitahuku, jika telah terjadi pengkhianatan di gedung ini!!Dan semua direncanakan oleh ibu tiri dan Bapak kandungnya sendiri, pelakunya adik sepupu. Aku nggak habis pikir?? dengan jalan pikiran Mas dan Mbak Hamidah.. di mana coba, kalian meletakkan hati nurani kalian?? Bisa-bisanya Alina menikah hari ini, tetapi calon suaminya menikahi adik tirinya? Dan Mas ikut sekongkol menikung anak kandung sendiri??"jawab Edi sambil menggelengkan kepalanya.

"Semua ini, tidak seperti apa yang kamu pikirkan Ed? Mas akan jelaskan tapi tidak hari ini! Semua Mas lakukan demi kebaikan Alina!"jawab Edi gugup.

Edi tersenyum sinis, menatap kakak kandungnya dan kakak iparnya itu silih berganti.

"Apapun alasannya! Kejadian hari ini telah membuat Alina terluka dan sakit hati beserta malu. Hatimu, di mana Mas???"teriak lantang Edi Bustami..

"Mas Edi!! Semua sudah takdir Tuhan. Semua berjalan sesuai dengan kehendaknya, Ira dan Ardi saling mencintai. Dan pernikahan hari ini, terjadi semua restu Tuhan, sekarang Ardi telah menjadi menantu kita, Mas Edi harus bisa menerima Ardi sebagai menantu dengan ikhlas."ucap Hamidah penuh percaya diri.

Edi tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan kakak iparnya itu.

"Apa kata mu, Takdir? Takdir yang kalian ciptakan sendiri. Bukan takdir dari Tuhan, sah-sah saja Ardi dan Ira mencintai dan menikah. Tapi tidak seperti ini caranya. Saya akan bawa kasus ini ke ranah hukum, Alina itu keponakanku berarti ia juga anakku. Jika Bapak kandungnya tidak bisa melindunginya biarkan aku sebagai omnya yang akan melindungi keponakanku."ucap Edi dengan nada lantang dan tegas.

Edi hanya bisa tertunduk malu, sementara Hamidah sedikit Panik, mendengar ancaman Edi.

Pasangan yang baru Sah menjadi suami istri itu, terlihat panik dan ketakutan. Terutama Ardi mukanya pucat menahan rasa takut yang sulit untuk diungkapkan.

"Ira itu bukan keponakanku! Jadi Ardi bukan menantuku. Keponakanku hanya Alina dan aku tidak memiliki keponakan lagi selain Alina."jawaban Edi membuat Hamidah lesu bagaikan kerupuk disiram air kondisi hati Hamidah saat ini.

"Aku setuju 1000% dengan ucapan Pak Lurah! Dan saya mendukung Pak Lurah untuk membawa para pengkhianat ini keranah hukum.. oh ya,pak lurah mohon bantuannya. Ardi ini ,telah banyak memakan uang Alina, pernikahan ini dan gedung mewah ini memakai uang Alina semua. Tolong dikawal supaya uang Alina keponakan kita, bisa kembali."sahut Ayu dengan suara lantang.

"Cukup Mba Ayu! Kamu sudah terlalu banyak bicara dan terlalu ikut campur dalam urusan keluargaku. Aku yang akan melaporkanmu ke kantor polisi atas kasus pencemaran nama baik."Ayu tertawa ngakak, mendengar Hamidah ingin melaporkannya atas kasus pencemaran nama baik.

" Kamu akan melaporkanku atas kasus pencemaran nama baik?? Nama baik yang mana yang aku cemarkan? Tanpa aku cemarkan kan, nama baikmu sudah tercoreng. kamu kira, aku tidak bisa bikin laporan ke kantor polisi Atas kasus penipuan.Kamu lihat saja nanti apa yang akan lakukan,Walaupun saudara besan mu,banyak yang menjadi aparat aku tidak takut."Setelah mengucapkan kata-kata penuh ancaman untuk sang Adik durjana.

Ayu ditarik oleh suaminya untuk meninggalkan gedung tersebut...Baru beberapa langkah Ayu beranjak meninggalkan ruangan itu.Tiba-tiba wanita paruh baya itu, menghentikan langkahnya Ia membalikkan badannya dan melangkah mendekati Ardi dan Ira..

" Satu lagi kelupaan!! Kalian harus tinggal kan rumah Alina!!kamu, Ardi. Bawa istri mu pulang ke rumahmu.. Karena yang ditempati Ira dan Ibunya rumah almarhum adik saya.Rumah itu dibeli hasil keringat adik saya jadi TKW dan kamu juga Bandi bawa istri mu pergi dari rumah Halimah.. Awas saja kalau Kalian masih di rumah itu akan aku lemparkan Bodoh Ucap Ayu sengit.. Matanya nyalang menatap pasangan yang baru resmi menjadi suami istri itu.

Sementara itu Alina dan Wita beserta pria berkacamata dan selalu mengunakan masker itu.. Sedang menikmati sunset disebuah pantai diujung kota..

Alina kini,telah mengganti pakaiannya dengan outfit santai.

Mata gadis berparas ayu itu menatap lurus lautan yang ada didepannya.. Suasana hatinya berangsur-angsur membaik,beban berat yang mengganjal dihatinya seketika sirna..

Pria berkacamata itu duduk disebelah Alina.Ia memberikan satu botol air mineral yang sudah ia bukakan.

"Minumlah patah hati itu, perlu tenaga Jangan sampai kamu kehausan Kamu butuh tenaga dan pikiran yang sehat untuk membalaskan sakit hati mu!" Alina mengambil air mineral yang disodorkan oleh Pria itu, tanpa menoleh ke arah Pria berkacamata hitam,yang belum ia ketahui namanya.

Pria misterius itu, tidak pernah melepaskan kacamata dan maskernya. Alina pun tidak menanyakan nama pria tersebut.

Dalam kondisi hati yang sedang porak poranda Alina tidak memperdulikan asal usul pria itu.

"Terimakasih." ucap Lina datar.Ia meneguk air mineral itu sampai tandas.

"Sama-sama, kalau masih haus aku belikan lagi." Tawar laki-laki misterius itu.

"Kamu punya uang?? Aku boleh pinjem?"tanya Alin lagi..Wita yang duduk disebelah kiri Alina mengernyit tipis.Wita menatap sahabatnya dengan tatapan penuh tanda tanya..

''Ada kamu butuh berapa? boleh tahu uangnya buat apa." tanya Pria itu..

" Aku mau sewa hotel buat tidur semalam saja.. Aku malas pulang kerumah ku.Mau pulang ke kos pun malas."jawab Lina.Tatapanya masih luruh ke depan memandang lautan lepas..

Semenjak ia bekerja di sebuah pabrik, dan posisinya sekarang sudah menjadi staf purchasing di sebuah perusahaan manufaktur.

Alina memutuskan untuk kost, yang tidak jauh dari pabrik tepat ia bekerja. Hanya untuk menenangkan hati dan pikiran, Jika ia pulang ke rumah ia tidak pernah nyaman, karena selalu ada neraka di rumah itu. Setiap harinya ibu tiri, dan Kaka tirinya itu, merongrong minta uang terus-menerus.

"Kamu mau nginep di hotel, dengan siapa Lin?" tanya Wita penuh khawatir..

"Sama kamu!! Memangnya aku punya berapa sahabat?? Itu juga kalau kamu tidak keberatan.."Wita menarik napas lega mendengar jawaban sahabatnya itu.

"Aku,dengan senang hati menemanimu Kemana pun.."jawab Wita tulus.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!